Lompat ke isi

2021 Pengalaman Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Mengenai Pembelajaran daring selama Pandemi COVID-19: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{| |Sumber |: |[https://jurnalketerapianfisik.com/index.php/jpt/article/view/235 Jurnal Keterapian Fisik] |- |Seri |: |Vol. 5 No. 2 (2020) |- |Tahun |: | Nov 12, 2020...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 2: Baris 2:
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://jurnalketerapianfisik.com/index.php/jpt/article/view/235 Jurnal Keterapian Fisik]
|[https://jurnal.uny.ac.id/index.php/jpk/article/view/37216 Jurnal Pendidikan Khusus]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 5 No. 2 (2020)
|Vol. 17 No. 1 (2021)
|-
|-
|Tahun
|Tahun
|:
|:
| Nov 12, 2020
| May 30, 2021
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
| Endang Sri Wahyuni, Wa Ode Diana Harisa (Jurusan Okupasi Terapi, Poltekkes Kemenkes Surakarta)
| Diana Permata Sari, Stephani Paska (Universitas Sanata Dharma)
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|https://doi.org/10.37341/jkf.v5i2.235
|https://doi.org/10.21831/jpk.v17i1.37216
|}{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Jurnal Keterapian Fisik|isbn=2580-5908|pub_date=Nov 12, 2020|cover_artist=|pages=|series=Vol. 5 No. 2 (2020)|author=|title_orig=Jurnal Keterapian Fisik}}
|}{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Jurnal Pendidikan Khusus|isbn=2580-6475|pub_date=May 30, 2021|cover_artist=|pages=|series=Vol. 17 No. 1 (2021)|author=|title_orig=Jurnal Pendidikan Khusus}}
'''Abstrak'''
'''Abstrak'''


'''''Backgrounds:''''' ''Intellectual Disability students must be able to master the practice of personal hygiene during menstruation skills. However, to teach this skill to them is not easy. They need certain methods to learn these skills to get effective results. Video-Based Instruction is one method to teach these skills. This study aims to determine whether there is an effect of Video-Based Instruction on the practice of personal hygiene during menstruation on Intellectual Disability students. M'''ethods:''' This is quantitative research with pre-experimental type and one group pretest-posttest design. The data collection tool is a "personal hygiene" questionnaire. The data analysis method uses a paired sample t-test with the help of SPSS version 25. This research conducted at SLB Negeri 3 Central Jakarta with a total sample is 20 respondents selected by the purposive sampling technique. '''Results:''' Most respondents were 14 years old (20%), 7th grade (30%), get menarche at 12 and 13 years (25%). The mean score for the practice of personal hygiene during menstruation pre-test is 41.30 and post-test is 53.20. Paired sample t-test results showed that sig. (2-tailed) <0.001. '''Conclusion:''' The results showed that it received Ha, which means that there is an effect of Video-Based Instruction on the practice of personal hygiene during menstruation on Intellectual Disabilities students. The results also showed that there are mean score differences of the pre-test and post-test results, which is an increase in the mean score of the post-test results by 11,90.''
Pandemi COVID-19 mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah aspek pendidikan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menggali perspektif para orang tua terhadap metode pembelajaran daring (dalam [[jaringan]]/''online'') untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) selama masa pandemi COVID-19. Pengambilan data dilakukan dengan metode survei pertanyaan terbuka pada ''google form'' kemudian dilanjutkan dengan wawancara melalui aplikasi Whatsapp. Responden adalah 43 orang tua dari ABK yang berada Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta serta Jawa Timur.  Berdasarkan hasil analisis tematik induktif data ditemukan bahwa orang tua sebagai pendamping anak yang utama selama pembelajaran daring merasa bahwa pembelajaran daring tidak hanya memberikan pengalaman secara negatif bagi mereka namun juga memberikan pengalaman positif bagi para orang tua dan juga anak mereka. Pengalaman positif yang muncul adalah adanya komunikasi dan relasi yang terbangun lebih baik dari sebelumnya antara orang tua dengan guru. Kedua, adanya perkembangan kemampuan anak yang positif selama belajar di rumah seperti kemandirian. Terakhir, orang tua merasa kemampuan penguasaan materi maupun teknologi bertambah dengan adanya sistem pembelajaran daring. Sedangkan tema terkait pegnalaman negatif dari pembelajaran secara daring adalah adanya kebutuhan khusus tertentu yang mengalami kesulitan dengan penggunaan media daring untuk pembelajaran. Lalu, kendala kuota serta keterbatasan perangkat elektronik yang digunakan merupakan pengalaman negatif yang banyak ditemui oleh para guru serta orang tua. Beberapa orang tua menyimpulkan jika pembelajaran daring tidak cocok untuk disabilitas tertentu.  


'''Kata Kunci:''' ''intellectual disability, menstruation, self-hygiene, video based instructions''
'''Kata Kunci:''' ''intellectual disability, menstruation, self-hygiene, video based instructions''
[[Kategori:Referensi Kajian KUPIBILITAS]]
[[Kategori:Referensi Kajian KUPIBILITAS]]
[[Kategori:Jurnal Kupibilitas]]
[[Kategori:Jurnal Kupibilitas]]

Revisi per 28 Juli 2025 00.19

Sumber : Jurnal Pendidikan Khusus
Seri : Vol. 17 No. 1 (2021)
Tahun : May 30, 2021
Penulis : Diana Permata Sari, Stephani Paska (Universitas Sanata Dharma)
DOI : https://doi.org/10.21831/jpk.v17i1.37216
2021 Pengalaman Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Mengenai Pembelajaran daring selama Pandemi COVID-19
JudulJurnal Pendidikan Khusus
SeriVol. 17 No. 1 (2021)
Tahun terbit
May 30, 2021
ISBN2580-6475

Abstrak

Pandemi COVID-19 mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah aspek pendidikan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menggali perspektif para orang tua terhadap metode pembelajaran daring (dalam jaringan/online) untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) selama masa pandemi COVID-19. Pengambilan data dilakukan dengan metode survei pertanyaan terbuka pada google form kemudian dilanjutkan dengan wawancara melalui aplikasi Whatsapp. Responden adalah 43 orang tua dari ABK yang berada Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta serta Jawa Timur.  Berdasarkan hasil analisis tematik induktif data ditemukan bahwa orang tua sebagai pendamping anak yang utama selama pembelajaran daring merasa bahwa pembelajaran daring tidak hanya memberikan pengalaman secara negatif bagi mereka namun juga memberikan pengalaman positif bagi para orang tua dan juga anak mereka. Pengalaman positif yang muncul adalah adanya komunikasi dan relasi yang terbangun lebih baik dari sebelumnya antara orang tua dengan guru. Kedua, adanya perkembangan kemampuan anak yang positif selama belajar di rumah seperti kemandirian. Terakhir, orang tua merasa kemampuan penguasaan materi maupun teknologi bertambah dengan adanya sistem pembelajaran daring. Sedangkan tema terkait pegnalaman negatif dari pembelajaran secara daring adalah adanya kebutuhan khusus tertentu yang mengalami kesulitan dengan penggunaan media daring untuk pembelajaran. Lalu, kendala kuota serta keterbatasan perangkat elektronik yang digunakan merupakan pengalaman negatif yang banyak ditemui oleh para guru serta orang tua. Beberapa orang tua menyimpulkan jika pembelajaran daring tidak cocok untuk disabilitas tertentu.

Kata Kunci: intellectual disability, menstruation, self-hygiene, video based instructions