Refleksi KUPI 2: Mewujudkan Peradaban yang Berkeadilan: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Info Artikel:''' | |||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|[https://qbukatabu.org/2023/01/31/kupi-2-ruang-perjumpaan-dan-fatwa-kolektif/ qbukatabu.org] | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|January 31, 2023 | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
| Yulia Dwi Andriyanti | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|[https://qbukatabu.org/2023/01/31/kupi-2-ruang-perjumpaan-dan-fatwa-kolektif/ KUPI 2, Ruang Perjumpaan dan Fatwa Kolektif] | |||
|} | |||
''An An Aminah | Selasa, 06 Desember 2022 | 17:57 WIB'' | ''An An Aminah | Selasa, 06 Desember 2022 | 17:57 WIB'' | ||
[[Berkas:Rflkskupi2-001.jpg|jmpl|500x500px|<small>''An An Aminah, Pengurus Fatayat NU Jawa Barat''</small>]] | [[Berkas:Rflkskupi2-001.jpg|jmpl|500x500px|<small>''An An Aminah, Pengurus Fatayat NU Jawa Barat''</small>]] | ||
| Baris 58: | Baris 78: | ||
Akhir dari musyawarah peran perempuan dalam menjaga NKRI dari bahaya ekstrimisme beragama melahirkan hukum wajib. Tentu ini adalah konklusi paling maslahah. Peran perempuan tidak hanya sebagai khalifah fil ardl yang sama dengan laki-laki perannya dalam menjaga NKRI, tetapi juga sebagai madrasatul ula bagi seluruh anak di Tanah Air. | Akhir dari musyawarah peran perempuan dalam menjaga NKRI dari bahaya ekstrimisme beragama melahirkan hukum wajib. Tentu ini adalah konklusi paling maslahah. Peran perempuan tidak hanya sebagai khalifah fil ardl yang sama dengan laki-laki perannya dalam menjaga NKRI, tetapi juga sebagai madrasatul ula bagi seluruh anak di Tanah Air. | ||
Hal ini yang membuat peran perempuan harus lebih depan dan lebih penting dalam mencegah ekstremisme beragama. Berikutnya, pada musyawarah keagamaan tentang bahaya pemotongan dan pelukaan genetalia perempuan (P2GP) ini lebih hangat dibanding musyawarah peran perempuan dalam mencegah ekstrimisme. | Hal ini yang membuat peran perempuan harus lebih depan dan lebih penting dalam mencegah ekstremisme beragama. Berikutnya, pada [[Musyawarah Keagamaan|musyawarah keagamaan]] tentang bahaya pemotongan dan pelukaan genetalia perempuan (P2GP) ini lebih hangat dibanding musyawarah peran perempuan dalam mencegah ekstrimisme. | ||
Pada musyawarah ini, ada banyak pendapat yang mengungkapkan bahaya P2GP. Namun ada juga yang berpendapat P2GP tidak berdampak buruk terhadap perempuan sehingga tidak masalah jika masih ada yang melakukan hal tersebut, misalnya khitan bagi perempuan. | Pada musyawarah ini, ada banyak pendapat yang mengungkapkan bahaya P2GP. Namun ada juga yang berpendapat P2GP tidak berdampak buruk terhadap perempuan sehingga tidak masalah jika masih ada yang melakukan hal tersebut, misalnya khitan bagi perempuan. | ||