Lompat ke isi

Tantangan HAM bagi Perempuan di Negara Dalam OKI: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
'''Info Artikel:'''
{|
|Sumber Original
|:
|[https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-3485968/menteri-agama-tutup-kongres-ulama-perempuan-indonesia-di-cirebon detik.com]
|-
|Tanggal Publikasi
|:
|27 April 2017
|-
|Penulis
|:
|
|-
|Artikel Lengkap
|:
|[https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-3485968/menteri-agama-tutup-kongres-ulama-perempuan-indonesia-di-cirebon Menteri Agama Tutup Kongres Ulama Perempuan Indonesia di Cirebon]
|}
Komisioner Permanen Independen HAM Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Siti Ruhaeni Dzuhayatin mengungkapkan pengalamannya bekerja di organisasi yang membidangi persoalan HAM di berbagai negara tersebut.
Komisioner Permanen Independen HAM Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Siti Ruhaeni Dzuhayatin mengungkapkan pengalamannya bekerja di organisasi yang membidangi persoalan HAM di berbagai negara tersebut.