Lompat ke isi

Ulama Perempuan Malaysia: Indonesia Cukup Baik Soal Kesetaraan: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-3485968/menteri-agama-tutup-kongres-ulama-perempuan-indonesia-di-cirebon detik.com]
|[http://www.suara.com/news/2017/04/25/135228/ulama-perempuan-malaysia-indonesia-cukup-baik-soal-kesetaraan suara.com]
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|27 April 2017
|25 April 2017
|-
|-
|Penulis
|Penulis
Baris 15: Baris 15:
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-3485968/menteri-agama-tutup-kongres-ulama-perempuan-indonesia-di-cirebon Menteri Agama Tutup Kongres Ulama Perempuan Indonesia di Cirebon]
|[http://www.suara.com/news/2017/04/25/135228/ulama-perempuan-malaysia-indonesia-cukup-baik-soal-kesetaraan Ulama Perempuan Malaysia: Indonesia Cukup Baik Soal Kesetaraan]
|}
|}


[[Berkas:Berita20.jpg|''<small>Kongres Perempuan Ulama Internasional. (dok panitia)</small>''|bingkai]]
[[Berkas:Berita20.jpg|''<small>Kongres Perempuan Ulama Internasional. (dok panitia)</small>''|bingkai]]
Baris 33: Baris 32:


“Tantangan kesetaraan perempuan memang besar. Sebetulnya Indonesia sudah cukup baik dalam soal kesetaraan. Hanya saja Indonesia kurang menjual hal tersebut ke publik,” tutup dia.
“Tantangan kesetaraan perempuan memang besar. Sebetulnya Indonesia sudah cukup baik dalam soal kesetaraan. Hanya saja Indonesia kurang menjual hal tersebut ke publik,” tutup dia.
Suara.com, 25 April 2017
''Sumber: http://www.suara.com/news/2017/04/25/135228/ulama-perempuan-malaysia-indonesia-cukup-baik-soal-kesetaraan''
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita Kongres 1]]
[[Kategori:Berita Kongres 1]]

Revisi terkini sejak 1 September 2025 15.31

Info Artikel:

Sumber Original : suara.com
Tanggal Publikasi : 25 April 2017
Penulis :
Artikel Lengkap : Ulama Perempuan Malaysia: Indonesia Cukup Baik Soal Kesetaraan
Kongres Perempuan Ulama Internasional. (dok panitia)

Seorang aktivis feminis sekaligus ulama perempuan asal Malaysia, Zainah Anwar menilai Indonesia sudah bagus dalam hal kesetaraan terhadap perempuan. Dia mengatakan, sebenarnya Islam bukan agama yang diskriminasi terhadap kaum hawa.

Hal itu dinyatakan Zainah dalam Seminar Internasional Ulama Perempuan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat, Selasa (25/4/2017). Di sana Zainah berpidato dengan tema ‘Reclaiming Space for Women Ulama Through Movement Building’.

“Bagi kami, peran ulama perempuan di tengah hubungan antara komunitas Muslim dan negara ingin membangun pengalaman yang baik bagaimana menginterpretasi ayat-ayat Al Quran dan menyelaraskannya dengan semangat kesetaraan,” jelasnya.

Ulama Perempuan dunia ingin membangun kepercayaan perempuan bahwa dalam Islam tidak ada diskriminasi, justru menjunjung tinggi peran perempuan. Mereka mendorong penerapan CEDAW di beberapa negara yg maaih memegang hukum syariah.

CEDAW atau Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan adalah suatu instrumen standar internasional yang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1979 dan mulai berlaku pada tanggal 3 Desember 1981.

“Yang kami lakukan di setiap kampanye CEDAW seperti di Nigeria dan Thailand, disana kami akan melakukan penelitian tematik ingin melihat bagaimana CEDAW bisa dipraktikkan di sana,” jelasnya.

“Tantangan kesetaraan perempuan memang besar. Sebetulnya Indonesia sudah cukup baik dalam soal kesetaraan. Hanya saja Indonesia kurang menjual hal tersebut ke publik,” tutup dia.