2024 Hak Perempuan dalam Perkawinan; Telaah Atas Rekomendasi Komite CEDAW, Hukum Islam, dan Hukum Nasional: Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel:''' {| |Sumber |: |[https://swararahima.com/2025/02/04/kumpulan-ayat-dan-hadis-prinsip-universal-islam-untuk-kesetaraan-dan-keadilan-gender/ Swara Rahi...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber | |Sumber | ||
|: | |: | ||
|[https://swararahima.com/ | |[https://swararahima.com/2024/12/12/hak-perempuan-dalam-perkawinan-telaah-stas-rekomendasi-komite-cedaw-hukum-islam-dan-hukum-nasional/ Swara Rahima] | ||
|- | |- | ||
|Judul Buku | |Judul Buku | ||
|: | |: | ||
|''' | |'''HAK PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN; Telaah Atas Rekomendasi Komite CEDAW, Hukum Islam, dan Hukum Nasional''' | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
|Nurun Sariyah | |Arifah Millati Agustina, Nurun Sariyah, Pera Soparianti, Wanda Roxanne Ratu Pricillia | ||
|- | |- | ||
|Editor | |Editor | ||
|: | |: | ||
| | |Wanda Roxanne Ratu Pricillia | ||
|- | |||
|Desain Layout | |||
|: | |||
|Ricky Priangga Subastiyan | |||
|- | |- | ||
|Penerbit | |Penerbit | ||
| Baris 23: | Baris 27: | ||
|Cetakan | |Cetakan | ||
|: | |: | ||
|''Cetakan Pertama, 2024'' | |''Cetakan Pertama, Desember 2024'' | ||
|- | |- | ||
|Tahun Terbit | |Tahun Terbit | ||
|: | |: | ||
|2024 | |Desember 2024 | ||
|- | |- | ||
|Halaman | |Halaman dan Dimensi | ||
|: | |: | ||
|ix + 261 halaman | |<nowiki>ix + 261 halaman | 13 x 19cm</nowiki> | ||
|- | |- | ||
|ISBN | |ISBN | ||
| Baris 39: | Baris 43: | ||
|Akses Buku | |Akses Buku | ||
|: | |: | ||
|[https://swararahima.com/ | |[https://swararahima.com/2024/12/12/hak-perempuan-dalam-perkawinan-telaah-stas-rekomendasi-komite-cedaw-hukum-islam-dan-hukum-nasional/ Download] | ||
|} | |} | ||
[[Berkas:Buku Kumpulan Ayat dan Hadis.jpg|ka|nirbing]] | [[Berkas:Buku Kumpulan Ayat dan Hadis.jpg|ka|nirbing]] | ||
Misi utama ajaran Islam adalah untuk menyebarkan kasih sayang kepada seluruh alam atau ''rahmatan lil alamiin''. Rahmat ini meliputi seluruh ciptaan-Nya, manusia, binatang, tumbuhan dan makhluk lainnya yang ada di darat, laut, dan udara termasuk yang ada di perut bumi. Seluruh ajaran Islam baik yang bersumber dari [[Al-Qur’an]] maupun hadis Nabi, harus diterjemahkan untuk tujuan membangun kemaslahatan dengan landasan kasih sayang atau akhlakul karimah bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya di bumi. Membangun keseimbangan dalam berpikir, bersikap dan bertindak bagi manusia sebagai pemegang misi utama dalam mewujudkan kemaslahatan menjadi prasyarat utama. | Misi utama ajaran Islam adalah untuk menyebarkan kasih sayang kepada seluruh alam atau ''rahmatan lil alamiin''. Rahmat ini meliputi seluruh ciptaan-Nya, manusia, binatang, tumbuhan dan makhluk lainnya yang ada di darat, laut, dan udara termasuk yang ada di perut bumi. Seluruh ajaran Islam baik yang bersumber dari [[Al-Qur’an]] maupun hadis Nabi, harus diterjemahkan untuk tujuan membangun kemaslahatan dengan landasan kasih sayang atau akhlakul karimah bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya di bumi. Membangun keseimbangan dalam berpikir, bersikap dan bertindak bagi manusia sebagai pemegang misi utama dalam mewujudkan kemaslahatan menjadi prasyarat utama. | ||
Namun faktanya, manusia lebih banyak yang ingin menguasai untuk tujuan eksploitasi dan cenderung menindas kepada siapapun yang ada di bawah kuasanya. Baik dalam relasi hubungan manusia dengan manusia, maupun manusia dengan alam. Dalam relasi dengan alam misalnya, manusia yang kuat, baik dari sisi jabatan, ekonomi, intelektual, status sosial dan kekuatan lainnya yang dimiliki, cenderung mengeksploitasi alam daripada menjaganya untuk kebutuhan manusia dan hewan yang ada di dalamnya. Motif ekonomi yang berlebih/ tamak, mengabaikan pada dampak yang ditimbulkan untuk keselamatan manusia dan makhluk lain yang lebih besar. Pun begitu dalam relasi dengan sesama manusia. Pihak yang kuat cenderung menguasai dan mengeksploitasi pihak yang lemah, yang ada di bawah kuasanya. Misalnya, dalam konteks keluarga, ayah memiliki kuasa atas anak gadisnya, pun begitu suami memiliki kuasa atas istrinya, majikan memiliki kuasa atas pekerjanya. Pada dasarnya, | Namun faktanya, manusia lebih banyak yang ingin menguasai untuk tujuan eksploitasi dan cenderung menindas kepada siapapun yang ada di bawah kuasanya. Baik dalam relasi hubungan manusia dengan manusia, maupun manusia dengan alam. Dalam relasi dengan alam misalnya, manusia yang kuat, baik dari sisi jabatan, ekonomi, intelektual, status sosial dan kekuatan lainnya yang dimiliki, cenderung mengeksploitasi alam daripada menjaganya untuk kebutuhan manusia dan hewan yang ada di dalamnya. Motif ekonomi yang berlebih/ tamak, mengabaikan pada dampak yang ditimbulkan untuk keselamatan manusia dan makhluk lain yang lebih besar. Pun begitu dalam relasi dengan sesama manusia. Pihak yang kuat cenderung menguasai dan mengeksploitasi pihak yang lemah, yang ada di bawah kuasanya. Misalnya, dalam konteks keluarga, ayah memiliki kuasa atas anak gadisnya, pun begitu suami memiliki kuasa atas istrinya, majikan memiliki kuasa atas pekerjanya. Pada dasarnya, | ||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Buku dan Modul KUPI]] | [[Kategori:Buku dan Modul KUPI]] | ||
[[Kategori:Buku KUPI]] | [[Kategori:Buku KUPI]] | ||
Revisi per 11 Februari 2026 09.57
Info Artikel:
| Sumber | : | Swara Rahima |
| Judul Buku | : | HAK PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN; Telaah Atas Rekomendasi Komite CEDAW, Hukum Islam, dan Hukum Nasional |
| Penulis | : | Arifah Millati Agustina, Nurun Sariyah, Pera Soparianti, Wanda Roxanne Ratu Pricillia |
| Editor | : | Wanda Roxanne Ratu Pricillia |
| Desain Layout | : | Ricky Priangga Subastiyan |
| Penerbit | : | Rahima |
| Cetakan | : | Cetakan Pertama, Desember 2024 |
| Tahun Terbit | : | Desember 2024 |
| Halaman dan Dimensi | : | ix + 261 halaman | 13 x 19cm |
| ISBN | : | - |
| Akses Buku | : | Download |

Misi utama ajaran Islam adalah untuk menyebarkan kasih sayang kepada seluruh alam atau rahmatan lil alamiin. Rahmat ini meliputi seluruh ciptaan-Nya, manusia, binatang, tumbuhan dan makhluk lainnya yang ada di darat, laut, dan udara termasuk yang ada di perut bumi. Seluruh ajaran Islam baik yang bersumber dari Al-Qur’an maupun hadis Nabi, harus diterjemahkan untuk tujuan membangun kemaslahatan dengan landasan kasih sayang atau akhlakul karimah bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya di bumi. Membangun keseimbangan dalam berpikir, bersikap dan bertindak bagi manusia sebagai pemegang misi utama dalam mewujudkan kemaslahatan menjadi prasyarat utama.
Namun faktanya, manusia lebih banyak yang ingin menguasai untuk tujuan eksploitasi dan cenderung menindas kepada siapapun yang ada di bawah kuasanya. Baik dalam relasi hubungan manusia dengan manusia, maupun manusia dengan alam. Dalam relasi dengan alam misalnya, manusia yang kuat, baik dari sisi jabatan, ekonomi, intelektual, status sosial dan kekuatan lainnya yang dimiliki, cenderung mengeksploitasi alam daripada menjaganya untuk kebutuhan manusia dan hewan yang ada di dalamnya. Motif ekonomi yang berlebih/ tamak, mengabaikan pada dampak yang ditimbulkan untuk keselamatan manusia dan makhluk lain yang lebih besar. Pun begitu dalam relasi dengan sesama manusia. Pihak yang kuat cenderung menguasai dan mengeksploitasi pihak yang lemah, yang ada di bawah kuasanya. Misalnya, dalam konteks keluarga, ayah memiliki kuasa atas anak gadisnya, pun begitu suami memiliki kuasa atas istrinya, majikan memiliki kuasa atas pekerjanya. Pada dasarnya,