Lompat ke isi

2019 Cegah Kekerasan Ekstremisme: Maqolah-Maqolah Kontra Narasi Alternatif Ulama Perempuan Rahima Seputar Isu Hijrah, Nikah Anak, Niqob, Fitnah dan Poligami: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 4: Baris 4:
|:
|:
|[https://swararahima.com/2022/02/07/cegah-kekerasan-ekstremisme/ Swara Rahima]
|[https://swararahima.com/2022/02/07/cegah-kekerasan-ekstremisme/ Swara Rahima]
|-
|Judul Buku
|:
|'''Cegah Kekerasan Ekstremisme: Maqolah-Maqolah Kontra Narasi Alternatif [[Ulama Perempuan]] Rahima Seputar Isu [[Hijrah]], Nikah Anak, Niqob, [[Fitnah]] dan [[Poligami]].'''
|-
|-
|Penulis
|Penulis
Baris 34: Baris 30:
|}
|}
[[Berkas:Buku Cegah Kekerasan Ekstremisme.png|ka|nirbing]]
[[Berkas:Buku Cegah Kekerasan Ekstremisme.png|ka|nirbing]]
Sejak 2005, Rahima telah mengembangkan pendidikan yang diperuntukkan khusus untuk Ulama Perempuan. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi, antara lain agar otoritas ulama perempuan mendapat pengakuan dari masyarakat, agar istilah ulama tidak hanya merujuk pada satu jenis kelamin saja, pengetahuan ulama perempuan ternyata juga sangat mumpuni, dan kelebihannya adalah ulama perempuan lebih peduli pada persoalan riil yang dihadapi umatnya.
Sejak 2005, Rahima telah mengembangkan pendidikan yang diperuntukkan khusus untuk [[Ulama Perempuan]]. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi, antara lain agar otoritas ulama perempuan mendapat pengakuan dari masyarakat, agar istilah ulama tidak hanya merujuk pada satu jenis kelamin saja, pengetahuan ulama perempuan ternyata juga sangat mumpuni, dan kelebihannya adalah ulama perempuan lebih peduli pada persoalan riil yang dihadapi umatnya.


Hingga saat ini sudah ada 4 angkatan Pendidikan Ulama Perempuan (PUP) yang pesertanya berasal dari pulau Jawa dan Madura; dan 2 kelas yang ada di DI Aceh. Kepada mereka, berbagai macam pengetahuan yang dapat digunakan ketika mereka melakukan dakwah bil hal, maupun dakwah bil lisan ditambah, seperti pengenalan pada perspektif Gender, perubahan sosial, analisis sosial, metodologi Keislaman dan Pengorganisasian. Dalam perjalanannya, Rahima secara khusus memberi perhatian pada wacana Keulamaan Perempuan ini, hingga ketika bentuk badan hukum Rahima berubah menjadi Perhimpunan, tema yang diusung “Ulama Perempuan untuk Kemaslahatan Manusia”.
Hingga saat ini sudah ada 4 angkatan Pendidikan Ulama Perempuan (PUP) yang pesertanya berasal dari pulau Jawa dan Madura; dan 2 kelas yang ada di DI Aceh. Kepada mereka, berbagai macam pengetahuan yang dapat digunakan ketika mereka melakukan dakwah bil hal, maupun dakwah bil lisan ditambah, seperti pengenalan pada perspektif Gender, perubahan sosial, analisis sosial, metodologi Keislaman dan Pengorganisasian. Dalam perjalanannya, Rahima secara khusus memberi perhatian pada wacana Keulamaan Perempuan ini, hingga ketika bentuk badan hukum Rahima berubah menjadi Perhimpunan, tema yang diusung “Ulama Perempuan untuk Kemaslahatan Manusia”.
Baris 42: Baris 38:
Gayung bersambut, harapan Rahima untuk memberikan pendidikan kritis menggunakan perspektif gender dengan memperkenalkan upaya pencegahan radikalisme/ eksrimisme kepada ulama perempuan mitra Rahima yang berasal dari berbagai wilayah ini disambuat baik oleh WGWC, Working Group on Women and Countering/Preventing Violence Extremism, dimana Rahima menjadi salah satu anggotanya. Singkat cerita, disusunlah sejumlah kegiatan pendidikan.
Gayung bersambut, harapan Rahima untuk memberikan pendidikan kritis menggunakan perspektif gender dengan memperkenalkan upaya pencegahan radikalisme/ eksrimisme kepada ulama perempuan mitra Rahima yang berasal dari berbagai wilayah ini disambuat baik oleh WGWC, Working Group on Women and Countering/Preventing Violence Extremism, dimana Rahima menjadi salah satu anggotanya. Singkat cerita, disusunlah sejumlah kegiatan pendidikan.


Setelah mengikuti Tadarus dan Halaqah yang tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan yang bersifat praktis bagi ulama perempuan dalam mengolah dan meramu wacana dan pengetahuan yang telah diperoleh terkait Fundamentalisme, Radikalisme dan Ekstrimisme, 25 Ulama Perempuan peserta pendidikan lalu diminta menyusun dan membangun kontra narasi melalui pesan singkat yang damai dan adil gender. Ada 5 isu yang ditulis oleh setiap peserta yakni: Niqab, Nikah Muda, Fitnah, Poligami dan Hijrah.
Setelah mengikuti Tadarus dan Halaqah yang tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan yang bersifat praktis bagi ulama perempuan dalam mengolah dan meramu wacana dan pengetahuan yang telah diperoleh terkait Fundamentalisme, Radikalisme dan Ekstrimisme, 25 Ulama Perempuan peserta pendidikan lalu diminta menyusun dan membangun kontra narasi melalui pesan singkat yang damai dan adil gender. Ada 5 isu yang ditulis oleh setiap peserta yakni: Niqab, Nikah Muda, [[Fitnah]], [[Poligami]] dan [[Hijrah]].


Dengan demikian ada 100 naskah kontra narasi produksi Ulama Perempuan Rahima yang berisi pesan damai dan adil gender. Keseluruhan naskah kemudian dikumpulkan ke dalam sebuah buku, yang harapannya dapat
Dengan demikian ada 100 naskah kontra narasi produksi Ulama Perempuan Rahima yang berisi pesan damai dan adil gender. Keseluruhan naskah kemudian dikumpulkan ke dalam sebuah buku, yang harapannya dapat