Lompat ke isi

Majalah Swara Rahima Edisi 11; Menjalin Ukhuwah Nisaiyah: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 7: Baris 7:
|Nama Majalah
|Nama Majalah
| :
| :
|Majalah Swara Rahima
|Majalah Swara [[Rahima]]
|-
|-
| Tema
| Tema
Baris 24: Baris 24:
|:
|:
| [https://swararahima.com/2004/07/06/edisi-11/ Download]  
| [https://swararahima.com/2004/07/06/edisi-11/ Download]  
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.''{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2004/07/06/edisi-11/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 11.png|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|cover_artist=|series=Nomor 11 Tahun III, Juli 2004|title_orig=|note=[https://swararahima.com/2004/07/06/edisi-11/ Download Majalah]}}Majalah Swara [[Rahima]] adalah media publikasi berkala dari Perhimpunan Rahima yang berfokus pada wacana Islam dan hak-hak perempuan, utamanya mengusung perspektif adil gender. Majalah ini menyajikan analisis, studi tafsir, dan hadis yang mendukung keadilan perempuan, serta memuat pemikiran [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] di [[komunitas]].
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.''{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2004/07/06/edisi-11/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 11.png|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|cover_artist=|series=Nomor 11 Tahun III, Juli 2004|title_orig=|note=[https://swararahima.com/2004/07/06/edisi-11/ Download Majalah]}}'''''Pembaca yang budiman…'''''


Majalah ini menjadi sarana dialog dan edukasi mengenai posisi perempuan dalam Islam, sering kali melibatkan pemikiran [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] sebagai pengasuh rubrik. Tulisan di dalamnya sering mengangkat tema Islam yang ramah terhadap perempuan dan menolak bias gender.
''Swara Rahima'' sebagai media informasi yang diterbitkan Rahima selalu berusaha hadir untuk terus mengisi ruang-ruang bagi terciptanya keadilan. ''Swara Rahima'' edisi 11 ini hadir di pertengahan tahun, tepat pada saat sebagian masyarakat Indonesia sibuk dengan ''gonjang-ganjing'' calon presiden mendatang. Yang memprihatinkan adalah munculnya kembali wacana [[fatwa]] haramnya pemimpin perempuan yang justru mengukuhkan bahwa ternyata masih kuatnya politisasi agama sejauh terkait dengan dunia perempuan. Namun demikian, kami berharap semua proses yang terjadi akan menjadikan masyarakat Indonesia semakin kritis dan terdidik.


'''''Pembaca yang dikasihi Allah…'''''
Tema yang diusung kali ini adalah tentang solidaritas perempuan atau persaudaraan perempuan, dalam istilah lain dikenal sebagai ''sisterhood.'' Namun redaksi ''Swara Rahima'' lebih terpikat untuk mengedepankan istilah yang relatif baru ''ukhuwah nisaiyah''.
Gagasan ini memang mungkin bukan gagasan baru, karena jauh sebelum ini di berbagai negara telah dikenal istilah yang sama yaitu ''sisterhood'' tadi. Istilah ''ukhuwah nisaiyah'' sendiri memang sengaja dimunculkan ''Swara Rahima'' sebagai kritik sekaligus penyempurnaan terhadap beberapa istilah ukhuwah yang lain seperti ''ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah'' dan ''ukhuwah basyariyah.''
Dalam konteks ini, ''ukhuwah nisaiyah'' adalah sebuah obsesi di tengah semakin menguatnya budaya kekerasan atas nama etnis, ras, jenis kelamin maupun agama. Harapannya bahwa masih ada cara yang dapat membuat dunia lebih damai dan adil dengan memunculkan identitas perempuan untuk rekonsiliasi. Seperti biasa, tanggapan serta komentar pembaca, tetap menjadi prioritas dan bagian dari proses kritis yang sangat kami harapkan.
Akhirnya, semoga segala proses perhelatan politik yang tengah dialami negeri di masa transisi ini dapat dijalani dengan damai dan baik. Dan selamat membaca!
'''Redaksi'''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Majalah, Bulletin dan Suplemen]]
[[Kategori:Majalah, Bulletin dan Suplemen]]
[[Kategori:Majalah]]
[[Kategori:Majalah]]