Lompat ke isi

Majalah Swara Rahima Edisi 57; Tokoh Agama dan Kesetaraan dalam Keluarga: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 24: Baris 24:
|:
|:
|[https://swararahima.com/2020/06/06/edisi-57/ Download]
|[https://swararahima.com/2020/06/06/edisi-57/ Download]
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.''{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2020/06/06/edisi-57/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 57.jpg|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|cover_artist=|series=Nomor 57 Tahun XX, Juni 2020|title_orig=Majalah Swara Rahima Edisi 57|note=[https://swararahima.com/2020/06/06/edisi-57/ Download Majalah]}}Majalah Swara [[Rahima]] adalah media publikasi berkala dari Perhimpunan Rahima yang berfokus pada wacana Islam dan hak-hak perempuan, utamanya mengusung perspektif adil gender. Majalah ini menyajikan analisis, studi tafsir, dan hadis yang mendukung keadilan perempuan, serta memuat pemikiran [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] di [[komunitas]].
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.''{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2020/06/06/edisi-57/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 57.jpg|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|cover_artist=|series=Nomor 57 Tahun XX, Juni 2020|title_orig=Majalah Swara Rahima Edisi 57|note=[https://swararahima.com/2020/06/06/edisi-57/ Download Majalah]}}''Alhamdulilllah'' puji serta syukur terlimpah ke hadirat Allah Swt, ditengah pandemi Covid-19 kami dapat menerbitkan Majalah Swara Rahima edisi 57. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita, Baginda Rasulullah saw yang telah menerangi jalan bagi perempuan untuk terlepas dari penindasan dan diskriminasi.


Majalah ini menjadi sarana dialog dan edukasi mengenai posisi perempuan dalam Islam, sering kali melibatkan pemikiran [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] sebagai pengasuh rubrik. Tulisan di dalamnya sering mengangkat tema Islam yang ramah terhadap perempuan dan menolak bias gender.
'''''Pembaca Swara Rahima yang berbahagia…'''''


Majalah Swara Rahima edisi 57 bertepatan dengan 20 tahun Rahima mengangkat tema “Tokoh Agama dan Kesetaraan dalam Keluarga”. Tema ini diangkat untuk menghadirkan fakta bahwa perspektif adil gender khususnya pada laki-laki sangat penting dan dapat diaplikasikan. Majalah edisi 57 kali ini menghadirkan tujuh profile laki-laki yang menerapkan kesetaraan gender dalam relasi rumah tangga juga lingkungan kerja.
Masih banyak yang beranggapan bahwa keluarga itu terdiri dari ayah, ibu, dan anak dengan fungsi dan tugas yang telah dibakukan. Ayah mencari [[nafkah]] dan ibu mengurus rumah tangga. Bahkan ada pihak yang menginginkan kondisi keluarga itu dipatenkan di dalam undang-undang. Mengenai makna konsep keluarga dalam versi adil gender akan dibahas dalam Rubrik Fokus.
RUU Ketahanan Keluarga yang ramai diperdebatkan terlalu memasuki ranah pribadi warga negara. Padahal kondisi keluarga sangatlah beragam, pun keadaan anggota keluarga di dalamnya. RUU tersebut juga dianggap membatasi ruang gerak perempuan. Tema ini akan dibahas dari perspektif feminis bersama Komisioner Sub Komisi Pemantauan di Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi di dalam Rubrik Opini.
Pembahasan relasi keluarga yang bahagia dan setara akan dilengkapi Tafsir Alquran serta Dirasah Hadis. Ada pula Rubrik Akhwatuna yang membahas bagaimana Fatayat NU Yogyakarta menyadarkan masyarakat terkait bahaya stunting dan peran laki-laki dalam pencegahannya. Selain itu, terdapat Rubrik [[Jaringan]] yang mengangkat Majelis Taklim Rahmah, yang secara konsisten merawat keragaman serta tidak sungkan mengkaji kesetaraan antara laki laki dan perempuan.
Pada Rubrik Teropong Dunia, ada cerita dari Asian Muslim Action Network (AMAN) bagaimana perjalanannya menjadi Gerakan muslim progresif di Asia, AMAN juga membuka ruang perjumpaan [[Ulama Perempuan]] di Asia. Rubrik Fikrah memuat pemikiran KH. Ali Yafie dalam membangun relasi suami istri yang setara.
Rubrik [[Khazanah]] mengulas buku [[Membina Keluarga Bahagia]] yang merupakan buku terbaru Rahima. Lalu terdapat informasi tentang Forum Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender di Yogyakarta dan Lampung yang diselenggarakan Rahima di Rubrik Kiprah. Di akhir rubrik, ada cerita bagaimana seharusnya suami-istri bekerja sama dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Cerita tersebut tertuang dalam Rubrik Refleksi.
Akhir kata, kami berharap Swara Rahima akan menjadi media yang konsisten menyebarkan informasi Islam dan hak-hak perempuan. Selamat membaca.
''Wassalam''
'''Redaksi'''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Majalah, Bulletin dan Suplemen]]
[[Kategori:Majalah, Bulletin dan Suplemen]]
[[Kategori:Majalah]]
[[Kategori:Majalah]]

Revisi per 23 Februari 2026 11.36

Informasi Majalah:

Sumber : Swara Rahima
Nama Majalah : Majalah Swara Rahima
Tema : Tokoh Agama dan Kesetaraan dalam Keluarga
Seri : Nomor 57 Tahun XX, Juni 2020
Penerbit : Rahima
Link Download : Download

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Majalah Swara Rahima Edisi 57; Tokoh Agama dan Kesetaraan dalam Keluarga
JudulMajalah Swara Rahima Edisi 57
SeriNomor 57 Tahun XX, Juni 2020
PenerbitRahima
Download Majalah

Alhamdulilllah puji serta syukur terlimpah ke hadirat Allah Swt, ditengah pandemi Covid-19 kami dapat menerbitkan Majalah Swara Rahima edisi 57. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita, Baginda Rasulullah saw yang telah menerangi jalan bagi perempuan untuk terlepas dari penindasan dan diskriminasi.

Pembaca Swara Rahima yang berbahagia…

Majalah Swara Rahima edisi 57 bertepatan dengan 20 tahun Rahima mengangkat tema “Tokoh Agama dan Kesetaraan dalam Keluarga”. Tema ini diangkat untuk menghadirkan fakta bahwa perspektif adil gender khususnya pada laki-laki sangat penting dan dapat diaplikasikan. Majalah edisi 57 kali ini menghadirkan tujuh profile laki-laki yang menerapkan kesetaraan gender dalam relasi rumah tangga juga lingkungan kerja.

Masih banyak yang beranggapan bahwa keluarga itu terdiri dari ayah, ibu, dan anak dengan fungsi dan tugas yang telah dibakukan. Ayah mencari nafkah dan ibu mengurus rumah tangga. Bahkan ada pihak yang menginginkan kondisi keluarga itu dipatenkan di dalam undang-undang. Mengenai makna konsep keluarga dalam versi adil gender akan dibahas dalam Rubrik Fokus.

RUU Ketahanan Keluarga yang ramai diperdebatkan terlalu memasuki ranah pribadi warga negara. Padahal kondisi keluarga sangatlah beragam, pun keadaan anggota keluarga di dalamnya. RUU tersebut juga dianggap membatasi ruang gerak perempuan. Tema ini akan dibahas dari perspektif feminis bersama Komisioner Sub Komisi Pemantauan di Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi di dalam Rubrik Opini.

Pembahasan relasi keluarga yang bahagia dan setara akan dilengkapi Tafsir Alquran serta Dirasah Hadis. Ada pula Rubrik Akhwatuna yang membahas bagaimana Fatayat NU Yogyakarta menyadarkan masyarakat terkait bahaya stunting dan peran laki-laki dalam pencegahannya. Selain itu, terdapat Rubrik Jaringan yang mengangkat Majelis Taklim Rahmah, yang secara konsisten merawat keragaman serta tidak sungkan mengkaji kesetaraan antara laki laki dan perempuan.

Pada Rubrik Teropong Dunia, ada cerita dari Asian Muslim Action Network (AMAN) bagaimana perjalanannya menjadi Gerakan muslim progresif di Asia, AMAN juga membuka ruang perjumpaan Ulama Perempuan di Asia. Rubrik Fikrah memuat pemikiran KH. Ali Yafie dalam membangun relasi suami istri yang setara.

Rubrik Khazanah mengulas buku 2019 Membina Keluarga Bahagia yang merupakan buku terbaru Rahima. Lalu terdapat informasi tentang Forum Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender di Yogyakarta dan Lampung yang diselenggarakan Rahima di Rubrik Kiprah. Di akhir rubrik, ada cerita bagaimana seharusnya suami-istri bekerja sama dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Cerita tersebut tertuang dalam Rubrik Refleksi.

Akhir kata, kami berharap Swara Rahima akan menjadi media yang konsisten menyebarkan informasi Islam dan hak-hak perempuan. Selamat membaca.

Wassalam

Redaksi