Lompat ke isi

Majalah Swara Rahima Edisi 09; Kematian Ibu, Syahid atau Petaka?: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 19: Baris 19:
|Penerbit
|Penerbit
|:
|:
|Rahima
|[[Rahima]]
|-
|-
|Link Download
|Link Download
|:
|:
|[https://swararahima.com/2003/11/05/edisi-9/ Download]
|[https://swararahima.com/2003/11/05/edisi-9/ Download]
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.''{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2003/11/05/edisi-9/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 09.png|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|cover_artist=|series=Nomor 09 Tahun III, November 2003|title_orig=|note=[https://swararahima.com/2003/11/05/edisi-9/ Download Majalah]}}'''''Pembaca yang budiman''''',
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.''{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2003/11/05/edisi-9/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 09.png|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|cover_artist=|series=Nomor 09 Tahun III, November 2003|title_orig=Majalah Swara Rahima Edisi 09|note=[https://swararahima.com/2003/11/05/edisi-9/ Download Majalah]}}'''''Pembaca yang budiman''''',


Pertama-tama seluruh redaksi majalah Swara Rahima mengucapkan ''minal ‘aidin wal Faidzin'', mohon maaf lahir dan batin kepada semua pembaca setia Swara Rahima. Tidak terasa ternyata waktu berjalan begitu cepat dan kita hampir melewati penghujung tahun 2003. Sebelum menyambut hari raya idul fitri 1424 H, kita semua telah sama-sama menjalani [[jihad]] yang menurut Nabi lebih besar dari jihad di medan perang yaitu berpuasa. Pada edisi kali ini, pemaknaan jihadpun kembali diangkat meskipun dengan penyajian yang beragam. Swara Rahima kali ini lebih khusus lagi mengajak pembaca merenungi permasalahan kematian ibu yang selama ini juga dikatakan sebagai bagian dari jihadnya kaum perempuan dan kematiannya yang merupakan mati syahid.
Pertama-tama seluruh redaksi majalah Swara Rahima mengucapkan ''minal ‘aidin wal Faidzin'', mohon maaf lahir dan batin kepada semua pembaca setia Swara Rahima. Tidak terasa ternyata waktu berjalan begitu cepat dan kita hampir melewati penghujung tahun 2003. Sebelum menyambut hari raya idul fitri 1424 H, kita semua telah sama-sama menjalani [[jihad]] yang menurut Nabi lebih besar dari jihad di medan perang yaitu berpuasa. Pada edisi kali ini, pemaknaan jihadpun kembali diangkat meskipun dengan penyajian yang beragam. Swara Rahima kali ini lebih khusus lagi mengajak pembaca merenungi permasalahan kematian ibu yang selama ini juga dikatakan sebagai bagian dari jihadnya kaum perempuan dan kematiannya yang merupakan mati syahid.


Kematian memang akan dijumpai setiap insan yang hidup di dunia ini akan tetapi bagi seorang ibu setiap menjelang masa persalinan, drama kesaksian perempuan mempertaruhkan kehidupan. Baik kehidupannya maupun kehidupan anaknya. Tema ini terkait pula dengan Hari Ibu yang biasanya dirayakan pada bulan Desember tiap tahunnya. Pertanyaannya berkaitan dengan kematian ibu adalah apakah makna perayaan itu jika angka kematian para ibu semakin meningkat setiap tahun? Bahkan kini setiap jam adalah waktu sabung nyawa bagi para ibu.
Kematian memang akan dijumpai setiap insan yang hidup di dunia ini akan tetapi bagi seorang ibu setiap menjelang masa persalinan, drama [[Kesaksian Perempuan|kesaksian perempuan]] mempertaruhkan kehidupan. Baik kehidupannya maupun kehidupan anaknya. Tema ini terkait pula dengan Hari Ibu yang biasanya dirayakan pada bulan Desember tiap tahunnya. Pertanyaannya berkaitan dengan kematian ibu adalah apakah makna perayaan itu jika angka kematian para ibu semakin meningkat setiap tahun? Bahkan kini setiap jam adalah waktu sabung nyawa bagi para ibu.


'''''Pembaca sekalian yang berbahagia,'''''  
'''''Pembaca sekalian yang berbahagia,'''''