Lompat ke isi

2022 Buku Saku Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
'''Info Artikel:'''
'''Informasi Buku:'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
Baris 7: Baris 7:
|Judul Buku
|Judul Buku
|:
|:
|'''Buku Saku Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan'''
|Buku Saku [[Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan]]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|[[Neng Hannah]], Pera Sopariyanti, Septy Juwita Agustin Br Tobing, Silvia Rahmah  
| [[Neng Hannah]], Pera Sopariyanti, Septy Juwita Agustin Br Tobing, Silvia Rahmah
|-
|-
|Editor
|Editor
|:
|:
|Wandi Isdiyanto  
|Wandi Isdiyanto
|-
|-
|Desain Layout
| Tahun Terbit
|:
|:
|Ricky Priangga Subastiyan
| ''Cetakan Pertama, Maret 2022''
|-
|-
|Penerbit
|Penerbit
Baris 25: Baris 25:
|[[Rahima]]
|[[Rahima]]
|-
|-
|Cetakan
|Link Download
|:
|''Cetakan Pertama, 2022''
|-
|Tahun Terbit
|:
|Maret 2022
|-
|Halaman dan Dimensi
|:
|<nowiki>133 halaman | 14cm x 18cm</nowiki>
|-
|ISBN
|:
|<nowiki>-</nowiki>
|-
|Akses Buku
|:
|:
|[https://swararahima.com/2023/08/04/buku-saku-kontra-narasi-ekstremisme-kekerasan/ Download]
|[https://swararahima.com/2023/08/04/buku-saku-kontra-narasi-ekstremisme-kekerasan/ Download]
|}
|}{{Infobox book|publisher=Rahima|image=Berkas:Buku Saku Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan.jpg|italic title=Tubuh, Seksualitas dan Kedaulatan Perempuan: Bunga Rampai Pemikiran Ulama Muda|isbn=-|pub_date=|pages=133 halaman {{!}} 14cm x 18cm|series=Cetakan Pertama, Maret 2022|notes=[https://swararahima.com/2023/08/04/buku-saku-kontra-narasi-ekstremisme-kekerasan/ Download Buku]}}Sepanjang tahun 2021, Densus 88 Anti Teror menangkap 370 teroris. Demikian disampaikan Kadensus 88 dalam sebuah laman berita (detik. com/21/3/22). Meskipun kejadian teror mengalami penurunan, namun itu menunjukkan terorisme masih menjadi ancaman serius di negeri ini. Pemerintah beserta aparat berwenang tentu saja terus berupaya menindak maupun mengantisipasi potensi terorisme. Akan tetapi strategi yang dilakukan tidak cukup berupa penangkapan maupun pemenjaraan. Dalam beberapa temuan, kelompok terorisme ini ketika di penjara, mereka masih tetap menyebarkan ideologinya kepada para petugas lapas. Karena itu, pendidikan serta penyadaran perlu ditingkatkan agar pencegahan terorisme menyentuh ranah yang lebih substantif, baik kepada narapidana teroris dan juga para petugas lapas.
[[Berkas:Buku Saku Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan.jpg|ka|nirbing]]
Sepanjang tahun 2021, Densus 88 Anti Teror menangkap 370 teroris. Demikian disampaikan Kadensus 88 dalam sebuah laman berita (detik. com/21/3/22). Meskipun kejadian teror mengalami penurunan, namun itu menunjukkan terorisme masih menjadi ancaman serius di negeri ini. Pemerintah beserta aparat berwenang tentu saja terus berupaya menindak maupun mengantisipasi potensi terorisme. Akan tetapi strategi yang dilakukan tidak cukup berupa penangkapan maupun pemenjaraan. Dalam beberapa temuan, kelompok terorisme ini ketika di penjara, mereka masih tetap menyebarkan ideologinya kepada para petugas lapas. Karena itu, pendidikan serta penyadaran perlu ditingkatkan agar pencegahan terorisme menyentuh ranah yang lebih substantif, baik kepada narapidana teroris dan juga para petugas lapas.


Dalam konteks di atas, buku saku dengan judul “Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan” ini merupakan bagian dari ikhtiar memberikan informasi terutama bagi petugas lapas narapidana teroris (napiter). Dikemas sederhana, mudah dipahami, serta ''to the point'' pada narasi-narasi yang sering digunakan para propagandis. Namun demikian, selain bagi petugas lapas napiter sebagai audiens utama, buku ini juga menyasar kelompok-kelompok yang rentan menjadi target rekrutmen [[jaringan]] teroris.
Dalam konteks di atas, buku saku dengan judul “Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan” ini merupakan bagian dari ikhtiar memberikan informasi terutama bagi petugas lapas narapidana teroris (napiter). Dikemas sederhana, mudah dipahami, serta ''to the point'' pada narasi-narasi yang sering digunakan para propagandis. Namun demikian, selain bagi petugas lapas napiter sebagai audiens utama, buku ini juga menyasar kelompok-kelompok yang rentan menjadi target rekrutmen [[jaringan]] teroris.


Buku ini hadir atas kerja sama WGWC (''Working Group on Women and Preventing/ Countering Violent Extremism)'' dengan Rahima. WGWC merupakan sebuah ''platform'' jaringan bagi masyarakat sipil dan pemerintahan yang bekerja untuk memperkuat pengarusutamaan gender ''(gender mainstreaming)'' dalam kebijakan maupun intervensi penanggulangan radikalisme dan ekstrimisme (terorisme) di Indonesia. WGWC lahir pada 24 Juli 2017 didedikasikan sebagai rumah bersama bagi 24 anggota jaringan yang bekerja dalam pengarusutamaan gender untuk pencegahan ekstrimisme kekerasan. sementara Rahima merupakan salah satu anggota WGWC yang konsen pada pendidikan dan informasi serta memproduksi pengetahuan tentang Islam dan hak-hak perempuan di Indonesia. Selama 22 tahun, Rahima lebih banyak bekerja untuk penguatan dan perluasan ulama perempuan, dan [[tokoh]] agama, baik yang ada di pesantren, pimpinan majelis taklim, dosen dan para guru agama Islam, salah satunya terkait isu ekstremise berkekerasan. Bersama WGWC dan [[AMAN Indonesia]], Rahima telah melakukan penguatan kepada ulama perempuan dan tokoh agama serta memberikan ''skill'' dalam upaya pencegahan ekstremisme.
Buku ini hadir atas kerja sama WGWC (''Working Group on Women and Preventing/ Countering Violent Extremism)'' dengan Rahima. WGWC merupakan sebuah ''platform'' jaringan bagi masyarakat sipil dan pemerintahan yang bekerja untuk memperkuat pengarusutamaan gender ''(gender mainstreaming)'' dalam kebijakan maupun intervensi penanggulangan radikalisme dan ekstrimisme (terorisme) di Indonesia. WGWC lahir pada 24 Juli 2017 didedikasikan sebagai rumah bersama bagi 24 anggota jaringan yang bekerja dalam pengarusutamaan gender untuk pencegahan ekstrimisme kekerasan. sementara Rahima merupakan salah satu anggota WGWC yang konsen pada pendidikan dan informasi serta memproduksi pengetahuan tentang Islam dan hak-hak perempuan di Indonesia. Selama 22 tahun, Rahima lebih banyak bekerja untuk penguatan dan perluasan [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]], dan [[tokoh]] agama, baik yang ada di pesantren, pimpinan majelis taklim, dosen dan para guru agama Islam, salah satunya terkait isu ekstremise berkekerasan. Bersama WGWC dan [[AMAN Indonesia]], Rahima telah melakukan penguatan kepada ulama perempuan dan tokoh agama serta memberikan ''skill'' dalam upaya pencegahan ekstremisme.


Petugas lapas narapidana terorisme sebagai audiens utama dari buku saku ini, berangkat dari kebutuhan salah satu anggota WGWC yang konsen mendampingi para napi terorisme di Lapas. Para petugas lapas ini sangat rentan terpengaruh oleh ideologi napiter. Oleh sebab itu, WGWC meminta Rahima sebagai salah satu anggotanya membuat buku saku kontra narasi yang diperuntukan khusus bagi para petugas lapas. Buku saku ini menyajikan informasi singkat dengan rujukan utama buku induk '''Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan''' yang ditulis oleh para ulama perempuan. Untuk informasi lebih lanjut dapat melihat buku utama Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan.
Petugas lapas narapidana terorisme sebagai audiens utama dari buku saku ini, berangkat dari kebutuhan salah satu anggota WGWC yang konsen mendampingi para napi terorisme di Lapas. Para petugas lapas ini sangat rentan terpengaruh oleh ideologi napiter. Oleh sebab itu, WGWC meminta Rahima sebagai salah satu anggotanya membuat buku saku kontra narasi yang diperuntukan khusus bagi para petugas lapas. Buku saku ini menyajikan informasi singkat dengan rujukan utama buku induk '''Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan''' yang ditulis oleh para ulama perempuan. Untuk informasi lebih lanjut dapat melihat buku utama Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan.