Lompat ke isi

Majalah Swara Rahima Edisi 62; Krisis Iklim dan Penghancuran Kehidupan Perempuan: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 7: Baris 7:
|Nama Majalah
|Nama Majalah
| :
| :
|Majalah Swara Rahima
|[[Majalah Swara Rahima]]
|-
|-
|Tema
|Tema
Baris 38: Baris 38:
Rahima juga mengangkat isu disabilitas dalam Rubrik [[Jaringan]], yakni Rumah Inklusi Pahonjean (RIPAH) yang meningkatkan kualitas hidup disabilitas beserta keluarganya. Dalam Rubrik Teropong Dunia, tertulis perlawanan perempuan adat Sami (masyarakat adat di Eropa Timur) terhadap krisis iklim. Ulasan Buku Ecofeminism: Perspektif Gerakan Perempuan dan Lingkungan karya Vandana Shiva dan Maria Mies dimuat dalam Rubrik [[Khazanah]].
Rahima juga mengangkat isu disabilitas dalam Rubrik [[Jaringan]], yakni Rumah Inklusi Pahonjean (RIPAH) yang meningkatkan kualitas hidup disabilitas beserta keluarganya. Dalam Rubrik Teropong Dunia, tertulis perlawanan perempuan adat Sami (masyarakat adat di Eropa Timur) terhadap krisis iklim. Ulasan Buku Ecofeminism: Perspektif Gerakan Perempuan dan Lingkungan karya Vandana Shiva dan Maria Mies dimuat dalam Rubrik [[Khazanah]].


Kemudian dua Rubrik Kiprah memberitakan kegiatan ''short course'' trilogi [[KUPI]] yang diselenggarakan Rahima dan KUPI di Aceh, serta ceramah ulama perempuan selama Ramadan. Penghujung rubrik ditutup dengan refleksi dari Nisya Sa’adah Wargadipura sebagai ulama perempuan yang mengelola pesantren berbasis ekologi.
Kemudian dua Rubrik Kiprah memberitakan kegiatan ''short course'' trilogi [[KUPI]] yang diselenggarakan Rahima dan KUPI di Aceh, serta ceramah [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] selama Ramadan. Penghujung rubrik ditutup dengan refleksi dari Nisya Sa’adah Wargadipura sebagai ulama perempuan yang mengelola pesantren berbasis ekologi.


Kami berharap edisi Swara Rahima kali ini dapat memberi perspektif segar dan memperkaya khazanah pemikiran keagamaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kesetaraan. Semoga sajian kami bermanfaat dan menginspirasi. Selamat menyelami setiap rubriknya.
Kami berharap edisi Swara Rahima kali ini dapat memberi perspektif segar dan memperkaya khazanah pemikiran keagamaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kesetaraan. Semoga sajian kami bermanfaat dan menginspirasi. Selamat menyelami setiap rubriknya.
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Majalah, Bulletin dan Suplemen]]
[[Kategori:Majalah]]
[[Kategori:Majalah]]
[[Kategori:Majalah Swara Rahima]]

Revisi per 12 Maret 2026 12.44

Informasi Majalah:

Sumber : Swara Rahima
Nama Majalah : Majalah Swara Rahima
Tema : Krisis Iklim dan Penghancuran Kehidupan Perempuan
Seri : Nomor 62 Tahun MMXXV, Juni 2025
Penerbit : Rahima
Link Download : Download

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Majalah Swara Rahima Edisi 62; Krisis Iklim dan Penghancuran Kehidupan Perempuan
JudulMajalah Swara Rahima Edisi 62
SeriNomor 62 Tahun MMXXV, Juni 2025
PenerbitRahima
Download Majalah

Pembaca Swara Rahima yang berbahagia…

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt. atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, Swara Rahima edisi 62 yang mengangkat tema Krisis Iklim dan Penghancuran Kehidupan Perempuan ini dapat hadir di tengah tengah pembaca. Salawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw, pembawa risalah yang mengajarkan keseimbangan dan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari iman.

Muhammad saw, pembawa risalah yang mengajarkan keseimbangan dan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari iman.

Oleh karena itu, majalah ini banyak membahas isu dampak krisis iklim terhadap hak reproduksi dan seksual perempuan dari berbagai sisi secara mendalam di Rubrik Fokus. Di Rubrik Opini, Rahima mewawancarai Mia Siscawati dan Marcia Soumokil untuk membahas kaitan krisis iklim dengan isu perempuan. Isu krisis iklim juga tertuang di dalam dua rubrik khas Rahima, yakni Tafsir Al-Qur'an dan Dirasah Hadis.

Pembaca Swara Rahima yang berbahagia…

Rubrik Fikrah menuliskan pemikiran ekofeminisme Vandana Shiva di India yang memengaruhi aktivis gender serta lingkungan di seluruh dunia. Kemudian Rubrik Akhwatuna membahas Komunitas Payungi yang memberdayakan perempuan melalui ekonomi kreatif. Dalam Rubrik Profil tertuang pengalaman An An Aminah dan upayanya dalam menyebarkan isu gender di lingkungan pesantren dan komunitas.

Rahima juga mengangkat isu disabilitas dalam Rubrik Jaringan, yakni Rumah Inklusi Pahonjean (RIPAH) yang meningkatkan kualitas hidup disabilitas beserta keluarganya. Dalam Rubrik Teropong Dunia, tertulis perlawanan perempuan adat Sami (masyarakat adat di Eropa Timur) terhadap krisis iklim. Ulasan Buku Ecofeminism: Perspektif Gerakan Perempuan dan Lingkungan karya Vandana Shiva dan Maria Mies dimuat dalam Rubrik Khazanah.

Kemudian dua Rubrik Kiprah memberitakan kegiatan short course trilogi KUPI yang diselenggarakan Rahima dan KUPI di Aceh, serta ceramah ulama perempuan selama Ramadan. Penghujung rubrik ditutup dengan refleksi dari Nisya Sa’adah Wargadipura sebagai ulama perempuan yang mengelola pesantren berbasis ekologi.

Kami berharap edisi Swara Rahima kali ini dapat memberi perspektif segar dan memperkaya khazanah pemikiran keagamaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kesetaraan. Semoga sajian kami bermanfaat dan menginspirasi. Selamat menyelami setiap rubriknya.