Suplemen Swara Rahima Edisi 49; Yang Muda, Yang Ceria dan Berkarya: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 58: | Baris 58: | ||
'''''Redaksi''''' | '''''Redaksi''''' | ||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Suplemen]] | [[Kategori:Suplemen]] | ||
[[Kategori:Suplemen Swara Rahima]] | |||
Revisi terkini sejak 12 Maret 2026 13.07
Informasi Suplemen:
| Sumber | : | Swara Rahima |
| Tema | : | Yang Muda, Yang Ceria dan Berkarya |
| Penulis | : | Nurkhayati Aida, Khoirul Anam Haqiqi, Iva Ullailiyah, A’y’zatun Ni’amin Nahriyah, dan Ahmad Mubasyir |
| Editor | : | AD. Kusumaningtyas |
| Seri | : | Edisi 49, April 2015 |
| Penerbit | : | Rahima |
| Link Download | : | Download |
![]() | |
| Judul | Suplemen Swara Rahima Edisi 49 |
|---|---|
| Seri | Edisi 49, April 2015 |
| Penerbit | Rahima |
| Download Suplemen | |
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah, rasa bahagia tak terkira memenuhi rongga dada. Merasakan bahwa setiap tarikan nafas, setiap langkah kaki, setiap goresan pena, setiap tindak tanduk bisa kita lakukan hanya berkat kemurahan Allah swt., Sang Penguasa Semesta. Oleh karenanya, tak heran bila dalam QS. Ar Rahman senantiasa diulang-ulang sebaris ayat berbunyi “Fabiayyi alaa-i rabbikumaa tukadzzibaan?”, Maka, nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang hendak kamu dustakan?
Shalawat dan salam, semoga tercurah di sisi Rasul tercinta, Muhammad saw. yang senantiasa menginspirasi kita untuk berbuat baik, peduli pada sesama, menghormati yang tua, menyayangi yang muda, penuh kasih sayang pada perempuan dan anak-anak, memberi dukungan pada generasi muda.
Bagi kami Redaksi, rasa syukur dan pengharapan itu tentu bertambah manakala setiap kali muncul wajah-wajah baru, generasi muda yang sangat inspiratif, peduli sesama dan mau berbagi.
Pembaca yang tercinta,
Sengaja bila pada edisi ke-49 kali ini Redaksi menampilkan sesuatu yang berbeda dalam sajian suplemen ini. Rasa syukur menemukan wajah-wajah baru, generasi muda penerus masa depan yang diharapkan dapat menginspirasi anak-anak muda yang lain untuk mengisi masa tumbuh-kembangnya dengan berbagai positif tentu tidak hendak Redaksi simpan sendiri. Oleh karenanya, Suplemen kali ini kami beri judul “Yang Muda, Yang Ceria dan Berkarya”. Dan isinya, juga berupa refleksi pengalaman remaja-remaja pesantren mitra Rahima dari empat kabupaten: Jombang, Lamongan, Kediri, dan Banyuwangi yang mulai belajar mengenai Kesehatan Reproduksi dan secara intens berinteraksi dengan sosok muda juga yang mengawal program ini, Nurkhayati Aida.
Tentu menarik menyimak cerita-cerita dari lapangan, misalnya Aizza yang sempat terheran-heran saat Waka Kesiswaan sekolahnya yang tiba-tiba mengutusnya untuk mengikuti kegiatan Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas. Dua kata ‘Reproduksi dan Seksualitas’ sempat menjadi gundah gulananya sehingga sempat suuzhan kalau mau diajari yang nggak-nggak karenanya. Juga Iva, siswi MAU Mambaul Huda yang senang karena ‘pertama kali ke Jakarta’ karena karya infografis tentang Kespro yang dibuatnya bersama teman-teman di sekolahnya. Juga kisah Khoirul Anam, yang bersama teman-temannya berhasil ‘membangkitkan kembali’ PIK R Sunan Drajat yang telah lama ‘mati suri’ setelah mengikuti lokalatih PKRS yang diselenggarakan oleh Rahima. Tak kalah menarik, juga cerita Ahmad Basyir tentang perubahan kebiasaan di kalangan santri (putra) di pondoknya; dari yang ganti ‘CD’ 2 hari sekali menjadi sehari sekali, dari yang punya kebiasaan ‘handuk satu dipakai rame-rame’ dan sekarang mereka lebih suka punya handuk sendiri dan terpisah, serta adanya inisiatif santri yang mulai bersedia ‘nyalon’ jadi Seksi Kebersihan pondok.
Kami yakin, bahwa mereka ‘tidak bermaksud nyombong’ pada teman-teman lain karena prestasiprestasi mereka. Namun mereka hanya ingin “tahadduts bin-ni’mah” (berbagi rasa suka karena adanya nikmat kebaikan yang kini mereka dapatkan); dengan harapan bahwa para santri dan siswa di tempat lain akan mengikuti jejak mereka. Selain itu, tentu mereka juga berharap agar para guru, ustadz dan ustadzah berkenan menjadi teman sekaligus pembimbing mereka untuk mengenal lebih jauh “Kesehatan Reproduksi” sebagai panduan mereka menapaki usia dewasa.
Pembaca yang budiman,
Kisah yang mereka ungkapkan tentang ‘perjalanan menuju Ibukota’; mungkin akan membuat kita semua menyadari arti pepatah “Banyak Jalan Menuju Roma”. Berkat prestasi yang mereka torehkan dalam lomba infografis, atau karena mereka memiliki pengalaman di komunitas yang bisa di-sharing-kan dengan remaja-remaja yang lain telah melapangkan jalan mereka untuk merajut tali silaturahmi. Kehadiran mereka ke rumah Rahima yang ‘sederhana tetapi terasa nyaman’ dan jauh dari kesan mewah dan glamour yang sempat mereka bayangkan serta pertemuan salah seorang dari mereka dengan ‘manusia gerobak’ di ibukota, mudah-mudahan membuat mereka dan kita semua senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah yang diberikan pada kita.
Pembaca yang senantiasa dirahmati oleh Allah swt.
Mudah-mudahan, kisah-kisah para remaja yang sedang belajar untuk mengenal jati dirinya ini bisa memberi manfaat agar kita bisa mengisi hidup dengan kebaikan. Berikanlah kepercayaan kepada para remaja kita untuk bisa mendapatkan informasi yang benar terkait kesehatan reproduksi dan seksualitas, sehingga mereka bisa menjadi sosok yang berperilaku sehat dan bertanggungjawab dalam setiap tindakan yang dipilihnya.
Dengan memahami setiap resiko, insyaallah mereka tidak akan terjerumus pada perilaku seksual yang tidak sehat dan terhindar dari berbagai bentuk kejahatan seksual; yang sejatinya bisa terjadi di manapun kita tinggal. Mudahmudahan, kita mendapatkan intisari dan pembelajaran berharga dari pengalaman ini dan menjadikan kita menjadi sosok yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat di sekitar kita. Khairun naasi anfa’uhum linnaas. Sebaikbaik orang adalah yang paling mendatangkan manfaat bagi orang lain. Semoga kita termasuk salah satu di antaranya, dan akhirnya kami ucapkan: Selamat membaca!
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Redaksi
