Lompat ke isi

Warkah Al-Basyar Volume VII Tahun 2008; Edisi 33 Idul Fitri Kesempatan Untuk Saling Memaafkan: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 29: Baris 29:
|[https://drive.google.com/file/d/1IdKCWrDfYYRH8C9dXsrtlSmCbvo2xtAy/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|[https://drive.google.com/file/d/1IdKCWrDfYYRH8C9dXsrtlSmCbvo2xtAy/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|}
|}
{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov33).jpg|italic title=Volume VII Tahun 2008; Edisi 33|title_orig=|notes=[https://drive.google.com/file/d/1IdKCWrDfYYRH8C9dXsrtlSmCbvo2xtAy/view?usp=drive_link Download Al-Basyar Vol.7 Tahun 2008; Edisi 33]}}
Idul Fitri merupakan hari raya umat Islam yang dirayakan sebagai aktualisasi perasaan kemenangan, kegembiraan, dan kesenangan. Kemenangan didapatkan setelah umat Islam “menaklukkan” hawa nafsunya selama bulan puasa. Kegembiraan didapatkan bagi mereka yang telah diampuni dosanya. kesenangan didapatkan bagi mereka yang dapat berkumpul dan bersilaturahmi dengan sesama keluarganya. Dan lebih-lebih karena Idul Fitri mendorong sikap untuk saling memaafkan.
Idul Fitri merupakan hari raya umat Islam yang dirayakan sebagai aktualisasi perasaan kemenangan, kegembiraan, dan kesenangan. Kemenangan didapatkan setelah umat Islam “menaklukkan” hawa nafsunya selama bulan puasa. Kegembiraan didapatkan bagi mereka yang telah diampuni dosanya. kesenangan didapatkan bagi mereka yang dapat berkumpul dan bersilaturahmi dengan sesama keluarganya. Dan lebih-lebih karena Idul Fitri mendorong sikap untuk saling memaafkan.