Lompat ke isi

Majlis Ta’lim Rahmah: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 23: Baris 23:
=== Perspektif yang Dibangun ===
=== Perspektif yang Dibangun ===
Perspektif yang dibangun dalam pengajian di majlis ta’lim Rahmah adalah perspektif ketauhidan, perdamaian, kerukunan, keadilan bagi individu manusia, masyarakat, negara, dan alam semesta. Penghapusan segala bentuk kedzaliman, ketidakadilan, kekerasan, dan diskriminasi manusia atas nama apapun merupakan misi Islam sebagai implementasi dari ajaran tauhid. Persepektif ini dibangun dan harus diimplementasikan oleh setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari. Setiap manusia sebagai kholifah Allah di muka bumi memiliki tugas dan tanggungajwab untuk mewujudkan kemaslahatan manusia, masyarakat, negara, dan alam semesta. Islam adalah agama yang disebarkan dan didakwahkan dengan ramah dan penuh cinta kasih. Sebab Islam diturunkan sebagai rahmatan lil alamin yaitu rahmat bagi seluruh alam. Islam bukan sekedar ajaran tauhid yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan. Selain ketauhidan, misi utama ajaran islam adalah terwujudnya perdamaian, keadilan, penghapusan segala bentuk kedzaliman, ketidakadilan, kekerasan, dan diskriminasi atas nama apapun tidak terkecuali keadilan dan penghapusan segala bentuk kedzaliman terhadap perempuan. Perbedaan antar manusia harus menjadi rahmat bagi umat Islam. Toleransi dalam menyikapi segala perbedaan menjadi kunci terwujudnya perdamaian dan keadilan harus menjadi prinsip hidup setiap muslim. Keadilan harus ditegakkan agar segala bentuk kedzaliman terhindar dalam kehidupan. Kemaslahatan bagi semua menjadi tanggungjawab bersama seluruh manusia. Tidak terkecuali perempuan juga memiliki hak memperjuangkan hak-haknya sebagaimana Nabi Muhammad saw telah memperjuangkan hak-hak perempuan selama 23 tahun di masa kenabian.
Perspektif yang dibangun dalam pengajian di majlis ta’lim Rahmah adalah perspektif ketauhidan, perdamaian, kerukunan, keadilan bagi individu manusia, masyarakat, negara, dan alam semesta. Penghapusan segala bentuk kedzaliman, ketidakadilan, kekerasan, dan diskriminasi manusia atas nama apapun merupakan misi Islam sebagai implementasi dari ajaran tauhid. Persepektif ini dibangun dan harus diimplementasikan oleh setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari. Setiap manusia sebagai kholifah Allah di muka bumi memiliki tugas dan tanggungajwab untuk mewujudkan kemaslahatan manusia, masyarakat, negara, dan alam semesta. Islam adalah agama yang disebarkan dan didakwahkan dengan ramah dan penuh cinta kasih. Sebab Islam diturunkan sebagai rahmatan lil alamin yaitu rahmat bagi seluruh alam. Islam bukan sekedar ajaran tauhid yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan. Selain ketauhidan, misi utama ajaran islam adalah terwujudnya perdamaian, keadilan, penghapusan segala bentuk kedzaliman, ketidakadilan, kekerasan, dan diskriminasi atas nama apapun tidak terkecuali keadilan dan penghapusan segala bentuk kedzaliman terhadap perempuan. Perbedaan antar manusia harus menjadi rahmat bagi umat Islam. Toleransi dalam menyikapi segala perbedaan menjadi kunci terwujudnya perdamaian dan keadilan harus menjadi prinsip hidup setiap muslim. Keadilan harus ditegakkan agar segala bentuk kedzaliman terhindar dalam kehidupan. Kemaslahatan bagi semua menjadi tanggungjawab bersama seluruh manusia. Tidak terkecuali perempuan juga memiliki hak memperjuangkan hak-haknya sebagaimana Nabi Muhammad saw telah memperjuangkan hak-hak perempuan selama 23 tahun di masa kenabian.
=== Pengurus Majlis Ta’lim Rahmah ===
Kepengurusan majlis ta’lim Rahmah sampai hari ini juga belum dibentuk. Sejauh ini, Luluk Farida meleading seluruh kegiatan sendiri dengan dibantu oleh jamaah yang rela dan ikhlas menjalankan tanpa ada ikatan kepengurusan secara resmi. Pengorganisasian kegiatan didasarkan pada kesiapan jamaah untuk mengkordinir tanpa ada ikatan kepengurusan. Asas ikhlas beramal dan beramal dengan ikhals menjadi pegangan bagi setiap jamaah yang tergerak mengorganisasikan kegiatan. Sejauh ini ada jamaah yang secara konsisten (istiqomah) membantu pelaksanaan kegiatan yaitu Mbak Kustillah, Indarti, Mbak Minayah, dan Lek Nadzifah. Pernah dibentuk pengurus sekolah Ibu Cerdas (bukan pengurus Majlis Taklim Rahmah), namun kepengurusan berakhir seiring berakhirnya program 1 tahun sekolah I bu Cerdas, yaitu periode September 2019-September 2020. Mereka adalah: Kustilah (ketua); didukung oleh Bu Any, Bu Puja, mbak puspa, Mbk Tya, dan Indarti. Selanjutnya kegiatan sekolah Ibu Cerdas hingga kini menjadi agenda bulanan majlis taklim Rahmah yang diselenggarakan tanpa kepengurusan.
Demikian juga nara sumber yang terlibat dalam kegiatan, benar-benar berasas kerelaan dan keikhlasan. Sekolah Ibu Cerdas misalnya, didirikan dengan dukungan seorang teman ahli parenting dari Sidoarjo yaitu Syahida Amalia sebagai naras umber utama. Selanjutnya pada kegiatannya, sekolah ibu cerdas mendapat dukungan dari LPKP dan KOPPATARA untuk menjadi nara sumber. Adapun kegiatan-kegiatan bulanan, dan tahunan, majlis taklim Rahmah membangun kerjasama dengan memanfaatkan persahabat dan jaringan untuk menjadi nara sumber. Seperti Nur Hasaniyah (dosen UIN), Lailatul Fithriyah (dari Aisyiyah Malang), Gus Hisa (pon.pes. PPIQ Darul Hidayah), Gus Isa (pon.pes. Bengkel Akidah Malang), dan jaringan [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] [[Rahima|RAHIMA]] seperti Nyai Ruqoyyah (Bondowoso), Anisatul Hamidah (Bondowoso), dan Anis Su’adah (Lamongan).
[[Kategori:Komunitas]]
[[Kategori:Komunitas]]