Lompat ke isi

Warkah Al-Basyar Volume VI Tahun 2007; Edisi 21 Berpihak Kepada Yang Lemah: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 15: Baris 15:
|Tanggal Terbit
|Tanggal Terbit
|:
|:
|9 November 2007 (28 Syawal 1428H)
|9 November 2007 M
|-
|
|
|''(28 Syawal 1428 H)''
|-
|-
|Penerbit
|Penerbit
Baris 28: Baris 32:
|:
|:
|[https://drive.google.com/file/d/1mwaA5rS_vtENi76GZ-8wR72w18dMfLF7/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|[https://drive.google.com/file/d/1mwaA5rS_vtENi76GZ-8wR72w18dMfLF7/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|}
|}{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol6 (Cov21).jpg|italic title=Warkah Al-Basyar Volume VI|title_orig=Warkah Al-Basyar Volume VI|notes=[https://drive.google.com/file/d/1mwaA5rS_vtENi76GZ-8wR72w18dMfLF7/view?usp=drive_link Download Al-Basyar Vol.6 Tahun 2007; Edisi 21]}}''Orang-orang yang lemah, ketika bertindak secara benar dan didukung undang-undang sekalipun, akan tetap dipandang rendah bahkan tetap berpotensi disalahkan. Sebaliknya, orang yang kuat, akan dipandang terhormat dan memperoleh dukungan banyak pihak, sekalipun melanggar peraturan dan undang-undang. Sepertinya, kita semua harus memikirkan ulang model keberagamaan, kepartaian dan kebangsaan kita. Kita masih Saja membiarkan orang-orang lemah dan minoritas kalah dan dikalahkan.''
''Orang-orang yang lemah, ketika bertindak secara benar dan didukung undang-undang sekalipun, akan tetap dipandang rendah bahkan tetap berpotensi disalahkan. Sebaliknya, orang yang kuat, akan dipandang terhormat dan memperoleh dukungan banyak pihak, sekalipun melanggar peraturan dan undang-undang. Sepertinya, kita semua harus memikirkan ulang model keberagamaan, kepartaian dan kebangsaan kita. Kita masih Saja membiarkan orang-orang lemah dan minoritas kalah dan dikalahkan.''


Pada saat ini ada kekuatan jahat, yang merasuki kita semua, baik masyarakat pesantren maupun lainnya. Yaitu pola hidup hedonistik yang dipromosikan melalui berbagai media, baik televisi, koran, ceramah, selebriti atau praktik dan teladan para [[tokoh]]-tokoh nasional. Kita dipaksa untuk hidup modern, instan, bertehnologi dan lain sebagainya. Di kampung semua orang sudah harus memiliki HP dan sepeda motor. Namun demikian gaya hidup ini tidak dibarengi dengan kemampuan untuk mengelola sumber daya secara ramah baik [[tradisi]] dan lingkungan. Ini sangat membahayakan dan biasanya akan mengancam kehidupan yang lemah.
Pada saat ini ada kekuatan jahat, yang merasuki kita semua, baik masyarakat pesantren maupun lainnya. Yaitu pola hidup hedonistik yang dipromosikan melalui berbagai media, baik televisi, koran, ceramah, selebriti atau praktik dan teladan para [[tokoh]]-tokoh nasional. Kita dipaksa untuk hidup modern, instan, bertehnologi dan lain sebagainya. Di kampung semua orang sudah harus memiliki HP dan sepeda motor. Namun demikian gaya hidup ini tidak dibarengi dengan kemampuan untuk mengelola sumber daya secara ramah baik [[tradisi]] dan lingkungan. Ini sangat membahayakan dan biasanya akan mengancam kehidupan yang lemah.