Lompat ke isi

Warkah Al-Basyar Volume VIII Tahun 2009; Edisi 01 Senyum Semusim: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
'''Informasi Buletin:'''
[[Berkas:AlBasyar Vol8 (Cov1).jpg|kiri|nirbing|459x459px]]
'''<u>Informasi Buletin:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
Baris 32: Baris 33:
|:
|:
|[https://drive.google.com/file/d/1frOKDAEKv3Qg20cdCJ44eq1SW37fRZjJ/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|[https://drive.google.com/file/d/1frOKDAEKv3Qg20cdCJ44eq1SW37fRZjJ/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|}{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol8 (Cov1).jpg|italic title=Warkah Al-Basyar Volume VIII|title_orig=Warkah Al-Basyar Volume VIII|notes=[https://drive.google.com/file/d/1frOKDAEKv3Qg20cdCJ44eq1SW37fRZjJ/view?usp=drive_link Download Al-Basyar Vol.8 Tahun 2009; Edisi 1]}}Pesona kursi dewan memang luar biasa. Ia telah menarik minat banyak orang untuk memperebutkannya. Di kota Cirebon, data DCT (Daftar Calon Tetap) mencapai 467 orang. Padahal jumlah kursi yang diperebutkan di DPRD Kota itu hanya 30 kursi. Demikian, kursi dewan, telah menarik minat banyak orang dari berbagai kalangan dengan latar belakang berbeda-beda, mulai dari pengusaha, seniman, artis, jurnalis, para [[tokoh]] agama, tokoh pendidikan, mantan pejabat, hingga dari kalangan biasa.
|}Pesona kursi dewan memang luar biasa. Ia telah menarik minat banyak orang untuk memperebutkannya. Di kota Cirebon, data DCT (Daftar Calon Tetap) mencapai 467 orang. Padahal jumlah kursi yang diperebutkan di DPRD Kota itu hanya 30 kursi. Demikian, kursi dewan, telah menarik minat banyak orang dari berbagai kalangan dengan latar belakang berbeda-beda, mulai dari pengusaha, seniman, artis, jurnalis, para [[tokoh]] agama, tokoh pendidikan, mantan pejabat, hingga dari kalangan biasa.


Tidak berbeda dengan buah durian dan mangga, senyum juga ada musimnya. Coba tengok saja di sekitar kita. Senyum itu bertebaran di mana-mana. Di tiang listrik, di tembok-tembok pagar, di tiang telpon, di trotoar, pos ronda, lampu merah, di jembatan, di pohon-pohon, di rambu-rambu lalu lintas, di kaca-kaca mobil, di pintu-pintu rumah, lapak-lapak PKL, dan di tempat-tempat lain.
Tidak berbeda dengan buah durian dan mangga, senyum juga ada musimnya. Coba tengok saja di sekitar kita. Senyum itu bertebaran di mana-mana. Di tiang listrik, di tembok-tembok pagar, di tiang telpon, di trotoar, pos ronda, lampu merah, di jembatan, di pohon-pohon, di rambu-rambu lalu lintas, di kaca-kaca mobil, di pintu-pintu rumah, lapak-lapak PKL, dan di tempat-tempat lain.