Warkah Al-Basyar Volume VIII Tahun 2009; Edisi 12 Anakmu Bukanlah Milikmu: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Informasi Buletin:''' | [[Berkas:AlBasyar Vol8 (Cov12).jpg|kiri|nirbing|459x459px]] | ||
'''<u>Informasi Buletin:</u>''' | |||
{| | {| | ||
|Sumber | |Sumber | ||
| Baris 32: | Baris 33: | ||
|: | |: | ||
|[https://drive.google.com/file/d/1NW9dxJHACglQrbqoXU_BrVCqjbqHOYR1/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar] | |[https://drive.google.com/file/d/1NW9dxJHACglQrbqoXU_BrVCqjbqHOYR1/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar] | ||
| | |}Islam memberikan perhatian yang besar terhadap kehidupan, bahkan ketika manusia masih berbentuk janin (al-walad fi al-bathni). Istilah janin disebut sebagai anak, tidak disebut sebagai embrio seperti istilah para ilmuwan dan kedokteran, menunjukkan betapa Islam sangat menghormati keberadaannya. Meski manusia masih berada dalam kandungan, Islam memberikan hak-hak yang wajib dipenuhi oleh kedua orang tuanya. | ||
Islam memberikan perhatian yang besar terhadap kehidupan, bahkan ketika manusia masih berbentuk janin (al-walad fi al-bathni). Istilah janin disebut sebagai anak, tidak disebut sebagai embrio seperti istilah para ilmuwan dan kedokteran, menunjukkan betapa Islam sangat menghormati keberadaannya. Meski manusia masih berada dalam kandungan, Islam memberikan hak-hak yang wajib dipenuhi oleh kedua orang tuanya. | Islam memberikan perhatian yang besar terhadap kehidupan, bahkan ketika manusia masih berbentuk janin (al-walad fi al-bathni). Istilah janin disebut sebagai anak, tidak disebut sebagai embrio seperti istilah para ilmuwan dan kedokteran, menunjukkan betapa Islam sangat menghormati keberadaannya. Meski manusia masih berada dalam kandungan, Islam memberikan hak-hak yang wajib dipenuhi oleh kedua orang tuanya. | ||