Warkah Al-Basyar Volume VIII Tahun 2009; Edisi 19 Meneladani Kepemimpinan Para Nabi: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Informasi Buletin:''' | [[Berkas:AlBasyar Vol8 (Cov19).jpg|kiri|nirbing|462x462px]] | ||
'''<u>Informasi Buletin:</u>''' | |||
{| | {| | ||
|Sumber | |Sumber | ||
| Baris 32: | Baris 33: | ||
|: | |: | ||
|[https://drive.google.com/file/d/1P-mTQa_AkL9bjnWsl5Vsv9OgZ8IxJhsE/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar] | |[https://drive.google.com/file/d/1P-mTQa_AkL9bjnWsl5Vsv9OgZ8IxJhsE/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar] | ||
| | |}Indonesia adalah negerinya umat beragama dan warga muslimnya terbesar di dunia. Tetapi, entah mengapa, di tangan para pemeluknya, ajaran agama dan teks suci bagai tak punya gema. Dari waktu ke waktu, berbagai problem sosial-politik, kehidupan, dan kemanusiaan yang mendesak berlalu begitu saja. Ormas-ormas keagamaan dan parpol keagamaan yang tergolong besar bagai tak punya gigi. | ||
Mereka tidak melakukan gerakan yang konkret menghadapi kezaliman kekuasaan, penindasan kaum bawah, korupsi, illegal log-ging, dan seterusnya. Alih-alih melakukan gerakan pembebasan, kaum beragama justru menjadi bagian arus besar yang membiarkan atau bahkan mendukung kezaliman kekuasaan. | Mereka tidak melakukan gerakan yang konkret menghadapi kezaliman kekuasaan, penindasan kaum bawah, korupsi, illegal log-ging, dan seterusnya. Alih-alih melakukan gerakan pembebasan, kaum beragama justru menjadi bagian arus besar yang membiarkan atau bahkan mendukung kezaliman kekuasaan. | ||