Ar-Ra'iyyah Edisi 05; Pesantren Kritisi Kebijakan Publik: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 27: | Baris 27: | ||
|}''Assalamu'alaikum....'' | |}''Assalamu'alaikum....'' | ||
Tingkat partisipasi masyarakat Indonesia sangat besar dan mengagumkan, bahkan bila dibanding dengan partisipasi masyarakat negara-negara maju sekalipun. Demikianlah komentar seorang peneliti Asing tentang rakyat Indonesia yang antusias mengikuti Pemilihan Umum 2004 tahap I, 5 April kemarin. Namun benarkah itu merupakan partisipasi publik yang sesungguhnya, yang merupakan syarat mutlak bagi demokrasi? Kalaupun ia, kenapa hanya pada saat pemilu rakyat berpartisipasi? Bukankah demokrasi tidak hanya sebatas Pemilu. Demokrasi juga meniscayakan partisipasi masyarakat dalam tiap tahap penyelenggaraan negara ini. | |||
Dalam kenyataanya, partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan negara masih sangat minim. Ini karena dalam menentukan kebijakan, pemerintah selalu jalan dan menggunakan logikanya sendiri, sementara rakyat dibungkam dan aspirasinya disumbat. Akibatnya, produk-produk kebijakan pemerintah banyak yang merugikan masyarakat banyak. Pesantren sebagai [[lembaga]]. pendidikan agama yang lahir dari rahim rakyat sudah semestinya membela rakyat sebagai pihak yang terus-menerus tertindas. Karena itu, dalam edisi kelima ini, Ar-Ra'iyyah mengangkat tema "Pesantren Kritisi Kebijakan Publik", yang diawali dengan liputan kegiatan ''dawrah ketiga'' yang diadakan di pesantren Ulumuddin Susukan. Dan karena jumlah terbesar rakyat yang ditindas adalah perempuan, maka rubrik kali ini juga memuat liputan tentang ''Women Crisis Centre'' (WCC) Balqis. Untuk penguatan basis teori, dimuat tulisan tentang "Syûrâ yang meniscayakan Partsipasi Publik". Rubrik-rubrik lain dimuat untuk pengayaan dan penguatan. | |||
Selamat Membaca! | |||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Buletin]] | [[Kategori:Buletin]] | ||
[[Kategori:Buletin Ar-Ra'iyyah]] | [[Kategori:Buletin Ar-Ra'iyyah]] | ||