Lompat ke isi

Warkah Al-Basyar Volume VII Tahun 2008; Edisi 35 Pemilihan Langsung dan Krisis Kepercayaan Diri Calon Pemimpin Kita: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
'''Informasi Buletin:'''
'''<u>Informasi Buletin:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
Baris 32: Baris 32:
|:
|:
|[https://drive.google.com/file/d/1xZ6gXjO1DA5kq99V2AUgl7jVK4oFBv7s/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|[https://drive.google.com/file/d/1xZ6gXjO1DA5kq99V2AUgl7jVK4oFBv7s/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|}
|}Berbagai cara dan strategi dilakukan calon Gubernur atau Bupati/Walikota agar dikenal luas. Diantaranya menyebarkan atribut-atribut dalam bentuk spanduk, stiker, dan baliho hingga jadi da’i dadakan. Tidak hanya itu para calon begitu gencar hadir dalam acara-acara di masyarakat mulai dari sekedar peresmian mushola di tingkat RW hingga acara-acara sosial-keagamaan lain dalam skala yang lebih besar. Upaya-upaya itu tidak lain untuk membentuk  “kesan” bahwa sang calon sangatlah merakyat serta perhatian.
{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov35).jpg|italic title=Warkah Al-Basyar Volume VII|title_orig=Warkah Al-Basyar Volume VII|notes=[https://drive.google.com/file/d/1xZ6gXjO1DA5kq99V2AUgl7jVK4oFBv7s/view?usp=drive_link Download Al-Basyar Vol.7 Tahun 2008; Edisi 35]}}
 
Berbagai cara dan strategi dilakukan calon Gubernur atau Bupati/Walikota agar dikenal luas. Diantaranya menyebarkan atribut-atribut dalam bentuk spanduk, stiker, dan baliho hingga jadi da’i dadakan. Tidak hanya itu para calon begitu gencar hadir dalam acara-acara di masyarakat mulai dari sekedar peresmian mushola di tingkat RW hingga acara-acara sosial-keagamaan lain dalam skala yang lebih besar. Upaya-upaya itu tidak lain untuk membentuk  “kesan” bahwa sang calon sangatlah merakyat serta perhatian.


Akhir-akhir ini kita dihadapkan pada rentetan hajat-hajat demokrasi. Pada 22 April 2008 lalu kita telah memilih Gubernur Jawa Barat, dan pada 12 Oktober lalu Pilkada di Kab. Kuningan dilangsungkan. Sedangkan, pada 26 Oktober 2008 yang akan datang pemilihan Bupati akan selenggarakan di Kabupaten Cirebon dan Majalengka. Selanjutnya, April 2009 mendatang kembali kita akan menghadapi pemilihan legislatif dan pemilihan presiden langsung. Jika ditotal, sedikitnya 4 kali hak suara kita salurkan di TPS. Jumlah itu belum termasuk pemilihan Kepala Desa, Ketua RW, dan Ketua RT.
Akhir-akhir ini kita dihadapkan pada rentetan hajat-hajat demokrasi. Pada 22 April 2008 lalu kita telah memilih Gubernur Jawa Barat, dan pada 12 Oktober lalu Pilkada di Kab. Kuningan dilangsungkan. Sedangkan, pada 26 Oktober 2008 yang akan datang pemilihan Bupati akan selenggarakan di Kabupaten Cirebon dan Majalengka. Selanjutnya, April 2009 mendatang kembali kita akan menghadapi pemilihan legislatif dan pemilihan presiden langsung. Jika ditotal, sedikitnya 4 kali hak suara kita salurkan di TPS. Jumlah itu belum termasuk pemilihan Kepala Desa, Ketua RW, dan Ketua RT.