Warkah Al-Basyar Volume VI Tahun 2007; Edisi 22 Haji Mabrur; Berdampak Secara Sosial: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Informasi Buletin:''' | [[Berkas:AlBasyar Vol6 (Cov22).jpg|kiri|nirbing|459x459px]] | ||
'''<u>Informasi Buletin:</u>''' | |||
{| | {| | ||
|Sumber | |Sumber | ||
| Baris 32: | Baris 33: | ||
|: | |: | ||
|[https://drive.google.com/file/d/16vkINyA0HntRIGqMCpni3x123RcunnLv/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar] | |[https://drive.google.com/file/d/16vkINyA0HntRIGqMCpni3x123RcunnLv/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar] | ||
| | |}Suatu ketika, saya berkunjung ke beberapa ustadz di kampung. Saya mendapati suasana yang memprihatinkan, di mana gedung-gedung sekolah dan madrasah terlihat rapuh, bahkan beberapa diantaranya ambruk. Setelah ngobrol-ngobrol, saya jadi tahu bahwa di sana angka pengangguran begitu tinggi, anak terlantar, baik karena yatim-piatu atau karena yang lain, juga tidak sedikit jumlahnya. Perekonomian pedesaaan pun bertumpu pada pertanian, perdagangan tradisional dan kebanyakan penduduknya, kerja serabutan. Sampai di sini perasaan saya hanya terenyuh, seperti biasanya ketika mendengar penderitaan rakyat, memang kita hanya bisa terenyuh. | ||
Tetapi ketika dikabari bahwa di desa itu tiap tahun selalu ada, bahkan banyak yang berangkat haji ke ''Baitullah'', baru saya kaget. Kok? Sejauh yang saya tahu ibadah haji memang hukumnya wajib dilaksanakan, tetapi tentu bagi yang mampu ''(man istatha’a ilaihi sabila).'' Jadi jika di satu desa banyak yang berhaji, tentu tingkat ekonomi penduduk juga tidak dapat dikatakan lemah sama sekali. Tetapi kenapa madrasah, masjid, tetap memprihatinkan? Kenapa di sana masih banyak pengangguran? Kenapa di sana masih banyak anak terlantar dan putus sekolah? | Tetapi ketika dikabari bahwa di desa itu tiap tahun selalu ada, bahkan banyak yang berangkat haji ke ''Baitullah'', baru saya kaget. Kok? Sejauh yang saya tahu ibadah haji memang hukumnya wajib dilaksanakan, tetapi tentu bagi yang mampu ''(man istatha’a ilaihi sabila).'' Jadi jika di satu desa banyak yang berhaji, tentu tingkat ekonomi penduduk juga tidak dapat dikatakan lemah sama sekali. Tetapi kenapa madrasah, masjid, tetap memprihatinkan? Kenapa di sana masih banyak pengangguran? Kenapa di sana masih banyak anak terlantar dan putus sekolah? | ||