Lompat ke isi

2020 Perlawanan terhadap Marginalisasi Perempuan dalam Islam: Analisis Wacana Kritis pada Laman mubadalah.id: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 35: Baris 35:
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2020]]

Revisi terkini sejak 3 April 2026 14.57

2020 Perlawanan terhadap Marginalisasi Perempuan dalam Islam: Analisis Wacana Kritis pada Laman mubadalah.id
JudulJurnal Komunikasi Islam
SeriVol. 10 No. 2 (2020): December
Tahun terbit
2020-12-05
ISBN2655-5212
Nama Jurnal : Jurnal Komunikasi Islam
Seri : Vol. 10 No. 2 (2020): December
Tahun : 2020-12-05
Judul Tulisan : Perlawanan terhadap Marginalisasi Perempuan dalam Islam: Analisis Wacana Kritis pada Laman mubadalah.id
Penulis : Aliftya Amarilisya (Universitas Gajah Mada Yogyakarta)

Abstract

The growing phenomenon of hijrahlately has been used by many groups to campaign various religious issues. However, the campaign contents are often discriminatory through flouring the logic of gender as natural. This study analyses the discourse of contemporary Muslim women's resistance to the marginalisation and domestication on mubadalah.id site. Using a qualitative research design and Norman Fairclough's critical discourse analysis, the results of this study indicate that mubadalah.id considers the discourse of marginalisation of women is contrary to gender equity taught in Islamic teachings. This online media also provides a counter discoursethat men are also responsible for domestic works.

Keywords: Critical discourse analysis, marginalisation, women, Islam.

Abstrak

Fenomena “hijrah” sering dimanfaatkan oleh sebagian kelompok untuk mengampanyekan beragam isu keagamaan yang mengarah pada diskriminasi gender dan memaksakan logika gender sebagai kodrat. Studi ini memfokuskan kajian pada wacana perlawanan perempuan atas marginalisasi dan domestikasi peran perempuan dalam Islam di situs mubadalah.id. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough, hasil studi ini menunjukkan bahwa mubadalah.id mewacanakan marginalisasi perempuan sebagai diskursus yang bertentangan dengan ajaran Islam tentang kesetaraan gender. Selain itu, mubadalah.id juga membangun wacana tandingan bahwa laki-laki turut bertanggungjawab dalam pekerjaan domestik.

Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://doi.org/10.15642/jki.2020.10.2.345-369