Lompat ke isi

2024 Eksistensi Ulama Perempuan dalam Budaya Parthiarkhi di Pesantren: Studi Ulama Perempuan di Kota Jember: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Eksistensi Ulama Perempuan dalam Budaya Parthiarkhi di Pesantren: Studi Ulama Perempuan di Kota Jember|isbn=2615-2355|pages=|series= Vol. 15 No. 1 (2024)|author=*Elisa Dourothun Nafis El Adibah (Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)
{{Infobox book|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Eksistensi Ulama Perempuan dalam Budaya Parthiarkhi di Pesantren: Studi Ulama Perempuan di Kota Jember|isbn=2615-2355|pages=|series= Vol. 15 No. 1 (2024)|author=*Elisa Dourothun Nafis El Adibah (Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)
*Syafril Wicaksono (Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)
*Syafril Wicaksono (Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)
*M. Khoirul Hadi al Asy'ari (Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta)|title_orig=Eksistensi Ulama Perempuan dalam Budaya Parthiarkhi di Pesantren: Studi Ulama Perempuan di Kota Jember|name=|note=[https://ejournal.staindirundeng.ac.id/index.php/bidayah/article/view/2322 Download PDF]|website=[https://ejournal.staindirundeng.ac.id/index.php/bidayah/article/view/2322 BIDAYAH: Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Keislaman]}}'''Informasi Artikel Jurnal:'''
*M. Khoirul Hadi al Asy'ari (Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta)|title_orig=Eksistensi Ulama Perempuan dalam Budaya Parthiarkhi di Pesantren: Studi Ulama Perempuan di Kota Jember|name=|note=[https://ejournal.staindirundeng.ac.id/index.php/bidayah/article/view/2322 Download PDF]|website=[https://ejournal.staindirundeng.ac.id/index.php/bidayah/article/view/2322 BIDAYAH: Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Keislaman]}}'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber

Revisi terkini sejak 3 April 2026 18.16

JudulEksistensi Ulama Perempuan dalam Budaya Parthiarkhi di Pesantren: Studi Ulama Perempuan di Kota Jember
Penulis
  • Elisa Dourothun Nafis El Adibah (Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)
  • Syafril Wicaksono (Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)
  • M. Khoirul Hadi al Asy'ari (Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta)
SeriVol. 15 No. 1 (2024)
ISBN2615-2355
Situs webBIDAYAH: Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Keislaman
Download PDF

Informasi Artikel Jurnal:

Sumber : BIDAYAH: Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Keislaman
Seri : Vol. 15 No. 1 (2024)
Penulis : Elisa Dourothun Nafis El Adibah, Syafril Wicaksono,
M. Khoirul Hadi al Asy'ari
DOI : https://doi.org/10.47498/bidayah.v15i1.2322
PDF : Download PDF

Abstrak

Budaya patriarki masih mendominasi berdasarkan kejadian sosiologis di beberapa pesantren. Meskipun pesantren memberikan beberapa kemungkinan bagi perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan pesantren, hal tersebut tampaknya tidak mempengaruhi pengertian struktur sosial sebagai bagian dasar interaksi di dunia pesantren. Akibatnya, pesantren tidak bisa memuat penafsiran agama, adat istiadat, dan nilai-nilai yang ada sehingga gagal memenuhi harapan perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat keberadaan ulama perempuan dalam konteks budaya patriarki di pesantren di Kota Jember. Penelitian ini merumuskan dua pertanyaan yaitu: pertama, bagaimana respon dan negosiasi keberadaan ulama perempuan dalam budaya patrikiarki di pesantren kota Jember?. Kedua, Bagaimana posisi dan relasi keberadaaan ulama perempuan dalam budaya patrikiarki di pesantren kota Jember?. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian studi lapangan, serta pendekatan studi kepustakaan berdasarkan data deskriptif kualitatif. Berdasarkan temuan penelitian ini, kehadiran ulama perempuan dalam budaya patriarki di pesantren memiliki implikasi yang kompleks bagi tumbuh kembangnya pesantren itu sendiri. Studi ini menemukan dalam kalangan pesantren ulama perempuan memainkan peran penting dalam pendidikan agama dan pengembangan karakter di pesantren. Ulama perempuan juga memberikan contoh dalam berperan aktif di masyarakat dan menyajikan sudut pandang baru mengenai interpretasi agama mengenai perempuan. Namun, terdapat beberapa tantangan bagi ulama perempuan di pesantren, seperti kendala struktural dalam sistem pendidikan pesantren dan ketidaksetaraan gender. Berdasarkan hal tersebut, eksistensi ulama perempuan di pesantren kota Jember memberikan makna perjuangan peran perempuan dalam menghadapi budaya patrikiarki yang masih mengakar di lingkungan pesantren.

Kata Kunci: Budaya Parthiarkhi di Pesantren, Eksistensi Ulama Perempuan, Ulama Perempuan di Kota Jember

Abstract

Patriarchal culture still dominates based on sociological events in several Islamic boarding schools. Even though Islamic boarding schools provide several possibilities for women to get equal opportunities in Islamic boarding school education, this does not affect the understanding of social structure as an essential part of interaction in the world of Islamic boarding schools. As a result, Islamic boarding schools cannot contain existing interpretations of religion, customs, and values, thereby failing to meet women's expectations. This research aims to see the existence of female ulama in the context of patriarchal culture in Islamic boarding schools in Jember City. This research formulates two questions: First, how do you respond and negotiate the presence of female ulama in the patriarchal culture in Islamic boarding schools in the city of Jember? Second, what is the position and relationship of female ulama in the patriarchal culture of Islamic boarding schools in the city of Jember? This research uses a field study methodology and a literature study approach based on qualitative descriptive data. Based on the findings of this research, the presence of female ulama in a patriarchal culture in Islamic boarding schools has complex implications for the growth and development of Islamic boarding schools themselves. This study found that female ulama is essential in Islamic boarding schools' religious education and character development. Female clerics also set an example by playing an active role in society and presenting new points of view regarding religious interpretation. However, there are several challenges for female ulama in Islamic boarding schools, such as structural obstacles in the Islamic boarding school education system and gender inequality. Based on this, the existence of female ulama in Islamic boarding schools in the city of Jember gives meaning to the struggle for women's roles in facing the patriarchal culture that is still rooted in the Islamic boarding school environment.

Keywords: The Existence of Women Ulama, Parthiarkhi Culture in Pesantren, Women Ulama in Jember City