Lompat ke isi

2025 Mubadalah Sebagai Pendekatan Etis Dalam Relasi Agama Mayoritas Dan Minoritas: Studi Pemikiran Faqih Abdul Qadir: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Risalah vol11 no2.png|italic title=Pendidikan Keluarga dalam Mencegah Dampak Fatherless Perspektif Mubadalah|isbn=2614-3275|pub_date=2025-06-24|series=Vol. 11 No. 2 (2025)|author=*Septi Gumiandari (IAIN Syekh Nurjati Cirebon) *Wawan Ahmad Ridwan (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)|title_orig=Pendidikan Keluarga dalam Mencegah Dampak Fatherless Perspektif Mubadalah|name=|notes=[https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/arti...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Risalah vol11 no2.png|italic title=Pendidikan Keluarga dalam Mencegah Dampak Fatherless Perspektif Mubadalah|isbn=2614-3275|pub_date=2025-06-24|series=Vol. 11 No. 2 (2025)|author=*Septi Gumiandari (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Tashdiq vol1 no1.jpg|italic title=Mubadalah Sebagai Pendekatan Etis Dalam Relasi Agama Mayoritas Dan Minoritas: Studi Pemikiran Faqih Abdul Qadir|isbn=3030-8917|pub_date=2025-06-12|series=Vol. 14 No. 5 (2025)|author=*Rafil Abil Alfarisi (Universitas Islam Negri Sultan Syarif Qasim Riau)
*Wawan Ahmad Ridwan (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)|title_orig=Pendidikan Keluarga dalam Mencegah Dampak Fatherless Perspektif Mubadalah|name=|notes=[https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1393 Download PDF]|image_caption=[https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1393 Risalah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam]}}
*Syifa Qalbina Izzah S (Universitas Islam Negri Sultan Syarif Qasim Riau)
*Sidik Amanah Hasibuan (Universitas Islam Negri Sultan Syarif Qasim Riau)
*Laila Sari Masyhur (Universitas Islam Negri Sultan Syarif Qasim Riau)|title_orig=Mubadalah Sebagai Pendekatan Etis Dalam Relasi Agama Mayoritas Dan Minoritas: Studi Pemikiran Faqih Abdul Qadir|name=|notes=[https://cibangsa.com/index.php/tashdiq/article/view/1717 Download PDF]|image_caption=[https://cibangsa.com/index.php/tashdiq/article/view/1717 Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah]}}
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1393 Risalah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam]
|[https://cibangsa.com/index.php/tashdiq/article/view/1717 Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 11 No. 2 (2025)
|Vol. 14 No. 5 (2025)
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Septi Gumiandari, Wawan Ahmad Ridwan
|Rafil Abil Alfarisi, Syifa Qalbina Izzah S,
|-
|
|
|Sidik Amanah Hasibuan, Laila Sari Masyhur
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|https://doi.org/10.31943/jurnal_risalah.v11i2.1393
|[https://ejournal.warunayama.org/index.php/tashdiq/article/view/6652 doi.org/10.3783/tashdiqv2i9.2461]
|}
|}
'''Abstrak'''
'''Abstrak'''


Pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama bagi seorang anak. Karena itu kewajiban orang tua terhadap anaknya bukan hanya sekedar memberi dan memenuhi kebutuhan lahiriah saja akan tetapi yang lebih utama adalah menerapkan pendidikan keluarga kepada anak sedini mungkin, karena pendidikan keluarga yang diterimanya ketika ia masih kecil akan sangat berpengaruh terhadap pengalaman agamanya setelah dia menjelang dewasa, sehingga anak-anak menjadi anak yang shaleh. Dalam penerapannya maka kedua orangtua harus menerapkan prinsip ''mubadalah'' (kesalingan). Ayah maupun ibu harus saling bekerjasama, membantu, dan bahu membahu dalam mendidik anak-anaknya. Maka akan terciptanya keluarga yang utuh dan harmonis dan mengupayakan tidak terjadinya fenomena ''fatherless''. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pendidikan keluarga dalam mencegah dampak ''fatherless'' perspektif ''mubadalah.'' Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, dengan menggabungkan dua jenis yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan kajian literatur. Hasil penelitian ini yaitu : 1) Terdapat lima faktor penyebab terjadinya ''fatherless'' di desa Kecomberan yaitu; cerai hidup, cerai mati, pola asuh tradisional akibat sistem patriarki, ayah melakukan kekerasan dan ''Inner child'' yaitu kenangan buruk yang tersimpan akibat terjadinya permasalahan orangtuanya. 2) Berdasarkan hasil wawancara informan mengalami dampak fatherless seperti: perasaan iri, sedih, depresi, trauma, kesepian, kesulitan bersosialisasi, ekonomi tidak stabil, mengalami kenakalan remaja dan mengalami tidak semangat dalam menjalani hidup.
Pendekatan ''Mubadalah'' yang dikembangkan oleh Faqih Abdul Qadir merupakan metode tafsir yang menekankan prinsip kesalingan dan keadilan dalam memahami teks-teks keagamaan. Awalnya diterapkan dalam konteks relasi gender, pendekatan ini menawarkan kerangka etis yang relevan untuk membangun hubungan yang adil antara kelompok agama mayoritas dan minoritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pemikiran, metode tafsir, serta contoh penerapan ''Mubadalah'' dalam konteks relasi antaragama. Melalui studi literatur terhadap karya-karya Faqih Abdul Qadir, seperti ''Qira’ah Mubādalah'' dan tulisan-tulisan lainnya, ditemukan bahwa pendekatan ini mengedepankan prinsip kesalingan, keadilan, dan kemitraan dalam menafsirkan teks keagamaan. Dengan demikian, ''Mubadalah'' dapat menjadi paradigma etis yang mendukung terciptanya harmoni dan inklusivitas dalam masyarakat pluralistik.
 
'''''Kata Kunci:''' Mubadalah, Faqih Abdul Qadir, tafsir, relasi antaragama, mayoritas-minoritas, etika Islam''
 
''The Mubadalahapproach developed by Faqih Abdul Qadir is a method of interpretation that emphasizes the principles of equity and justice in understanding religious texts. Initially applied in the context of gender relations, this approach offers a relevant ethical framework for building fair relations between majority and minority religious groups. This  study  aims  to  analyze  the  rationale, interpretation methods, and examples of the application of Mubadalah in the context of  interfaith  relations.  Through  a  literature  study  of  Faqih Abdul Qadir's works, such as Qira'ah Mubādalah and other writings, it is found that this approach prioritizes the principles of equality, justice, and partnership in interpreting religious texts. Thus, Mubadalah can be an ethical  paradigm  thatsupports  the  creation  of  harmony  and inclusiveness in a pluralistic society.''


'''''Kata Kunci:''' Pendidikan Keluarga, fatherless, Mubadalah''
'''''Keywords :'''Mubadalah, Faqih Abdul Qadir, tafsir, interfaith relations, majority-minority, Islamic ethics''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]

Revisi per 4 April 2026 09.38

JudulMubadalah Sebagai Pendekatan Etis Dalam Relasi Agama Mayoritas Dan Minoritas: Studi Pemikiran Faqih Abdul Qadir
Penulis
  • Rafil Abil Alfarisi (Universitas Islam Negri Sultan Syarif Qasim Riau)
  • Syifa Qalbina Izzah S (Universitas Islam Negri Sultan Syarif Qasim Riau)
  • Sidik Amanah Hasibuan (Universitas Islam Negri Sultan Syarif Qasim Riau)
  • Laila Sari Masyhur (Universitas Islam Negri Sultan Syarif Qasim Riau)
SeriVol. 14 No. 5 (2025)
Tahun terbit
2025-06-12
ISBN3030-8917
Download PDF

Informasi Artikel Jurnal:

Sumber : Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Seri : Vol. 14 No. 5 (2025)
Penulis : Rafil Abil Alfarisi, Syifa Qalbina Izzah S,
Sidik Amanah Hasibuan, Laila Sari Masyhur
DOI : doi.org/10.3783/tashdiqv2i9.2461

Abstrak

Pendekatan Mubadalah yang dikembangkan oleh Faqih Abdul Qadir merupakan metode tafsir yang menekankan prinsip kesalingan dan keadilan dalam memahami teks-teks keagamaan. Awalnya diterapkan dalam konteks relasi gender, pendekatan ini menawarkan kerangka etis yang relevan untuk membangun hubungan yang adil antara kelompok agama mayoritas dan minoritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pemikiran, metode tafsir, serta contoh penerapan Mubadalah dalam konteks relasi antaragama. Melalui studi literatur terhadap karya-karya Faqih Abdul Qadir, seperti Qira’ah Mubādalah dan tulisan-tulisan lainnya, ditemukan bahwa pendekatan ini mengedepankan prinsip kesalingan, keadilan, dan kemitraan dalam menafsirkan teks keagamaan. Dengan demikian, Mubadalah dapat menjadi paradigma etis yang mendukung terciptanya harmoni dan inklusivitas dalam masyarakat pluralistik.

Kata Kunci: Mubadalah, Faqih Abdul Qadir, tafsir, relasi antaragama, mayoritas-minoritas, etika Islam

The Mubadalahapproach developed by Faqih Abdul Qadir is a method of interpretation that emphasizes the principles of equity and justice in understanding religious texts. Initially applied in the context of gender relations, this approach offers a relevant ethical framework for building fair relations between majority and minority religious groups. This study aims to analyze the rationale, interpretation methods, and examples of the application of Mubadalah in the context of interfaith relations. Through a literature study of Faqih Abdul Qadir's works, such as Qira'ah Mubādalah and other writings, it is found that this approach prioritizes the principles of equality, justice, and partnership in interpreting religious texts. Thus, Mubadalah can be an ethical paradigm thatsupports the creation of harmony and inclusiveness in a pluralistic society.

Keywords :Mubadalah, Faqih Abdul Qadir, tafsir, interfaith relations, majority-minority, Islamic ethics