Lompat ke isi

Analisis Penerapan Komunikasi Profetik Dalam Pemberitaan Penyandang Disabilitas Di Pemberitaan Penyandang Disabilitas Di Tempo. Co: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Manajemen Kasus Bagi Anak Autis Di Unit Layanan Rehabilitasi Sosial Anak Penyandang Disabilitas (ULRS APD) Sentra Mulya Jaya Jakarta|isbn=3032-2413|pub_date=2024-02-04|series=Vol. 2 No. 1 (2024): February|author=*Hani Oktaviyani (Universitas Muhammadiyah Jakarta) *Sokhivah Sokhivah (Universitas Muhammadiyah Jakarta)|title_orig=Manajemen Kasus Bagi Anak Autis Di Unit Layanan Rehabilitasi Sosial Anak Penyandang...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 21: Baris 21:
Manajemen kasus pada pekerjaan sosial merupakan sebuah metode pemberian layanan yang dilakukan oleh  seorang  pekerja  sosial  professional  dengan  menilai  kebutuhan  klien  dan  keluarga  klien  secara  tepat. Permasalahan anak autis merupakan hal yang cukup serius, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah anak autis dari tahun ke tahun. Dalam menyikapi permasalahan yang ada, dibutuhkan nya peran pekerja sosial untuk melakukan assesment dan intervensi terhadap permasalahan anak autis tersebut dengan menggunakan pendekatan secara holistic dengan lingkukan sosialnya. Oleh karena itu, ULRS APD Sentra Mulya Jaya melayani anak penyandang autis dengan menggunakan pendekatan manajemen kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan manajemen kasus dalam penanganan anak autis di ULRS APD Sentra Mulya Jaya Jakarta dan mengetahui kendala  pekerja  sosial  dalam  penanganan  anak  autis  di  ULRS  APD  Sentra  Mulya  Jaya  Jakarta.  Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa tahapan manajemen kasus di ULRS  APD  yaitu  engagement  (keterlibatan),  asessment  (penilaian),  planning  (perencanaan),  intervention (intervensi),  monitoring (pemantauan), evaluation (evaluasi), termination (terminasi), dan follow up (tindak lanjut). Hambatan yang dialami adalah keterbatasan sumber daya manusia khususnya profesi pekerja sosial dan kurangnya pemahaman orang tua pendamping anak autis  
Manajemen kasus pada pekerjaan sosial merupakan sebuah metode pemberian layanan yang dilakukan oleh  seorang  pekerja  sosial  professional  dengan  menilai  kebutuhan  klien  dan  keluarga  klien  secara  tepat. Permasalahan anak autis merupakan hal yang cukup serius, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah anak autis dari tahun ke tahun. Dalam menyikapi permasalahan yang ada, dibutuhkan nya peran pekerja sosial untuk melakukan assesment dan intervensi terhadap permasalahan anak autis tersebut dengan menggunakan pendekatan secara holistic dengan lingkukan sosialnya. Oleh karena itu, ULRS APD Sentra Mulya Jaya melayani anak penyandang autis dengan menggunakan pendekatan manajemen kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan manajemen kasus dalam penanganan anak autis di ULRS APD Sentra Mulya Jaya Jakarta dan mengetahui kendala  pekerja  sosial  dalam  penanganan  anak  autis  di  ULRS  APD  Sentra  Mulya  Jaya  Jakarta.  Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa tahapan manajemen kasus di ULRS  APD  yaitu  engagement  (keterlibatan),  asessment  (penilaian),  planning  (perencanaan),  intervention (intervensi),  monitoring (pemantauan), evaluation (evaluasi), termination (terminasi), dan follow up (tindak lanjut). Hambatan yang dialami adalah keterbatasan sumber daya manusia khususnya profesi pekerja sosial dan kurangnya pemahaman orang tua pendamping anak autis  


'''Kata Kunci:''' ''Manajemen Kasus, Autis, Rehabilitasi Sosial''
'''Kata Kunci:''' ''Manajemen Kasus, Autis, Rehabilitasi Sosial''  
[[Kategori:Referensi Kajian Kupibilitas]]
[[Kategori:Referensi Kajian Kupibilitas]]
[[Kategori:Artikel Skripsi Kupibilitas]]
[[Kategori:Artikel Skripsi Kupibilitas]]
[[Kategori:Artikel Skripsi Kupibilitas 2022]]
[[Kategori:Artikel Skripsi Kupibilitas 2022]]

Revisi per 6 April 2026 18.56

JudulManajemen Kasus Bagi Anak Autis Di Unit Layanan Rehabilitasi Sosial Anak Penyandang Disabilitas (ULRS APD) Sentra Mulya Jaya Jakarta
Penulis
  • Hani Oktaviyani (Universitas Muhammadiyah Jakarta)
  • Sokhivah Sokhivah (Universitas Muhammadiyah Jakarta)
SeriVol. 2 No. 1 (2024): February
Tahun terbit
2024-02-04
ISBN3032-2413
Download PDF

Informasi Artikel Jurnal:

Sumber : WISSEN: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora
Seri : Vol. 2 No. 1 (2024): February
Penulis : Hani Oktaviyani, Sokhivah Sokhivah
DOI : https://doi.org/10.62383/wissen.v2i1.62

Abstrak

Manajemen kasus pada pekerjaan sosial merupakan sebuah metode pemberian layanan yang dilakukan oleh seorang pekerja sosial professional dengan menilai kebutuhan klien dan keluarga klien secara tepat. Permasalahan anak autis merupakan hal yang cukup serius, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah anak autis dari tahun ke tahun. Dalam menyikapi permasalahan yang ada, dibutuhkan nya peran pekerja sosial untuk melakukan assesment dan intervensi terhadap permasalahan anak autis tersebut dengan menggunakan pendekatan secara holistic dengan lingkukan sosialnya. Oleh karena itu, ULRS APD Sentra Mulya Jaya melayani anak penyandang autis dengan menggunakan pendekatan manajemen kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan manajemen kasus dalam penanganan anak autis di ULRS APD Sentra Mulya Jaya Jakarta dan mengetahui kendala pekerja sosial dalam penanganan anak autis di ULRS APD Sentra Mulya Jaya Jakarta. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa tahapan manajemen kasus di ULRS APD yaitu engagement (keterlibatan), asessment (penilaian), planning (perencanaan), intervention (intervensi), monitoring (pemantauan), evaluation (evaluasi), termination (terminasi), dan follow up (tindak lanjut). Hambatan yang dialami adalah keterbatasan sumber daya manusia khususnya profesi pekerja sosial dan kurangnya pemahaman orang tua pendamping anak autis

Kata Kunci: Manajemen Kasus, Autis, Rehabilitasi Sosial