Lompat ke isi

2025 Qiraah Mubadalah: Solution to Domestic Violence: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon) *Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pem...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon)
{{Infobox book|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Qiraah Mubadalah: Solution To Domestic Violence|isbn=2654-9042|pub_date=2025-06-04|series=Vol. 24 No. 1 (2025)|author=*Muhammad Amin Muthohar (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang)
*Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|name=|notes=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Download PDF]|image_caption=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]}}
*Mufidah Cholil (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang)
*Kamalia Fitri Rizki (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang)|title_orig=Qiraah Mubadalah: Solution To Domestic Violence|name=|notes=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Download PDF]|image_caption=[https://istinbath.or.id/index.php/ijhi/article/view/755 Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam ]}}
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]
|[https://drive.google.com/file/d/1WGckiNfwykaK-I9V2oYPDXSzbPVFZhGC/view?usp=drive_link Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 5 No. 2 (2025)
|Vol. 24 No. 1 (2025)
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Dede Al Mustaqim, Nazula Alfirahmah
|Muhammad Amin Muthohar, Mufidah Cholil, Kamalia Fitri Rizki
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|https://doi.org/10.32332/ek0nhr69
| -
|}
|}
'''Abstrak'''
'''''Abstract'''''


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di Desa Kerandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, melalui perspektif Qira’ah Mubadalah [[Faqihuddin Abdul Kodir]] dan Maqashid Syariah. Terdapat tiga fokus utama dalam penelitian ini: (1) bagaimana praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di tingkat lokal, (2) bagaimana nilai-nilai kesalingan (mubadalah) diterapkan dalam relasi orang tua pasca perceraian, dan (3) bagaimana prinsip-prinsip maqashid syariah direfleksikan dalam pemenuhan hak-hak anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan normatif-sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima keluarga yang telah bercerai dan memiliki anak, observasi, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemenuhan hak anak pascaperceraian sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan kualitas hubungan antara kedua orang tua. Dalam beberapa kasus, prinsip Qira’ah [[Mubadalah]] seperti musyawarah dan taradhin dapat diinternalisasi melalui komunikasi yang produktif dan kolaboratif antara orang tua. Namun, terdapat pula situasi yang menunjukkan kegagalan dalam pemenuhan hak anak karena putusnya komunikasi dan abainya salah satu pihak. Dari perspektif maqashid syariah, ditemukan bahwa sebagian keluarga tetap menjaga prinsip perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta anak, meskipun dalam keterbatasan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kesalingan dan perlindungan maqashid dalam merancang kebijakan dan praktik perlindungan anak pasca perceraian.
''The study of domestic violence is very important to discuss because with the existence of domestic violence, various new thoughts and solutions emerge, one of which is qiraah mubadalah. This article aims to describe domestic violence, the involvement of power in domestic violence, and qiraah mubadalah as a solution to domestic violence. This research is in the form of library science research or literature using qualitative methods. The results of this study are: Domestic violence can be defined as domestic violence can be defined as an act against a person, especially a woman, which causes physical, sexual, psychological, and/or domestic neglect. It also includes threats to commit such acts, coercion, or unlawful deprivation of liberty within the scope of the household. The dominance of power is also very influential in domestic violence because, with the power held by someone, other people in the social strata will submit to the owner of the power. Qiraah mubadalah can be a solution when domestic violence cases occur through the principles of mitsaqan ghalidzo, hunna libasun lakum wa antum libasun lahunna, muasyarah bil maruf, tasyawurin, and Taradhim min huma.''


'''''Kata Kunci:''' Qira’ah Mubadalah, Maqashid Syariah, Hak Anak, Perceraian.''
'''''Keywords:''' Solution, Domestic Violence, Qiraah Mubadalah.''  
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]

Revisi per 7 April 2026 10.49

JudulQiraah Mubadalah: Solution To Domestic Violence
Penulis
  • Muhammad Amin Muthohar (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang)
  • Mufidah Cholil (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang)
  • Kamalia Fitri Rizki (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang)
SeriVol. 24 No. 1 (2025)
Tahun terbit
2025-06-04
ISBN2654-9042
Download PDF

Informasi Artikel Jurnal:

Sumber : Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Seri : Vol. 24 No. 1 (2025)
Penulis : Muhammad Amin Muthohar, Mufidah Cholil, Kamalia Fitri Rizki
DOI : -

Abstract

The study of domestic violence is very important to discuss because with the existence of domestic violence, various new thoughts and solutions emerge, one of which is qiraah mubadalah. This article aims to describe domestic violence, the involvement of power in domestic violence, and qiraah mubadalah as a solution to domestic violence. This research is in the form of library science research or literature using qualitative methods. The results of this study are: Domestic violence can be defined as domestic violence can be defined as an act against a person, especially a woman, which causes physical, sexual, psychological, and/or domestic neglect. It also includes threats to commit such acts, coercion, or unlawful deprivation of liberty within the scope of the household. The dominance of power is also very influential in domestic violence because, with the power held by someone, other people in the social strata will submit to the owner of the power. Qiraah mubadalah can be a solution when domestic violence cases occur through the principles of mitsaqan ghalidzo, hunna libasun lakum wa antum libasun lahunna, muasyarah bil maruf, tasyawurin, and Taradhim min huma.

Keywords: Solution, Domestic Violence, Qiraah Mubadalah.