Dinamika Demokrasi Kongres II FORMASI Disabilitas: M. Ismail Terpilih Sebagai Nahkoda Baru Periode 2025-2028: Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi ''''<u>Informasi Artikel:</u>''' {| |Sumber Original |: |[https://sapdajogja.org/2025/03/perempuan-disabilitas-bergerak-20-perempuan-penyandang-disabilitas-dari-seluruh-indonesia-ikuti-sekolah-perempuan-disabilitas-tahap-pertama-yang-diselenggarakan-oleh-sapda-dengan-dukungan-women/ SAPDA] |- |Tanggal Terbit |: |2025 |- |Penulis |: |Media SAPDA |} {| |Artikel Lengkap: [https://sapdajogja.org/2025/03/perempuan-disabilitas-bergerak-20-perempuan-penyandang-disabilita...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber Original | |Sumber Original | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://formasidisabilitas.id/2025/12/dinamika-demokrasi-kongres-ii-formasi-disabilitas-m-ismail-terpilih-sebagai-nahkoda-baru-periode-2025-2028/ Formasi Disabilitas] | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Terbit | |Tanggal Terbit | ||
|: | |: | ||
|2025 | |17 Des 2025 | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | | - | ||
|} | |} | ||
{| | {| | ||
|Artikel Lengkap: [https:// | |Artikel Lengkap: [https://formasidisabilitas.id/2025/12/dinamika-demokrasi-kongres-ii-formasi-disabilitas-m-ismail-terpilih-sebagai-nahkoda-baru-periode-2025-2028/ Dinamika Demokrasi Kongres II FORMASI Disabilitas: M. Ismail Terpilih Sebagai Nahkoda Baru Periode 2025-2028] | ||
|} | |} | ||
Yogyakarta – Forum Masyarakat Pemantau untuk Indonesia Inklusif Disabilitas (FORMASI Disabilitas) sukses menggelar perhelatan akbarnya, Kongres Nasional ke-2, yang berlangsung penuh khidmat dan dinamis di Pusat Rehabilitasi Yakkum (PR Yakkum), Yogyakarta, pada tanggal 16 Desember 2025. | |||
Perhelatan ini menjadi momentum strategis bagi gerakan disabilitas di Indonesia, mempertemukan gagasan dan semangat dari berbagai penjuru nusantara. | |||
Konsolidasi Nasional dan Energi Baru | |||
Kongres kali ini mencatatkan partisipasi yang luar biasa dengan kehadiran perwakilan Koordinator Wilayah (Korwil) dan anggotanya dari berbagai provinsi di Indonesia yang diikutsertakan secara hybrid. Kehadiran para delegasi ini menegaskan soliditas jaringan FORMASI Disabilitas dalam mengawal isu-isu inklusi di tingkat nasional maupun daerah. | |||
Selain memperkuat jejaring lama, Kongres II ini juga menyuntikkan energi baru ke dalam tubuh organisasi melalui pengukuhan 31 anggota baru yang berasal dari berbagai provinsi. Bertambahnya anggota ini diharapkan dapat memperluas jangkauan advokasi pemantauan dan memperkaya perspektif dalam perjuangan hak-hak penyandang disabilitas. | |||
Agenda kongres tidak hanya sebatas seremonial, melainkan diisi dengan pembahasan substansial melalui sidang-sidang komisi yang intensif. Terdapat tiga komisi utama yang bekerja merumuskan arah gerak organisasi: | |||
[[Kategori:Informasi dan Opini Kupibilitas]] | [[Kategori:Informasi dan Opini Kupibilitas]] | ||
[[Kategori:Berita Kupibilitas]] | [[Kategori:Berita Kupibilitas]] | ||
Revisi terkini sejak 11 April 2026 01.44
Informasi Artikel:
| Sumber Original | : | Formasi Disabilitas |
| Tanggal Terbit | : | 17 Des 2025 |
| Penulis | : | - |
| Artikel Lengkap: Dinamika Demokrasi Kongres II FORMASI Disabilitas: M. Ismail Terpilih Sebagai Nahkoda Baru Periode 2025-2028 |
Yogyakarta – Forum Masyarakat Pemantau untuk Indonesia Inklusif Disabilitas (FORMASI Disabilitas) sukses menggelar perhelatan akbarnya, Kongres Nasional ke-2, yang berlangsung penuh khidmat dan dinamis di Pusat Rehabilitasi Yakkum (PR Yakkum), Yogyakarta, pada tanggal 16 Desember 2025.
Perhelatan ini menjadi momentum strategis bagi gerakan disabilitas di Indonesia, mempertemukan gagasan dan semangat dari berbagai penjuru nusantara.
Konsolidasi Nasional dan Energi Baru
Kongres kali ini mencatatkan partisipasi yang luar biasa dengan kehadiran perwakilan Koordinator Wilayah (Korwil) dan anggotanya dari berbagai provinsi di Indonesia yang diikutsertakan secara hybrid. Kehadiran para delegasi ini menegaskan soliditas jaringan FORMASI Disabilitas dalam mengawal isu-isu inklusi di tingkat nasional maupun daerah.
Selain memperkuat jejaring lama, Kongres II ini juga menyuntikkan energi baru ke dalam tubuh organisasi melalui pengukuhan 31 anggota baru yang berasal dari berbagai provinsi. Bertambahnya anggota ini diharapkan dapat memperluas jangkauan advokasi pemantauan dan memperkaya perspektif dalam perjuangan hak-hak penyandang disabilitas.
Agenda kongres tidak hanya sebatas seremonial, melainkan diisi dengan pembahasan substansial melalui sidang-sidang komisi yang intensif. Terdapat tiga komisi utama yang bekerja merumuskan arah gerak organisasi: