2026 Resolving Domestic Violence Issues: The Contribution of KUPI Interpretation in Gender-Responsive Qur’anic Interpretation: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 34: | Baris 34: | ||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal]] | [[Kategori:Artikel Jurnal]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal | [[Kategori:Artikel Jurnal KUPI]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal | [[Kategori:Artikel Jurnal KUPI 2026]] | ||
Revisi terkini sejak 14 April 2026 09.39
| Judul | Resolving Domestic Violence Issues: The Contribution of KUPI Interpretation in Gender-Responsive Qur’anic Interpretation |
|---|---|
| Penulis |
|
| Seri | Vol. 5 No. 1 (2026): March |
Tahun terbit | 2026-03-15 |
| ISBN | 2962-9314 |
| Download PDF | |
Informasi Artikel Jurnal:
| Sumber | : | Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir |
| Seri | : | Vol. 5 No. 1 (2026): March |
| Penulis | : | Sabila Dwi Jayanti, Muhammad Kudhori |
| DOI | : | https://doi.org/10.58363/alfahmu.v5i1.973 |
| : | Download PDF |
Abstrak
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi masalah signifikan di Indonesia, dengan jumlah kasus yang tinggi setiap tahunnya. Banyak kasus ini terkait dengan ketidaksetaraan gender, dan penafsiran yang keliru terhadap ayat-ayat Al-Qur’an sering kali membenarkan praktik patriarkal dalam pernikahan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran KUPI terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan KDRT dan mengeksplorasi bagaimana tafsir progresif ini menawarkan solusi terhadap ketidaksetaraan gender dalam keluarga.Pendekatan kualitatif deskriptif analitis digunakan, dengan data yang diperoleh dari fatwa KUPI, literatur akademik terkait, serta wawancara dengan ulama perempuan yang terlibat dalam KUPI.Penelitian ini menemukan bahwa tafsir KUPI terhadap ayat-ayat seperti QS. al-Nisa’[4]: 34 dan QS. al-Baqarah [2]: 233 menekankan kesetaraan, penghormatan, dan keadilan, menolak kekerasan dan memperkuat hak saling dalam pernikahan.Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan tafsir Al-Qur’an yang responsif terhadap gender dan menawarkan wawasan baru dalam mengatasi KDRT melalui hukum Islam.Untuk penelitian lanjutan, disarankan adanya studi berbasis lapangan yang meneliti dampak aktual tafsir KUPI terhadap pencegahan KDRT di masyarakatMuslim, termasuk melalui wawancara dengan korban, pendamping, dan ulama perempuan yang terlibat langsung.
Kata Kunci: Kekerasan dalam Rumah Tangga;Kesetaraan Gender;Hukum Islam;KUPI;Penafsiran Al-Qur’an
Abstract: Domestic violence (KDRT) remains a significant issue in Indonesia, with high numbers of reported cases each year. Many of these cases are linked to gender inequality, and misinterpretations of Qur’anic verses often justify patriarchal practices within marriage. This study aims to analyze the interpretations of KUPI (Indonesian Women Ulama Congress) regarding Qur’anic verses related to KDRT and to explore how their progressive interpretations offer solutions to gender inequality in domestic settings. A qualitative, descriptive-analytical approach was used, with data sourced from KUPI’s fatwas, related academic literature, and interviews with gender-responsive scholars involved in KUPI. The study finds that KUPI’s interpretations of verses such as QS. al-Nisa’ [4]: 34 and QS. al-Baqarah [2]: 233 emphasizes equality, respect, and justice, rejecting violence and reinforcing mutual rights within marriage. This research contributes to the development of gender-responsive Qur’anic interpretation and offers new insights into addressing KDRT through Islamic law. For further research, it is recommended that field-based studies be conducted to examine the actual impact of KUPI interpretations on the prevention of domestic violence in Muslim communities, including through interviews with victims, advocates, and female religious scholars who are directly involved.
Keywords: Domestic Violence;Gender Equality;Islamic Law;KUPI;Qur’anic Interpretation