Ulama Perempuan Malaysia Inginkan Cedaw Diterapkan Berbagai Negara: Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi 'Ulama perempuan yang juga merupakan feminis Malayasia, Zaenah Anwar menyatakan, ulama perempuan memiliki peran penting di tengah-tengah masyarakat. Zaenah menginginka...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 17: | Baris 17: | ||
Rmoljabar.com, 25 April 2017 | Rmoljabar.com, 25 April 2017 | ||
''Sumber: | ''Sumber: http://www.rmoljabar.com/read/2017/04/25/41518/Ulama-Perempuan-Malaysia-Inginkan-CEDAW-Diterapkan-Berbagai-Negara-'' | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
Revisi per 29 Agustus 2021 00.21
Ulama perempuan yang juga merupakan feminis Malayasia, Zaenah Anwar menyatakan, ulama perempuan memiliki peran penting di tengah-tengah masyarakat.
Zaenah menginginkan, ulama perempuan berperan aktif dalam membangun penglaman yang baik dalam menginterpretasi ayat-ayat Al-Quran dan menyelaraskannya dengan semangat kesetaraan.
"Kami ingin membangun kepercayaan perempuan, bahwa dalam Islam itu tidak ada diskriminasi. Justru menjunjung tinggi peran perempuan," ungkapnya dalam Seminar Internasional Ulama Perempuan yang digelar di gedung Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (25/4).
Zaenah menegaskan, pihaknya mendorong agar Convention on Elimination of All Forms of Discrimation Againts Women (CEDAW) diterapkan diberbagai negara yang masih menerapkan hukum syariah. Thailand dan Nigeria, sambungnya, kedua negara yang rutin ia datangi untuk kampanye CEDAW.
"Di sana (Thailand dan Nigeria, red) kami akan melakukan penelitian tematik. Tujuannya ingin melihat bagaimana CEDAW bisa dipraktikan di sana," ungkapnya.
Kendati demikian, Zaenah mengakui, memperjuangkan kesetaraan perempuan sering dihadang tantangan yang cukup besar. Namun, di mata Zaenah, Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup baik dalam menerapkan kesetaraan terhadap perempuan.
"Hanya saja Indonesia kurang menjual hal tersebut ke publik," tandasnya. [nif]
Rmoljabar.com, 25 April 2017