Lompat ke isi

2025 Implementation of Hadanah by Single Parents as A Result of Divorce in Indonesia Perspective of Maqashid Syariah and Qira'ah Mubadalah: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title=Qiraah Mubadalah: Sebuah Alternatif Metode Tafsir Dan Praktek Kehidupan|author=*Nur Sa’adah Harahap *Junida Sari Hasibuan *Sakinah Azzahra Hsb *Musa Azhari *Nur Sania Dasopang (Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan)|title_orig=Qiraah Mubadalah: Sebuah Alternatif Metode Tafsir Dan Praktek Kehidupan|name=|issn=3026-2917|note=[https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZa...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title=Qiraah Mubadalah: Sebuah Alternatif Metode Tafsir Dan Praktek Kehidupan|author=*Nur Sa’adah Harahap
{{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title=Implementation of Hadanah by Single Parents as A Result of Divorce in Indonesia Perspective of Maqashid Syariah and Qira'ah Mubadalah|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia)
*Junida Sari Hasibuan
*Afif Muamar (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia)
*Sakinah Azzahra Hsb
*Muhammad Feby Ridho Pangestu (University of Jordan, Yordania)
*Musa Azhari
*Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo, Egypt)|title_orig=Implementation of Hadanah by Single Parents as A Result of Divorce in Indonesia Perspective of Maqashid Syariah and Qira'ah Mubadalah|name=|issn=3063-587x|note=[https://journal.brajamustipublication.com/index.php/jim/article/view/22 (Download Original)]|pub_date=2025-05-28|series=Vol. 2 No. 1 June (2025)|image=Berkas:JIM vol2 no1.png|image_caption=|sumber=[https://journal.brajamustipublication.com/index.php/jim/article/view/22 Journal of Islamic Mubadalah]|doi=[https://doi.org/10.70992/njf6bt59 https://doi.org/10.70992/njf6bt59]}}'''Abstrak:''' Meningkatnya angka perceraian di Indonesia telah membawa dampak signifikan terhadap dinamika keluarga, khususnya dalam pelaksanaan hak asuh anak (hadanah) oleh ibu tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk  mengeksplorasi  dan  menganalisis  pelaksanaan hadanaholeh  ibu tunggal  pasca  perceraian  dengan menggunakan  pendekatan  teori Maqashid  Syariahdan Qira’ah  Mubadalah(sebagaimana  dirumuskan  oleh Faqihuddin Abul Kodir). Dengan metode kualitatif melalui pendekatan studi pustaka, penelitian ini dirancang untuk  mengungkap  pemahaman  yang  mendalam,  normatif,  dan  kontekstual  terkait  praktik hadanahdi Indonesia. Penelitian ini didasarkan pada data yang bersumber dari artikel jurnal, buku, dan laporan statistik yang relevan (termasuk data BPS tentang perceraian). Temuan menunjukkan bahwa pelaksanaan hak asuh seringkali menghadapi persoalan sistemik seperti tidak adanya tanggung jawab finansial yang adil dari pihak ayah,  yang  pada  akhirnya  menimbulkan  beban  yang  tidak  proporsional  pada  ibu.  Kondisi  ini  belum sepenuhnya memenuhi lima dimensi Maqashid Syariah(hifz ad-din, hifz an-nafs, hifz al-‘aql, hifz an-nasl, hifz al-mal),  serta  belum  mencerminkan  prinsip  etis Qira’ah  Mubadalahseperti taradhin, tashawur,  dan mu’asyarah bil ma’ruf. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap wacana praktik hak asuh yang berkeadilan gender dalam pemikiran hukum Islam dan hukum keluarga di Indonesia.
*Nur Sania Dasopang
(Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan)|title_orig=Qiraah Mubadalah: Sebuah Alternatif Metode Tafsir Dan Praktek Kehidupan|name=|issn=3026-2917|note=[https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/4185 (Download Original)]
[(Download Alternatif)]|pub_date=2026-01-26|series=Vol. 4 No. 1 (2026)|image=Berkas:Al Zayn vol4 no1.png|image_caption=|sumber=[https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/4185 Al-Zayn; Jurnal Ilmu Sosial & Hukum]|doi=[https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4185 doi.org/10.61104/alz.v4i1.4185]}}'''Abstrak'''


Artikel ini mengkaji Qiraah Mubadalah sebagai metode tafsir yang ditujukan untuk mengoreksi bias patriarkal dalam penafsiran teks keagamaan. Selama ini, sebagian tafsir Al-Qur’an dan hadis cenderung memosisikan perempuan secara subordinat, padahal Islam berlandaskan keadilan, kesalingan, dan penghormatan martabat manusia. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan hermeneutis untuk menelaah konsep dasar Mubadalah, landasan teologisnya dalam tauhid, serta penerapannya pada ayat dan hadis yang berkaitan dengan relasi gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mubadalah menempatkan laki-laki dan perempuan sebagai subjek moral yang setara, dengan prinsip bahwa nilai etis dalam teks berlaku timbal balik selama tidak ada dalil khusus yang membatasinya. Pendekatan ini menghasilkan pembacaan yang lebih kontekstual dan adil, sekaligus menawarkan paradigma kemitraan dalam keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, Qiraah Mubadalah relevan sebagai alternatif metode tafsir yang mendukung keadilan gender dalam kerangka syariat.
'''Kata Kunci:''' Hadanah, Ibu Tunggal, Perceraian, Maqashid Syariah, Qira’ah Mubadalah


'''''Kata Kunci:''' Qiraah Mubadalah, tafsir, gender, kesalingan, hermeneutika''
'''''Abstract:''' The rising divorce rate in Indonesia has had a significant impact on family dynamics, particularly in the implementation of child custody (hadanah) by single mothers. Thisstudy aims to explore and analyze the implementation of hadanahby single mothers after divorce using the theoretical approaches of Maqashid Syariahand Qira’ah Mubadalah(as formulated by Faqihuddin Abul Kodir). Employing a qualitative method through a literature review approach, this research is designed to uncover a deep, normative, and contextual understanding of hadanahpractices in Indonesia. The study is based on data sourced from journal articles, books,  and  relevant  statistical  reports  (including  BPS  data  on  divorce).  The  findings  indicate  that  the implementation  of  child  custody  often  faces  systemic  issues,  such  as the  lack  of  equitable  financial responsibility from fathers, ultimately placing a disproportionate burden on mothers. These conditions do not fully meet the five dimensions of Maqashid Syariah(hifz ad-din, hifz an-nafs, hifzal-‘aql, hifz an-nasl, hifz al-mal),  nor  do  they  reflect  the  ethical  principles  of Qira’ah  Mubadalahsuch  as taradhin,  tashawur, andmu’asyarah bil ma’ruf. Therefore, this research contributes to the discourse on gender-just custody practices within Islamic legal thought and Indonesian family law.''


'''''Abstract:''' This article examines Qiraah Mubadalah as a method of interpretation aimed at correcting patriarchal bias in the interpretation of religious texts. Until now, some interpretations of the Qur'an and hadith have tended to position women as subordinate, even though Islam is based  on  justice,  reciprocity,  and  respect  for  human  dignity.  This  study  uses  a  library research method with a hermeneutic approach to examine the basic concepts of Mubadalah, its  theological  foundations  in  tawhid, and  its  application  to  versesand  hadiths  related  to gender relations. The results of the study show that Mubadalah places men and women as equal moral subjects, with the principle that ethical values in the text apply reciprocally as long  as  there  are  no  specific  arguments  that  limitthem.  This  approach  produces  a  more contextual  and  fair  reading, while  offering  a  paradigm  of  partnership  in  the  family  and society. Thus, Qiraah Mubadalah is relevant as an alternative method of interpretation that supports gender justice within the framework of Sharia.''
'''''Keywords:''' Hadanah, Single-Parent Mothers, Divorce, Maqashid Syariah, Qira’ah Mubadalah.''
 
'''''Keywords:''' Qiraah Mubadalah, interpretation, gender, reciprocity, hermeneutics''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]

Revisi terkini sejak 21 April 2026 10.08

JudulImplementation of Hadanah by Single Parents as A Result of Divorce in Indonesia Perspective of Maqashid Syariah and Qira'ah Mubadalah
Penulis
  • Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia)
  • Afif Muamar (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia)
  • Muhammad Feby Ridho Pangestu (University of Jordan, Yordania)
  • Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo, Egypt)
SeriVol. 2 No. 1 June (2025)
Tahun terbit
2025-05-28
ISSN3063-587x
DOIhttps://doi.org/10.70992/njf6bt59
Sumber OriginalJournal of Islamic Mubadalah
(Download Original)

Abstrak: Meningkatnya angka perceraian di Indonesia telah membawa dampak signifikan terhadap dinamika keluarga, khususnya dalam pelaksanaan hak asuh anak (hadanah) oleh ibu tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pelaksanaan hadanaholeh ibu tunggal pasca perceraian dengan menggunakan pendekatan teori Maqashid Syariahdan Qira’ah Mubadalah(sebagaimana dirumuskan oleh Faqihuddin Abul Kodir). Dengan metode kualitatif melalui pendekatan studi pustaka, penelitian ini dirancang untuk mengungkap pemahaman yang mendalam, normatif, dan kontekstual terkait praktik hadanahdi Indonesia. Penelitian ini didasarkan pada data yang bersumber dari artikel jurnal, buku, dan laporan statistik yang relevan (termasuk data BPS tentang perceraian). Temuan menunjukkan bahwa pelaksanaan hak asuh seringkali menghadapi persoalan sistemik seperti tidak adanya tanggung jawab finansial yang adil dari pihak ayah, yang pada akhirnya menimbulkan beban yang tidak proporsional pada ibu. Kondisi ini belum sepenuhnya memenuhi lima dimensi Maqashid Syariah(hifz ad-din, hifz an-nafs, hifz al-‘aql, hifz an-nasl, hifz al-mal), serta belum mencerminkan prinsip etis Qira’ah Mubadalahseperti taradhin, tashawur, dan mu’asyarah bil ma’ruf. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap wacana praktik hak asuh yang berkeadilan gender dalam pemikiran hukum Islam dan hukum keluarga di Indonesia.

Kata Kunci: Hadanah, Ibu Tunggal, Perceraian, Maqashid Syariah, Qira’ah Mubadalah

Abstract: The rising divorce rate in Indonesia has had a significant impact on family dynamics, particularly in the implementation of child custody (hadanah) by single mothers. Thisstudy aims to explore and analyze the implementation of hadanahby single mothers after divorce using the theoretical approaches of Maqashid Syariahand Qira’ah Mubadalah(as formulated by Faqihuddin Abul Kodir). Employing a qualitative method through a literature review approach, this research is designed to uncover a deep, normative, and contextual understanding of hadanahpractices in Indonesia. The study is based on data sourced from journal articles, books, and relevant statistical reports (including BPS data on divorce). The findings indicate that the implementation of child custody often faces systemic issues, such as the lack of equitable financial responsibility from fathers, ultimately placing a disproportionate burden on mothers. These conditions do not fully meet the five dimensions of Maqashid Syariah(hifz ad-din, hifz an-nafs, hifzal-‘aql, hifz an-nasl, hifz al-mal), nor do they reflect the ethical principles of Qira’ah Mubadalahsuch as taradhin, tashawur, andmu’asyarah bil ma’ruf. Therefore, this research contributes to the discourse on gender-just custody practices within Islamic legal thought and Indonesian family law.

Keywords: Hadanah, Single-Parent Mothers, Divorce, Maqashid Syariah, Qira’ah Mubadalah.