Lompat ke isi

2025 Mubadalah as a Pillar of Family Resilience in Indonesia in Facing the Challenges of Information Disruption: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title=Qiraah Mubadalah: Sebuah Alternatif Metode Tafsir Dan Praktek Kehidupan|author=*Nur Sa’adah Harahap *Junida Sari Hasibuan *Sakinah Azzahra Hsb *Musa Azhari *Nur Sania Dasopang (Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan)|title_orig=Qiraah Mubadalah: Sebuah Alternatif Metode Tafsir Dan Praktek Kehidupan|name=|issn=3026-2917|note=[https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZa...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title=Qiraah Mubadalah: Sebuah Alternatif Metode Tafsir Dan Praktek Kehidupan|author=*Nur Sa’adah Harahap
{{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title=Mubadalah as a Pillar of Family Resilience in Indonesia in Facing the Challenges of Information Disruption|author=*Fathul Muin (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia)
*Junida Sari Hasibuan
*Susi Nurkholidah (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia)
*Sakinah Azzahra Hsb
*Diah Mukminatul Hasyimi (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia)
*Musa Azhari
*Farah Batrisyia Binti Mohd Ridzwan (Universiti Sains Islam Malaysia, Malaysia)
*Nur Sania Dasopang
*Sakirman (Institut Agama Islam Negeri Metro, Lampung, Indonesia)|title_orig=Mubadalah as a Pillar of Family Resilience in Indonesia in Facing the Challenges of Information Disruption|name=|issn=3063-587x|note=[https://journal.brajamustipublication.com/index.php/jim/article/view/20/16 (Download Original)]|pub_date=2025-05-28|series=Vol. 2 No. 1 June (2025)|image=Berkas:JIM vol2 no1.png|image_caption=|sumber=[https://journal.brajamustipublication.com/index.php/jim/article/view/20 Journal of Islamic Mubadalah]|doi=[https://doi.org/10.70992/tamhse32 https://doi.org/10.70992/tamhse32]}}'''Abstrak:''' Artikel  ini  tentang  konsep mubadalahsebagai  pilar  ketahanan  keluarga  di  Indonesia  dalam menghadapi  tantangan  era  disrupsi  informasi.  Kehidupan  keluarga  era  disrupsi  informasi,  menghadapi tantangan  besar  khususnya  relasi  suami  istri. Tujuan  artikel  ini menganalisis mubadalahsebagai  pilar ketahanan  rumah  tangga  di  Indonesia  di  tengah  disrupsi  informasi.  Metode  penelitian  ini  menggunakan kualitatif,  sumber  data  diperoleh  dari  bahan  kepustakaan.  Analisis  datanya  menggunakan  teori  kesalingan atau mubadalah. Hasil penelitian ditemukan bahwa era disrupsi informasi muncul tantangan bagi kehidupan keluarga  seperti  misinformasi,  penurunan  kualitas  komunikasi  interpersonal,  kecanduan  teknologi  yang berdampak  terhadap  ketidakharmonisan  keluarga.  Konsep mubadalah,  memiliki  relevansi  yang  signifikan dalam  memperkuat  ketahanan  keluarga  di  Indonesia  dalam  menghadapi  tantangan  tersebut. Mubadalahmenawarkan pendekatan holistik untuk menjaga keharmonisan dan stabilitas keluarga. Prinsip mubadalah, yang menekankan keadilan, kesetaraan, dan kerja sama antara anggota keluarga, dapat menjadi pilar utama dalam membangun hubungan yang saling mendukung, penuh penghormatan, dan berorientasi pada solusi. Mubadalahtidak hanya relevan sebagai konsep keagamaan, tetapi juga sebagai solusi praktis dalam menjawab dinamika sosial yang semakin kompleks di era modern.
(Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan)|title_orig=Qiraah Mubadalah: Sebuah Alternatif Metode Tafsir Dan Praktek Kehidupan|name=|issn=3026-2917|note=[https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/4185 (Download Original)]
[(Download Alternatif)]|pub_date=2026-01-26|series=Vol. 4 No. 1 (2026)|image=Berkas:Al Zayn vol4 no1.png|image_caption=|sumber=[https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/4185 Al-Zayn; Jurnal Ilmu Sosial & Hukum]|doi=[https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4185 doi.org/10.61104/alz.v4i1.4185]}}'''Abstrak'''


Artikel ini mengkaji Qiraah Mubadalah sebagai metode tafsir yang ditujukan untuk mengoreksi bias patriarkal dalam penafsiran teks keagamaan. Selama ini, sebagian tafsir Al-Qur’an dan hadis cenderung memosisikan perempuan secara subordinat, padahal Islam berlandaskan keadilan, kesalingan, dan penghormatan martabat manusia. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan hermeneutis untuk menelaah konsep dasar Mubadalah, landasan teologisnya dalam tauhid, serta penerapannya pada ayat dan hadis yang berkaitan dengan relasi gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mubadalah menempatkan laki-laki dan perempuan sebagai subjek moral yang setara, dengan prinsip bahwa nilai etis dalam teks berlaku timbal balik selama tidak ada dalil khusus yang membatasinya. Pendekatan ini menghasilkan pembacaan yang lebih kontekstual dan adil, sekaligus menawarkan paradigma kemitraan dalam keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, Qiraah Mubadalah relevan sebagai alternatif metode tafsir yang mendukung keadilan gender dalam kerangka syariat.
'''''Kata Kunci:''' Disrupsi Informasi, Ketahanan Rumah Tangga, Mubadalah''


'''''Kata Kunci:''' Qiraah Mubadalah, tafsir, gender, kesalingan, hermeneutika''
'''''Abstract:''' This article is about the concept of mubadalahas a pillar of family resilience in Indonesia in facing the challenges of the era of information disruption. Family life in the era of information disruption faces major challenges, especially  husband  and  wife  relations.  The  purpose  of  this  article  is  to analyze mubadalahas  a pillar  of  household  resilience  in  Indonesia  amidst  information  disruption.  This  research  method  uses kualitative, data sources are obtained from library materials. The data analysis uses the theory of mutuality or mubadalah. The results of the study found that the era of information disruption has given rise to challenges for  family  life  such  as  misinformation, decreased  quality  of  interpersonal  communication, technology addiction which has an impact on family disharmony. The concept of mubadalahhas significant relevance in strengthening family resilience in Indonesia in facing these challenges. Mubadalahoffers a holistic approach to maintaining family harmony and stability. The principle of mubadalah, which emphasizes justice, equality, and cooperation between family members, can be the main pillar in building relationships that are mutually supportive, respectful, and solution-oriented. Mubadalahis not only relevant as a religious concept,howeveralso as a practical solution in responding to the increasingly complex social dynamics in the modern era.''


'''''Abstract:''' This article examines Qiraah Mubadalah as a method of interpretation aimed at correcting patriarchal bias in the interpretation of religious texts. Until now, some interpretations of the Qur'an and hadith have tended to position women as subordinate, even though Islam is based  on  justice,  reciprocity,  and  respect  for  human  dignity.  This  study  uses  a  library research method with a hermeneutic approach to examine the basic concepts of Mubadalah, its  theological  foundations  in  tawhid, and  its  application  to  versesand  hadiths  related  to gender relations. The results of the study show that Mubadalah places men and women as equal moral subjects, with the principle that ethical values in the text apply reciprocally as long  as  there  are  no  specific  arguments  that  limitthem.  This  approach  produces  a  more contextual  and  fair  reading,  while  offering  a  paradigm  of  partnership  in  the  family  and society. Thus, Qiraah Mubadalah is relevant as an alternative method of interpretation that supports gender justice within the framework of Sharia.''
'''''Keywords:''' Information Disruption, Household Resilience, Mubadalah''
 
'''''Keywords:''' Qiraah Mubadalah, interpretation, gender, reciprocity, hermeneutics''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]

Revisi terkini sejak 21 April 2026 10.39

JudulMubadalah as a Pillar of Family Resilience in Indonesia in Facing the Challenges of Information Disruption
Penulis
  • Fathul Muin (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia)
  • Susi Nurkholidah (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia)
  • Diah Mukminatul Hasyimi (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia)
  • Farah Batrisyia Binti Mohd Ridzwan (Universiti Sains Islam Malaysia, Malaysia)
  • Sakirman (Institut Agama Islam Negeri Metro, Lampung, Indonesia)
SeriVol. 2 No. 1 June (2025)
Tahun terbit
2025-05-28
ISSN3063-587x
DOIhttps://doi.org/10.70992/tamhse32
Sumber OriginalJournal of Islamic Mubadalah
(Download Original)

Abstrak: Artikel ini tentang konsep mubadalahsebagai pilar ketahanan keluarga di Indonesia dalam menghadapi tantangan era disrupsi informasi. Kehidupan keluarga era disrupsi informasi, menghadapi tantangan besar khususnya relasi suami istri. Tujuan artikel ini menganalisis mubadalahsebagai pilar ketahanan rumah tangga di Indonesia di tengah disrupsi informasi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif, sumber data diperoleh dari bahan kepustakaan. Analisis datanya menggunakan teori kesalingan atau mubadalah. Hasil penelitian ditemukan bahwa era disrupsi informasi muncul tantangan bagi kehidupan keluarga seperti misinformasi, penurunan kualitas komunikasi interpersonal, kecanduan teknologi yang berdampak terhadap ketidakharmonisan keluarga. Konsep mubadalah, memiliki relevansi yang signifikan dalam memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia dalam menghadapi tantangan tersebut. Mubadalahmenawarkan pendekatan holistik untuk menjaga keharmonisan dan stabilitas keluarga. Prinsip mubadalah, yang menekankan keadilan, kesetaraan, dan kerja sama antara anggota keluarga, dapat menjadi pilar utama dalam membangun hubungan yang saling mendukung, penuh penghormatan, dan berorientasi pada solusi. Mubadalahtidak hanya relevan sebagai konsep keagamaan, tetapi juga sebagai solusi praktis dalam menjawab dinamika sosial yang semakin kompleks di era modern.

Kata Kunci: Disrupsi Informasi, Ketahanan Rumah Tangga, Mubadalah

Abstract: This article is about the concept of mubadalahas a pillar of family resilience in Indonesia in facing the challenges of the era of information disruption. Family life in the era of information disruption faces major challenges, especially husband and wife relations. The purpose of this article is to analyze mubadalahas a pillar of household resilience in Indonesia amidst information disruption. This research method uses kualitative, data sources are obtained from library materials. The data analysis uses the theory of mutuality or mubadalah. The results of the study found that the era of information disruption has given rise to challenges for family life such as misinformation, decreased quality of interpersonal communication, technology addiction which has an impact on family disharmony. The concept of mubadalahhas significant relevance in strengthening family resilience in Indonesia in facing these challenges. Mubadalahoffers a holistic approach to maintaining family harmony and stability. The principle of mubadalah, which emphasizes justice, equality, and cooperation between family members, can be the main pillar in building relationships that are mutually supportive, respectful, and solution-oriented. Mubadalahis not only relevant as a religious concept,howeveralso as a practical solution in responding to the increasingly complex social dynamics in the modern era.

Keywords: Information Disruption, Household Resilience, Mubadalah