Lompat ke isi

Kebijakan Publik dan Ideologi Kenormalan: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
'''Informasi Artikel:'''
{{Infobox berita, opini|italic title=Kebijakan Publik dan Ideologi Kenormalan|sumber=[https://mubadalah.id/kebijakan-publik-dan-ideologi-kenormalan/ Mubadalah.id]|name=|author=Muhammad Taufik Ismail|title_orig=Kebijakan Publik dan Ideologi Kenormalan|pub_date=2 Maret 2026|image=Berkas:Mubadalah.id.png|note=''*)Artikel ini merupakan hasil dari Mubadalah goes to Community Surakarta, kerjasama Media Mubadalah dengan UPT Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta.''}}'''Mubadalah.id -''' Salah satu ciri utama masyarakat modern adalah kecenderungan menstandarkan hampir seluruh aspek kehidupan. [[Lembaga]] pendidikan menetapkan standar kecerdasan untuk menentukan siapa yang layak masuk sekolah. Perusahaan menetapkan standar kemampuan untuk merekrut pekerja. Kebijakan ini juga semakin meluas.
{|
|Sumber Original
|:
|[https://mubadalah.id/kebijakan-publik-dan-ideologi-kenormalan/ Mubadalah.id]
|-
|Tanggal Terbit
|:
|2 Maret 2026
|-
|Penulis
|:
|Muhammad Taufik Ismail
|}
{|
|''*)Artikel ini merupakan hasil dari [[Mubadalah]] goes to Community Surakarta, kerjasama Media Mubadalah dengan UPT Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta.''
|}
'''Mubadalah.id -''' Salah satu ciri utama masyarakat modern adalah kecenderungan menstandarkan hampir seluruh aspek kehidupan. [[Lembaga]] pendidikan menetapkan standar kecerdasan untuk menentukan siapa yang layak masuk sekolah. Perusahaan menetapkan standar kemampuan untuk merekrut pekerja. Kebijakan ini juga semakin meluas.


Selain menetapkan standar pendidikan dan pekerjaan, masyarakat juga menetapkan standar fisik seperti tinggi dan berat badan ideal. Akibatnya, standar-standar tersebut tidak hanya berfungsi mengatur, tetapi juga membentuk ukuran sosial tentang siapa yang wajar dan siapa yang menyimpang.
Selain menetapkan standar pendidikan dan pekerjaan, masyarakat juga menetapkan standar fisik seperti tinggi dan berat badan ideal. Akibatnya, standar-standar tersebut tidak hanya berfungsi mengatur, tetapi juga membentuk ukuran sosial tentang siapa yang wajar dan siapa yang menyimpang.