Lompat ke isi

Blakasuta Edisi 08 Tarik Ulur Penataan PKL: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
[[Berkas:Blakasuta Vol08.jpg|kiri|nirbing|498x498px]]
{{Infobox buletin, majalah|italic title=Tarik Ulur Penataan PKL|sumber=Yayasan [[Fahmina]]|name=|image_caption=[https://kupipedia.id/index.php/Buletin_Blakasuta Buletin Blakasuta Edisi 05]|title_orig=Tarik Ulur Penataan PKL|series=Volume 08 Tahun 2004|published=Fahmina Institute|image=Berkas:Blakasuta Vol08.jpg|note=[https://drive.google.com/file/d/1ahF-bmdSN0a_wd81cnadpqJkcJHbUPzU/view?usp=drive_link Download PDF]}}''Assalamu'alaikum Wr. Wb. ...''
'''<u>Informasi Buletin:</u>'''
{|
|Sumber
|:
|Yayasan [[Fahmina]]
|-
|Nama Buletin
|:
|[[Buletin Blakasuta]]
|-
|Seri
|:
|Volume 08 Tahun 2004
|-
|Tanggal Terbit
|:
|Tahun 2004
|-
|Penerbit
|:
|Fahmina Institute
|-
|Link Download
|:
|[https://drive.google.com/file/d/1ahF-bmdSN0a_wd81cnadpqJkcJHbUPzU/view?usp=drive_link Download Blakasuta Vol.08]
|}
''Assalamu'alaikum Wr. Wb. ...''


Dalam diskusi-diskusi hukum maupun kebijakan publik, hampir bisa dipastikan bahwa PeKa-eL, atau Pedagang Kaki Lima dianggap selalu yang bersalah di hadapan pemerintah. Mereka yang mengambil trotoar jalan, merusak ketertiban, menyesakkan pejalan kaki dan mengurangi keindahan kota. Dalam setiap kesempatan, Wakil Walikota Cirebon, Bapak Agus al-Wafier sering menyampaikan bahwa yang menjad problem masyarakat Kota adalah apa yang sebut sebagai tujuh belas kaki. Kaki dua (PSK), kaki tiga (becak), kaki empat (angkot) dan kaki lima (PKL).  
Dalam diskusi-diskusi hukum maupun kebijakan publik, hampir bisa dipastikan bahwa PeKa-eL, atau Pedagang Kaki Lima dianggap selalu yang bersalah di hadapan pemerintah. Mereka yang mengambil trotoar jalan, merusak ketertiban, menyesakkan pejalan kaki dan mengurangi keindahan kota. Dalam setiap kesempatan, Wakil Walikota Cirebon, Bapak Agus al-Wafier sering menyampaikan bahwa yang menjad problem masyarakat Kota adalah apa yang sebut sebagai tujuh belas kaki. Kaki dua (PSK), kaki tiga (becak), kaki empat (angkot) dan kaki lima (PKL).