Blakasuta Edisi 51 Merawat Lingkungan dengan Mengelola Sampah: Perbedaan antara revisi
Tampilan
k Agus Munawir memindahkan halaman Blakasuta Volume 51 Merawat Lingkungan dengan Mengelola Sampah ke Blakasuta Edisi 51 Merawat Lingkungan dengan Mengelola Sampah |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox buletin, majalah|italic title=Merawat Lingkungan dengan Mengelola Sampah|sumber=Yayasan [[Fahmina]]|name=|title_orig=Merawat Lingkungan dengan Mengelola Sampah|series=Volume 50 Juli - Desember 2023|published=Fahmina Institute|image=Berkas:Blakasuta Vol51.jpg|note=[https://drive.google.com/file/d/1DhKfpeKvfDWJoiQXZpM-6ySpVoxRbecK/view?usp=drive_link Download PDF]}}Beberapa bulan belakangan, kita disuguhi pemberitaan mengenai terbakarnya tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia, seperti Bandung, Cirebon, Bekasi, Semarang, Bali dan beberapa tempat lainnya. Dalam beberapa hari petugas sibuk memadamkan api yang terus berkobar dan menimbulkan asap tebal. Tumpukan sampah yang mengering, akibat kemarau panjang, menjadi penyebab lamanya petugas memadamkan api. Ditambah lagi, angin yang terus bertiup, menyebabkan api terus merambah tumpukan sampah sebelahnya. | |||
{| | |||
|Yayasan [[Fahmina]] | |||
| | |||
| | |||
|Volume 50 Juli - Desember 2023 | |||
|Fahmina Institute | |||
|: | |||
|[https://drive.google.com/file/d/1DhKfpeKvfDWJoiQXZpM-6ySpVoxRbecK/view?usp=drive_link Download | |||
Disaat bersamaan, masyarakat sekitar mulai merasakan sesak nafas akibat menghirup udara yang bercampur asap kebakaran sampah. Satu persatu masyarakat mulai melakukan pengecekan kesehatan di puskesmas terdekat. Kebanyakan mereka yang datang ke puskesmas, merasakan batuk dan sesak nafas akibat infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Bagi masyarakat sekitar TPAS, gangguan pernafasan sudah lama dirasakan. Karena hampir setiap hari mereka menghirup bau tidak sedap yang ditimbulkan dari tumpukan sampah. Hal ini seolah menjadi takdir yang harus mereka terima apa adanya. Tidak bisa berbuat banyak kecuali hanya menerima kebijakan pemerintah yang menempatkan TPAS berada di lingkungan mereka. | Disaat bersamaan, masyarakat sekitar mulai merasakan sesak nafas akibat menghirup udara yang bercampur asap kebakaran sampah. Satu persatu masyarakat mulai melakukan pengecekan kesehatan di puskesmas terdekat. Kebanyakan mereka yang datang ke puskesmas, merasakan batuk dan sesak nafas akibat infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Bagi masyarakat sekitar TPAS, gangguan pernafasan sudah lama dirasakan. Karena hampir setiap hari mereka menghirup bau tidak sedap yang ditimbulkan dari tumpukan sampah. Hal ini seolah menjadi takdir yang harus mereka terima apa adanya. Tidak bisa berbuat banyak kecuali hanya menerima kebijakan pemerintah yang menempatkan TPAS berada di lingkungan mereka. | ||