Alissa Wahid: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi '{{Infobox person|name=Alissa Qathrunnada Munawwarah Wahid (Alissa Wahid)|birth_date=25 Juni 1973|image=Berkas:Alissa Wahid.jpg|imagesize=220px|known for=*Jaringan Gus...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 4: | Baris 4: | ||
Alissa dilahirkan di kota Jombang pada tanggal 25 Juni 1973. Alissa lahir dan menikmati masa kecilnya di kompleks pesantren Denanyar, Jombang, sebuah pesantren milik kakek dari jalur ibundanya. Dari sisi ibu, nasab Alissa bersambung dengan Kiai Bisri Syansuri, Mantan Rais Aam PBNU dan pendiri pesantren Denanyar. Sementara dari jalur ayahnya, Gus Dur, Alissa bersambung dengan Hadhratussyaikh Kiai Hasyim Asy’ari, pendiri sekaligus Rais Akbar Nahdlatul Ulama. | Alissa dilahirkan di kota Jombang pada tanggal 25 Juni 1973. Alissa lahir dan menikmati masa kecilnya di kompleks pesantren Denanyar, Jombang, sebuah pesantren milik kakek dari jalur ibundanya. Dari sisi ibu, nasab Alissa bersambung dengan Kiai Bisri Syansuri, Mantan Rais Aam PBNU dan pendiri pesantren Denanyar. Sementara dari jalur ayahnya, Gus Dur, Alissa bersambung dengan Hadhratussyaikh Kiai Hasyim Asy’ari, pendiri sekaligus Rais Akbar Nahdlatul Ulama. | ||
Kiai Husein Muhammad, seorang kiai yang disebut dekat dengan Gus Dur dalam sebuah kesempatan pernah memberi penjelasan ihwal nama Alissa. Menurut Buya Husein, Alissa adalah nama [[tokoh]] utama dalam novel berbahasa Prancis, yang dalam Bahasa Indonesia berarti “gerbang yang tertutup”. Sementara Qathrunnada adalah sebuah nama kitab tentang ilmu gramatikal Bahasa arab yang ditulis oleh seorang sarjana Bahasa besar zaman dulu, Ibnu Hisyam. Ia menulis kitab ilmu nahwu dengan judul, “Qathrunnada Wa Ball al-Shada”, yang jika diterejmahkan ke dalam Bahasa Indonesia bermakna “tetesan embun membasahi kehausan”. | Kiai [[Husein Muhammad]], seorang kiai yang disebut dekat dengan Gus Dur dalam sebuah kesempatan pernah memberi penjelasan ihwal nama Alissa. Menurut Buya Husein, Alissa adalah nama [[tokoh]] utama dalam novel berbahasa Prancis, yang dalam Bahasa Indonesia berarti “gerbang yang tertutup”. Sementara Qathrunnada adalah sebuah nama kitab tentang ilmu gramatikal Bahasa arab yang ditulis oleh seorang sarjana Bahasa besar zaman dulu, Ibnu Hisyam. Ia menulis kitab ilmu nahwu dengan judul, “Qathrunnada Wa Ball al-Shada”, yang jika diterejmahkan ke dalam Bahasa Indonesia bermakna “tetesan embun membasahi kehausan”. | ||
Dalam Kongges [[Ulama Perempuan]] Indonesia yang berlangsung perdana di Pesantren Kebon Jambu, Jawa Barat, Alissa banyak terlibat di berbagai hal. Ketika acara berlangsung ia menjabat sebagai Devisi Konten Kreatif dan Dokumentasi. | Dalam Kongges [[Ulama Perempuan]] Indonesia yang berlangsung perdana di Pesantren Kebon Jambu, Jawa Barat, Alissa banyak terlibat di berbagai hal. Ketika acara berlangsung ia menjabat sebagai Devisi Konten Kreatif dan Dokumentasi. | ||
| Baris 85: | Baris 85: | ||
|'''[[Faqihuddin Abdul Kodir]]''' | |'''[[Faqihuddin Abdul Kodir]]''' | ||
|} | |} | ||
[[Kategori:Tokoh]] | |||