Lompat ke isi

KUPI dan Perjuangan Panjang Kaum Tertindas: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi 'Kata KUPI mirip dengan 'kopi'. Ketika kami berangkat ramai-ramai dengan semangat membara dari Jombang menuju Cirebon lewat jalur utara (kota Babat) karena di jalur sel...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 7: Baris 7:
25 Mei 2017 adalah hari yang sangat membuat saya bergetar dan bersemangat untuk bangkit kembali menyuarakan isu perempuan yang pada tahun 1990-2000 saya pernah aktif bersama P3M dan selanjutnya bersama [[Rahima]]. Pada hari pertama saya mengikuti seminar internasional di IAIN Cirebon sebagai penggembira, dan pada malam hari saya mengikuti pembukaan kongres di Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringn Cirebon.
25 Mei 2017 adalah hari yang sangat membuat saya bergetar dan bersemangat untuk bangkit kembali menyuarakan isu perempuan yang pada tahun 1990-2000 saya pernah aktif bersama P3M dan selanjutnya bersama [[Rahima]]. Pada hari pertama saya mengikuti seminar internasional di IAIN Cirebon sebagai penggembira, dan pada malam hari saya mengikuti pembukaan kongres di Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringn Cirebon.


Sambutan Ketua Panitia SC, Badriyah Fayumi, MA dan pengasuh Pesantren Kebon Jambu Ibu Nyai Masriyah Amva, membuat batin tersentak dan lagi-lagi saya ingin bangkit lagi dan semakin sadar bahwa betapa uluran tangan dan pikiran kita ini sangat dibutuhkan untuk membela nasib kaum prempuan yang termarginalkan dan masih dianggap manusia nomor dua. Demi kemaslahatan hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara, sambutan yang indah dan renyah untuk didengarkan. Dan membuat lebih sempurnanya pembukaan itu adalah sholawat Samawa dan Musawa yang didendangkan oleh santri-santri putri yang cantik nan salehah.
Sambutan Ketua Panitia SC, Badriyah Fayumi, MA dan pengasuh Pesantren Kebon Jambu Ibu Nyai [[Masriyah Amva]], membuat batin tersentak dan lagi-lagi saya ingin bangkit lagi dan semakin sadar bahwa betapa uluran tangan dan pikiran kita ini sangat dibutuhkan untuk membela nasib kaum prempuan yang termarginalkan dan masih dianggap manusia nomor dua. Demi kemaslahatan hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara, sambutan yang indah dan renyah untuk didengarkan. Dan membuat lebih sempurnanya pembukaan itu adalah sholawat Samawa dan Musawa yang didendangkan oleh santri-santri putri yang cantik nan salehah.


Beberapa hal yang sempat terekam oleh ingatan saya mulai dari pembukaan hingga penutupan adalah:
Beberapa hal yang sempat terekam oleh ingatan saya mulai dari pembukaan hingga penutupan adalah:
Baris 20: Baris 20:
Persoalan lain yang juga menghebohkan adalah masalah perkawianan di bawah umur. KUPI merekomendasikan kepada pemerintah agar usia kawin dinaikkan menjadi 18 tahun. Perdebatan pun terjadi karena kenyataan di lapangan juga tak semudah memukulkan palu dalam menentukan UU. Karena itu yang harus diupayakan adalah menyadarkan masyarakat kita untuk sadar pendidikan sadar kesehatan, sadar akan pentingnya kesejahteraan keluarga dan kesadaran-kesadaran yang lain. Karena itu peran [[Ulama Perempuan]] sangat lah penting untuk ikut membangun kesadara-kesadaran tersebut.
Persoalan lain yang juga menghebohkan adalah masalah perkawianan di bawah umur. KUPI merekomendasikan kepada pemerintah agar usia kawin dinaikkan menjadi 18 tahun. Perdebatan pun terjadi karena kenyataan di lapangan juga tak semudah memukulkan palu dalam menentukan UU. Karena itu yang harus diupayakan adalah menyadarkan masyarakat kita untuk sadar pendidikan sadar kesehatan, sadar akan pentingnya kesejahteraan keluarga dan kesadaran-kesadaran yang lain. Karena itu peran [[Ulama Perempuan]] sangat lah penting untuk ikut membangun kesadara-kesadaran tersebut.


Dari presentasi ibu Dr. Nur Rofi'ah dan KH. Husein Muhammad saya sempat mencatat beberapa hal antara lain:  
Dari presentasi ibu Dr. Nur Rofiah dan KH. [[Husein Muhammad]] saya sempat mencatat beberapa hal antara lain:  


# Peran iman dan taqwa (Tauhid) dalam memperlakukan ''ma'ruf'' (baik) kepada perempuan. Yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa seringkali terjadi tidak ''ma'ruf'' terhadap perempuan oleh orang yang mengerti tentang ajaran keimanan dan ketakwaan? Misalnya KDRT, poligami, kooptasi, pemaksaan untuk hubungan seks dalam kondisi isteri sakit atau lelah dan kekerasan yang lain dengan mengatasnamakan ajaran agama.
# Peran iman dan taqwa (Tauhid) dalam memperlakukan ''ma'ruf'' (baik) kepada perempuan. Yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa seringkali terjadi tidak ''ma'ruf'' terhadap perempuan oleh orang yang mengerti tentang ajaran keimanan dan ketakwaan? Misalnya KDRT, poligami, kooptasi, pemaksaan untuk hubungan seks dalam kondisi isteri sakit atau lelah dan kekerasan yang lain dengan mengatasnamakan ajaran agama.
Baris 37: Baris 37:




'''Penulis: Umdatul Choirot'''.
'''Penulis: [[Umdatul Choirot]]'''.


''(Pengasuh PP As-Sa’idiyyah 2 Bahrul ‘Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur)''
''(Pengasuh PP As-Sa’idiyyah 2 Bahrul ‘Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur)''
[[Kategori:Refleksi]]
[[Kategori:Refleksi]]