Kongres Ulama Perempuan Indonesia Pertama Resmi Dibuka: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 2: | Baris 2: | ||
Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) yang untuk kali pertama diadakan, dibuka secara resmi oleh kalangan ulama dan pimpinan daerah di Pesantren Kebon Jambu, Babakan, Cirebon Jawa Barat. | Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) yang untuk kali pertama diadakan, dibuka secara resmi oleh kalangan ulama dan pimpinan daerah di Pesantren Kebon Jambu, Babakan, Cirebon Jawa Barat. | ||
Ketua Panitia Kongres | Ketua Panitia Kongres Ulama Perempuan Indonesia Badriyah Fayumi dalam sambutannya pada malam pembukaan Kongres Ulama Perempuan Indonesia Selasa malam (25/4) di Pesantren Kebon Jambu Babakan Cirebon Jawa Barat mengatakan, Kongres Ulama Perempuan Indonesia merupakan cita-cita bersama dari berbagai kalangan. | ||
"Kongres Ulama Perempuan Indonesia ini akan menjadi ruang perjumpaan para ulama, Pemerintah, dengan aktivis, para korban. Untuk saling berbagi pengetahuan, saling berbagi pengalaman," kata Badriyah Fayumi. | "Kongres Ulama Perempuan Indonesia ini akan menjadi ruang perjumpaan para ulama, Pemerintah, dengan aktivis, para korban. Untuk saling berbagi pengetahuan, saling berbagi pengalaman," kata Badriyah Fayumi. | ||
| Baris 8: | Baris 8: | ||
Badriyah yang merupakan Pemimpin Pesantren Mahasina di Bekasi dan pernah menjadi Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjelaskan Kongres Ulama Perempuan Indonesia yang digelar 25-27 April itu, merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi peran-peran paraulama perempuan yang selama ini dipinggirkan dan dilupakan sejarah. | Badriyah yang merupakan Pemimpin Pesantren Mahasina di Bekasi dan pernah menjadi Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjelaskan Kongres Ulama Perempuan Indonesia yang digelar 25-27 April itu, merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi peran-peran paraulama perempuan yang selama ini dipinggirkan dan dilupakan sejarah. | ||
Sementara itu, Dewan Penasehat Kongres Ulama Perempuan Indonesia Masriyah Amva menyampaikan apresiasi kepada beberapa pendeta dan ibu-ibu pimpinan Jemaat Ahmadiyah (JAI) Pusat, Aisiyah, Muhammadiyah dan sebagainya yang menghadiri Kongres Ulama Perempuan Indonesia. | Sementara itu, Dewan Penasehat Kongres Ulama Perempuan Indonesia [[Masriyah Amva]] menyampaikan apresiasi kepada beberapa pendeta dan ibu-ibu pimpinan Jemaat Ahmadiyah (JAI) Pusat, Aisiyah, Muhammadiyah dan sebagainya yang menghadiri Kongres Ulama Perempuan Indonesia. | ||
"Juga terimakasih atas kedatangan beberapa pendeta yang jauh-jauh datang ingin menghormati kami yang berlainan keyakinan. Terima kasih juga kepada ibu istri dari pimpinan Ahmadiyah Pusat. Perbedaan adalah untuk saling menghormati," kata Masriyah Amva. | "Juga terimakasih atas kedatangan beberapa pendeta yang jauh-jauh datang ingin menghormati kami yang berlainan keyakinan. Terima kasih juga kepada ibu istri dari pimpinan Ahmadiyah Pusat. Perbedaan adalah untuk saling menghormati," kata Masriyah Amva. | ||