2002 Menyusui (Ar-Radha’ah): Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 193: | Baris 193: | ||
Artinya: ''“Apa yang haram karena kelahiran haram juga sebab susuan''”.<ref>“''Fa kullu mâ hurima bi al-wilâdah wa bi sababihâ hurima bi al-radlâ’'' ” [maka setiap sesuatu yang diharamkan karena kelahiran dan sebabnya, haram pula akibat persusuan]. Baca Abi Abdillah Muhammad bin Idris al-Syafi’iy, ''al-Umm,'' Juz VIII, [Beirut: Dar al-Fikr, 1983], hlm. 332.</ref> | Artinya: ''“Apa yang haram karena kelahiran haram juga sebab susuan''”.<ref>“''Fa kullu mâ hurima bi al-wilâdah wa bi sababihâ hurima bi al-radlâ’'' ” [maka setiap sesuatu yang diharamkan karena kelahiran dan sebabnya, haram pula akibat persusuan]. Baca Abi Abdillah Muhammad bin Idris al-Syafi’iy, ''al-Umm,'' Juz VIII, [Beirut: Dar al-Fikr, 1983], hlm. 332.</ref> | ||
Maka jelaslah, implikasi hukum dalam hubungan persusuan memiliki jangkauan seluas hukum dalam hubungan nasab. Implikasi hukum yang umum dikenal adalah keharaman melakukan akad nikah, karena itu masing-masing pihak disebut ''mahram''. | Maka jelaslah, implikasi hukum dalam hubungan persusuan memiliki jangkauan seluas hukum dalam hubungan nasab. Implikasi hukum yang umum dikenal adalah keharaman melakukan [[Akad Nikah|akad nikah]], karena itu masing-masing pihak disebut ''mahram''. | ||
Hanya saja, para ulama berbeda pandangan dalam memberikan syarat dan ketentuan hukum tentang susuan yang bisa menyebabkan keharaman nikah tersebut. Titik perbedaan pandang mereka terletak pada soal berapa kali sedotan atau tegukan air susu itu diminum, jenis air susu yang bagaimana, dengan cara apa air susu itu disedot, dan hingga usia berapa bayi itu menyusu. Itulah beberapa poin yang akan menjadi fokus pembahasan berikut. | Hanya saja, para ulama berbeda pandangan dalam memberikan syarat dan ketentuan hukum tentang susuan yang bisa menyebabkan keharaman nikah tersebut. Titik perbedaan pandang mereka terletak pada soal berapa kali sedotan atau tegukan air susu itu diminum, jenis air susu yang bagaimana, dengan cara apa air susu itu disedot, dan hingga usia berapa bayi itu menyusu. Itulah beberapa poin yang akan menjadi fokus pembahasan berikut. | ||
| Baris 222: | Baris 222: | ||
<div lang="ar" dir="rtl"> | |||
<big>"لا يحرم من الرضاعة إلا ما فتق الأمعاء وكان قبل الفطام"</big> | <big>"لا يحرم من الرضاعة إلا ما فتق الأمعاء وكان قبل الفطام"</big> | ||
</div> | |||
Artinya: ''“Tidak menjadi muhram orang yang sepersusuan kecuali sebelum bayi tersebut disapih [dipisah dari ibunya]”.''<ref>Oleh Ibnu Katsir, hadits ini dinilai ''hasan shahîh''. Baca al-Hafidh ‘Imad al-Din Abi al-Fida’ Ismail Ibn Katsir al-Qurasyi al-Dimasyqiy, ''Tafsîr al-Qur’ân al-‘Adhîm,'' [Riyadl: Dar ‘Alam al-Kutub, 1997/1418], hlm. 351.</ref> | Artinya: ''“Tidak menjadi muhram orang yang sepersusuan kecuali sebelum bayi tersebut disapih [dipisah dari ibunya]”.''<ref>Oleh Ibnu Katsir, hadits ini dinilai ''hasan shahîh''. Baca al-Hafidh ‘Imad al-Din Abi al-Fida’ Ismail Ibn Katsir al-Qurasyi al-Dimasyqiy, ''Tafsîr al-Qur’ân al-‘Adhîm,'' [Riyadl: Dar ‘Alam al-Kutub, 1997/1418], hlm. 351.</ref> | ||
| Baris 231: | Baris 232: | ||
<div lang="ar" dir="rtl"> | |||
<big>"لا رضاع إلا فتق الأمعاء وكان قبل الحولين"</big> | <big>"لا رضاع إلا فتق الأمعاء وكان قبل الحولين"</big> | ||
</div> | |||
Artinya: “''Bukan saudara sepersusuan kecuali sebelum 2 tahun.”'' | Artinya: “''Bukan saudara sepersusuan kecuali sebelum 2 tahun.”'' | ||
| Baris 281: | Baris 284: | ||
<div lang="ar" dir="rtl"> | |||
<big>وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا … (البقرة، 233)</big> | <big>وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا … (البقرة، 233)</big> | ||
</div> | |||
Artinya: “''Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya….”'' (QS. ''al-Baqarah'': 233) | Artinya: “''Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya….”'' (QS. ''al-Baqarah'': 233) | ||
| Baris 287: | Baris 292: | ||
<div lang="ar" dir="rtl"> | |||
<big>وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (لقمان، 14)</big> | <big>وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (لقمان، 14)</big> | ||
</div> | |||
Artinya: ''“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”'' ''(QS. Luqmân: 14)'' | Artinya: ''“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”'' ''(QS. Luqmân: 14)'' | ||
<div lang="ar" dir="rtl"> | |||
<big>وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا (الأحقاف، 15)</big> | <big>وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا (الأحقاف، 15)</big> | ||
</div> | |||
Artinya: ''“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan … “ (QS. al-Ahqâf: 15)'' | Artinya: ''“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan … “ (QS. al-Ahqâf: 15)'' | ||
| Baris 315: | Baris 323: | ||
<div lang="ar" dir="rtl"> | |||
<big>وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى (البقرة، 282)</big> | <big>وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى (البقرة، 282)</big> | ||
</div> | |||
Artinya: ''“…Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antara kamu. Jika tidak ada dua orang laki-laki, maka [boleh] seorang laki-laki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridlai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatnya …”'' | Artinya: ''“…Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antara kamu. Jika tidak ada dua orang laki-laki, maka [boleh] seorang laki-laki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridlai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatnya …”'' | ||