Lompat ke isi

Farha Ciciek: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 3: Baris 3:


Persinggungan Farha Ciciek dengan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) sudah dimulai sejak ketika gerakan gender dan Islam berkembang di Indonesia melalui P3M (Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat), bahkan sebelum [[Rahima]], organisasi penggagas KUPI didirikan. Ciciek termasuk salah satu pendiri Rahima bersama para aktivis Muslim yang lain dan pernah menjabat sebagai direktur Rahima periode 2000-2007. Ia aktif terlibat dalam proses penyelenggaraan KUPI pada tahun 2017. Bersama Tanoker, ia aktif mengampanyekan fatwa KUPI tentang larangan kawin anak.
Persinggungan Farha Ciciek dengan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) sudah dimulai sejak ketika gerakan gender dan Islam berkembang di Indonesia melalui P3M (Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat), bahkan sebelum [[Rahima]], organisasi penggagas KUPI didirikan. Ciciek termasuk salah satu pendiri Rahima bersama para aktivis Muslim yang lain dan pernah menjabat sebagai direktur Rahima periode 2000-2007. Ia aktif terlibat dalam proses penyelenggaraan KUPI pada tahun 2017. Bersama Tanoker, ia aktif mengampanyekan fatwa KUPI tentang larangan kawin anak.
== Riwayat Hidup ==
== Riwayat Hidup ==
Perempuan berdarah campuran Arab, Jawa, Cina, dan Ambon ini lahir sebagai anak pertama dari empat bersaudara. Selepas menamatkan SMA di Surakarta, Ciciek meneruskan pendidikannya di Yogyakarta. Ia menempuh studi filsafat di Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga program strata satu. Untuk studi lanjutan, Ciciek mengambil program S2 di Pascasarjana UGM. Ciciek juga mengambil pendidikan non degree di Australian National University (ANU) selama setahun pada tahun 2005.
Perempuan berdarah campuran Arab, Jawa, Cina, dan Ambon ini lahir sebagai anak pertama dari empat bersaudara. Selepas menamatkan SMA di Surakarta, Ciciek meneruskan pendidikannya di Yogyakarta. Ia menempuh studi filsafat di Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga program strata satu. Untuk studi lanjutan, Ciciek mengambil program S2 di Pascasarjana UGM. Ciciek juga mengambil pendidikan non degree di Australian National University (ANU) selama setahun pada tahun 2005.
Baris 13: Baris 11:


Ciciek menikah dengan Suporahardjo yang sering dipanggil dengan Supo—seorang pegiat sosial. Saat ini mereka tinggal di Jember Bersama dua anak mereka, Mokhsa Imanatohu dan Zen Zero Zona.
Ciciek menikah dengan Suporahardjo yang sering dipanggil dengan Supo—seorang pegiat sosial. Saat ini mereka tinggal di Jember Bersama dua anak mereka, Mokhsa Imanatohu dan Zen Zero Zona.
== Keulamaan ==
== Keulamaan ==
Pada tahun 2009, Ciciek dan keluarga memutuskan untuk berpindah ke Ledokombo, Jember, kampung halaman suaminya. Ciciek dan Supo bersepakat untuk menemani masa-masa sepuh sang ibu dengan bahagia. Melepas seluruh kepenatan dan kepadatan Jakarta, Ciciek mantap meninggalkan ibukota. Kota yang telah memberikannya banyak pengalaman berharga. Pada satu waktu, pernah terlintas pula dalam benaknya untuk menyingkir dari kebisingan ibu kota. Kala itu, yang terpikir olehnya adalah menikmati hari-hari di Yogyakarta, bukan Jember. Saat panggilan pulang ke Jember tiba untuk menemani masa senja ibu mertua datang, Ciciek menyambutnya dengan keriangan dan rasa optimisme untuk menjalani hidup baru di desa. Ciciek berkali-kali bilang, kepulangan dirinya dan keluarga ke Jember bukan sebagaimana glorifikasikan oleh banyak media. Kepulangannya ke Jember berangkat dari sesuatu yang sangat personal, yaitu berbakti dan menemani ibu menghabiskan masa-sama senja usia.
Pada tahun 2009, Ciciek dan keluarga memutuskan untuk berpindah ke Ledokombo, Jember, kampung halaman suaminya. Ciciek dan Supo bersepakat untuk menemani masa-masa sepuh sang ibu dengan bahagia. Melepas seluruh kepenatan dan kepadatan Jakarta, Ciciek mantap meninggalkan ibukota. Kota yang telah memberikannya banyak pengalaman berharga. Pada satu waktu, pernah terlintas pula dalam benaknya untuk menyingkir dari kebisingan ibu kota. Kala itu, yang terpikir olehnya adalah menikmati hari-hari di Yogyakarta, bukan Jember. Saat panggilan pulang ke Jember tiba untuk menemani masa senja ibu mertua datang, Ciciek menyambutnya dengan keriangan dan rasa optimisme untuk menjalani hidup baru di desa. Ciciek berkali-kali bilang, kepulangan dirinya dan keluarga ke Jember bukan sebagaimana glorifikasikan oleh banyak media. Kepulangannya ke Jember berangkat dari sesuatu yang sangat personal, yaitu berbakti dan menemani ibu menghabiskan masa-sama senja usia.
Baris 39: Baris 35:


Dalam mendampingi proses bertumbuh masyarakat melalui Komunitas Tanoker, ada tantangan terbesar. Menurut Ciciek, tantangan itu adalah keberlanjutan. Ciciek saat ini sedang membangun kemandirian dan sistem yang memungkinkan seluruh kegiatan Tanoker bisa berjalan meski tanpa kehadiran dirinya atau suaminya. Menurut Ciciek, keberadaan figure memang penting, tetapi itu tidak boleh menjadi penghalang dalam perubahan atau gerakan sosial.
Dalam mendampingi proses bertumbuh masyarakat melalui Komunitas Tanoker, ada tantangan terbesar. Menurut Ciciek, tantangan itu adalah keberlanjutan. Ciciek saat ini sedang membangun kemandirian dan sistem yang memungkinkan seluruh kegiatan Tanoker bisa berjalan meski tanpa kehadiran dirinya atau suaminya. Menurut Ciciek, keberadaan figure memang penting, tetapi itu tidak boleh menjadi penghalang dalam perubahan atau gerakan sosial.
== Penghargaan/Prestasi ==
== Penghargaan/Prestasi ==
Ciciek menikmati segala aktivitasnya dengan penuh kerelaan dan kegembiraan. Tak heran jika kerja-kerjanya itu mengantarkan dirinya sebagai salah satu dari 1000 Peace Women pada tahun 2005 yang dinominasikan untuk menerima Nobel Perdamaian. Atas usahanya melakukan pendekatan alternatif demi menciptakan kesamaan gender di Indonesia, pada tahun 2007, Ashoka International menganugerahinya sebagai ''social motivator''. Pada tahun 2013, Ciciek mendapat penghargaan ''She Can Award'' dari Tupperware. Ciciek juga dianugerahi Kartini ''Award'' oleh PT Telkom pada tahun 2014. Pada tahun 2017, bersama dengan Supo, Ciciek menerima penghargaan sebagai ikon Pancasila. Ciciek juga mendapatkan penghargaan dari Radio Jember sebagai Women of The Year 2020.
Ciciek menikmati segala aktivitasnya dengan penuh kerelaan dan kegembiraan. Tak heran jika kerja-kerjanya itu mengantarkan dirinya sebagai salah satu dari 1000 Peace Women pada tahun 2005 yang dinominasikan untuk menerima Nobel Perdamaian. Atas usahanya melakukan pendekatan alternatif demi menciptakan kesamaan gender di Indonesia, pada tahun 2007, Ashoka International menganugerahinya sebagai ''social motivator''. Pada tahun 2013, Ciciek mendapat penghargaan ''She Can Award'' dari Tupperware. Ciciek juga dianugerahi Kartini ''Award'' oleh PT Telkom pada tahun 2014. Pada tahun 2017, bersama dengan Supo, Ciciek menerima penghargaan sebagai ikon Pancasila. Ciciek juga mendapatkan penghargaan dari Radio Jember sebagai Women of The Year 2020.
== Karya-Karya ==
== Karya-Karya ==
Selain berbagai inisiasi baik di bidang sosial-kemanusiaan, Ciciek juga menulis beberapa buku, di antaranya:
Selain berbagai inisiasi baik di bidang sosial-kemanusiaan, Ciciek juga menulis beberapa buku, di antaranya:
Baris 53: Baris 45:
# ''Bermain Mencerdaskan, Belajar Menyenangkan'' (Tanoker)
# ''Bermain Mencerdaskan, Belajar Menyenangkan'' (Tanoker)
# Pengasuhan Gotong Royong (Tanoker)
# Pengasuhan Gotong Royong (Tanoker)
== Daftar Bacaan Lanjutan ==
== Daftar Bacaan Lanjutan ==
Kerja-kerja Farha Ciciek bisa lebih jauh dibaca di antaranya melalui tautan berikut:
Kerja-kerja Farha Ciciek bisa lebih jauh dibaca di antaranya melalui tautan berikut: