Lompat ke isi

Roudlatul Jannah: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 2: Baris 2:
*Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cirebon 2018-sekarang
*Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cirebon 2018-sekarang
*Pengurus Forum Cirebon Kabupaten Sehat dari 2001-sekarang}}'''Nyai Hj. Roudlatul Jannah''' yang lahir di Cirebon, 12 Februari 1957 adalah pengasuh Pesantren Ass-Sai’idiyyah Gedongan, Kab. Cirebon. Selain sebagai pengasuh pesantren, Nyai Roudloh aktif sebagai pengusaha, petani, dan sekaligus penggerak di berbagai organisasi yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan anak. Pada saat [[KUPI]] 2017 di Pesantren Kebon Jambu, ia hadir sebagai peserta.
*Pengurus Forum Cirebon Kabupaten Sehat dari 2001-sekarang}}'''Nyai Hj. Roudlatul Jannah''' yang lahir di Cirebon, 12 Februari 1957 adalah pengasuh Pesantren Ass-Sai’idiyyah Gedongan, Kab. Cirebon. Selain sebagai pengasuh pesantren, Nyai Roudloh aktif sebagai pengusaha, petani, dan sekaligus penggerak di berbagai organisasi yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan anak. Pada saat [[KUPI]] 2017 di Pesantren Kebon Jambu, ia hadir sebagai peserta.
== Riwayat Hidup ==
== Riwayat Hidup ==
Nyai Roudloh merupakan anak dari KH. Imam Dimyati bin Kiai Dimyati dan Nyai Hj. Maemunah. Ia menikah dengan KH Abu Bakar Muhtarom dan dikaruniai 3 anak, yakni Muhammad Syarofil Anam, Lihayati dan Muhammad Faiz.
Nyai Roudloh merupakan anak dari KH. Imam Dimyati bin Kiai Dimyati dan Nyai Hj. Maemunah. Ia menikah dengan KH Abu Bakar Muhtarom dan dikaruniai 3 anak, yakni Muhammad Syarofil Anam, Lihayati dan Muhammad Faiz.
Baris 18: Baris 16:


Pesan Kiai Mahrus kepada Nyai Roudloh: “''Kowe ojo mulih siek, yok. Mulih ne awakmu wis duwe modal, wis duwe tanah, wis iso kanggo mangan kuwe mulih, terus ngedekne pesantren Kyai Sa’id, ben mengko ora tomak kalian santri.''” (Kamu jangan pulang dulu, ya. Kamu pulang kalau sudah punya modal, tanah, dan sudah bisa makan sendiri. Terus membesarkan pesantren Kiai Said (Gedongan). Biar nanti tidak tamak (mengharap secara berlebihan) kepada santri.”
Pesan Kiai Mahrus kepada Nyai Roudloh: “''Kowe ojo mulih siek, yok. Mulih ne awakmu wis duwe modal, wis duwe tanah, wis iso kanggo mangan kuwe mulih, terus ngedekne pesantren Kyai Sa’id, ben mengko ora tomak kalian santri.''” (Kamu jangan pulang dulu, ya. Kamu pulang kalau sudah punya modal, tanah, dan sudah bisa makan sendiri. Terus membesarkan pesantren Kiai Said (Gedongan). Biar nanti tidak tamak (mengharap secara berlebihan) kepada santri.”
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
Setelah sempat kembali lagi ke Sulawesi pada 1981, pada 1985 akhirnya Nyai Roudloh benar-benar mantap untuk menetap di Gedongan. Ia diminta bapaknya untuk meneruskan perjuangan orangtua mengurus santri dan pertanian. Pada tahun ini pula Nyai Roudloh memulai perjalanannya bersama organisasi pergerakan. Ia bergabung bersama Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dengan menjadi Sekretaris Cabang. Ia juga aktif di Aisiyah.  
Setelah sempat kembali lagi ke Sulawesi pada 1981, pada 1985 akhirnya Nyai Roudloh benar-benar mantap untuk menetap di Gedongan. Ia diminta bapaknya untuk meneruskan perjuangan orangtua mengurus santri dan pertanian. Pada tahun ini pula Nyai Roudloh memulai perjalanannya bersama organisasi pergerakan. Ia bergabung bersama Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dengan menjadi Sekretaris Cabang. Ia juga aktif di Aisiyah.  
Baris 33: Baris 29:
Nyai Roudloh juga salah satu nyai yang merintis dan ikut dalam pelatihan-pelatihan untuk para kiai dan nyai di Cirebon pada tahun-tahun awal [[Fahmina]] Institute berdiri, pada tahun 2000-an awal. Ia mengatakan bahwa dirinya sangat setuju dengan ide kesetaran gender karena ia sendiri pernah mengalami ketimpangan dan ketertindasan tersebut secara langsung.
Nyai Roudloh juga salah satu nyai yang merintis dan ikut dalam pelatihan-pelatihan untuk para kiai dan nyai di Cirebon pada tahun-tahun awal [[Fahmina]] Institute berdiri, pada tahun 2000-an awal. Ia mengatakan bahwa dirinya sangat setuju dengan ide kesetaran gender karena ia sendiri pernah mengalami ketimpangan dan ketertindasan tersebut secara langsung.


Nyai Roudloh sangat aktif dalam berorganisasi di antaranya dia juga pernah menjadi Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Jawa Barat. BKMT bersama gerakan MNH dan Fatayat pernah membuat acara kolosal dalam mengkampanyekan penurunan angka kematian ibu dan keluarga berencana yang dihadiri ribuan orang. Sebagai perempuan, Nyai Roudloh banyak mendapatkan pertanyaan terkait kemampuannya termasuk dalam berorganisasi. Akan tetapi, semua keberhasilannya membuktikan hal sebaliknya. Bahwa perempuan juga mampu melakukan hal-hal yang luar biasa.
Nyai Roudloh sangat aktif dalam berorganisasi di antaranya dia juga pernah menjadi Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Jawa Barat. BKMT bersama gerakan MNH dan Fatayat pernah membuat acara kolosal dalam mengkampanyekan penurunan angka kematian ibu dan [[Keluarga Berencana|keluarga berencana]] yang dihadiri ribuan orang. Sebagai perempuan, Nyai Roudloh banyak mendapatkan pertanyaan terkait kemampuannya termasuk dalam berorganisasi. Akan tetapi, semua keberhasilannya membuktikan hal sebaliknya. Bahwa perempuan juga mampu melakukan hal-hal yang luar biasa.


Sejauh pengalaman Nyai Roudloh, penjegalan yang yang ia alami karena perbedaan pendapat dan pemikiran biasanya dilakukan oleh para laki-laki. Termasuk konflik dan dinamika di dalam organisasi, menurutnya laki-laki selalu menjadi batu sandungan bagi perempuan. Tidak semua laki-laki memang, tapi dasar legitimasi dan oknum yang berusaha menjegal selalu mereka.
Sejauh pengalaman Nyai Roudloh, penjegalan yang yang ia alami karena perbedaan pendapat dan pemikiran biasanya dilakukan oleh para laki-laki. Termasuk konflik dan dinamika di dalam organisasi, menurutnya laki-laki selalu menjadi batu sandungan bagi perempuan. Tidak semua laki-laki memang, tapi dasar legitimasi dan oknum yang berusaha menjegal selalu mereka.