Lompat ke isi

Halaqah Paralel: Perbedaan antara revisi

Baris 248: Baris 248:


Siti Latifah asal Ledokombo, Jember, Jawa Timur. Ia berfokus untuk membangun beberapa kegiatan, seperti pengasuhan gotong royong dan sekolah bok-ebok. Inisiatif yang dibuat pada 2014 tersebut dilatarbelakangi oleh situasi di lingkungannya di mana para perempuan pergi meninggalkan kampung untuk bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri, sedangkan anak-anaknya tidak ada yang mengasuh. Adapun salah satu materi yang disampaikan dalam sekolah bok-ebok tersebut, komunikasi keluarga. Materi tersebut menjadi penting untuk dibahas karena dalam keluarga itu, sangat jarang orang tua yang dapat berkomunikasi dengan baik kepada anak. Misalnya, menanyakan kabar di sekolah ataupun meminta maaf kepada anak. Bu Latifah berharap melalui komunitas tersebut, pengasuhan anak-anak dapat dilakukan secara gotong royong melalui jargon ‘anak kita, anak kamu, anak kita semua’. [] '''(ZA)'''
Siti Latifah asal Ledokombo, Jember, Jawa Timur. Ia berfokus untuk membangun beberapa kegiatan, seperti pengasuhan gotong royong dan sekolah bok-ebok. Inisiatif yang dibuat pada 2014 tersebut dilatarbelakangi oleh situasi di lingkungannya di mana para perempuan pergi meninggalkan kampung untuk bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri, sedangkan anak-anaknya tidak ada yang mengasuh. Adapun salah satu materi yang disampaikan dalam sekolah bok-ebok tersebut, komunikasi keluarga. Materi tersebut menjadi penting untuk dibahas karena dalam keluarga itu, sangat jarang orang tua yang dapat berkomunikasi dengan baik kepada anak. Misalnya, menanyakan kabar di sekolah ataupun meminta maaf kepada anak. Bu Latifah berharap melalui komunitas tersebut, pengasuhan anak-anak dapat dilakukan secara gotong royong melalui jargon ‘anak kita, anak kamu, anak kita semua’. [] '''(ZA)'''
=== Dokumen Kegiatan: ===
{|
|Materi
|:
|Materi 1
|-
|
|
|Materi 2
|-
|
|
|Materi 3
|-
|
|
|Materi 4
|-
|Notulensi
|:
|Download
|-
|Rekaman Suara
|:
|Download
|-
|Galeri Foto
|:
|Download
|-
|Laporan Narasi
|:
|Download
|}


== Peran Tokoh Lintas Iman Dalam Kerja-kerja Keadilan Gender dan Kemanusiaan ==
== Peran Tokoh Lintas Iman Dalam Kerja-kerja Keadilan Gender dan Kemanusiaan ==
Baris 257: Baris 292:


Ada empat pembicara dalam forum ini yaitu Dr. A. Elga J. Sarapung, dengan subtema penyampaian pengalaman pelibatan perempuan dalam membangun kerja-kerja keadilan gender dan kemanusiaan. Nia Sjarifuddin, dengan subtema penyampaian pengalaman mendorong pelibatan masyarakat untuk menciptakan ruang dialog antar agama. Listia Suprobo, S.Ag, M.Hum, dengan subtema penyampaian  pengalaman pelibatan perempuan dalam membangun dialog antar agama dan Jay Ahmad, dengan subtema penyampaian “kerja-kerja komunitas dalam membangun dialog lintas iman. [] '''(ZA)'''
Ada empat pembicara dalam forum ini yaitu Dr. A. Elga J. Sarapung, dengan subtema penyampaian pengalaman pelibatan perempuan dalam membangun kerja-kerja keadilan gender dan kemanusiaan. Nia Sjarifuddin, dengan subtema penyampaian pengalaman mendorong pelibatan masyarakat untuk menciptakan ruang dialog antar agama. Listia Suprobo, S.Ag, M.Hum, dengan subtema penyampaian  pengalaman pelibatan perempuan dalam membangun dialog antar agama dan Jay Ahmad, dengan subtema penyampaian “kerja-kerja komunitas dalam membangun dialog lintas iman. [] '''(ZA)'''
=== Dokumen Kegiatan: ===
{|
|Materi
|:
|Materi 1
|-
|
|
|Materi 2
|-
|
|
|Materi 3
|-
|
|
|Materi 4
|-
|Notulensi
|:
|Download
|-
|Rekaman Suara
|:
|Download
|-
|Galeri Foto
|:
|Download
|-
|Laporan Narasi
|:
|Download
|}


== Peran Ulama Perempuan dalam Perlindungan Buruh Migran akibat Pandemi ==
== Peran Ulama Perempuan dalam Perlindungan Buruh Migran akibat Pandemi ==
Baris 288: Baris 358:


Lalu Rina menyampaikan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan, di antaranya: Pertama  upaya perlindungan itu harus berlanjut. Kedua, pemenuhan  hak pada PMI. Ketiga pencegahan  migrasi yang tidak aman atau migrasi yang beresiko. Keempat Policy Coherence itu harmonisasi kebijakan. Terakhir, Rina memberi informasi kepada peserta yang akan ke luar negeri untuk  Kalau teman install  safe travel. Aplikasi tersebut digunakan untuk melihat perwakilan WNI di negara setempat atau  negara terdekat yang tidak ada  perwakilannya. Kemudian install Portal layanan  dan perlindungan WNI. Portal tersebut adalah sistem yang dibangun untuk mencatat WNI  di luar negeri untuk mempermudah akses perlindungan. [] '''(ZA)'''
Lalu Rina menyampaikan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan, di antaranya: Pertama  upaya perlindungan itu harus berlanjut. Kedua, pemenuhan  hak pada PMI. Ketiga pencegahan  migrasi yang tidak aman atau migrasi yang beresiko. Keempat Policy Coherence itu harmonisasi kebijakan. Terakhir, Rina memberi informasi kepada peserta yang akan ke luar negeri untuk  Kalau teman install  safe travel. Aplikasi tersebut digunakan untuk melihat perwakilan WNI di negara setempat atau  negara terdekat yang tidak ada  perwakilannya. Kemudian install Portal layanan  dan perlindungan WNI. Portal tersebut adalah sistem yang dibangun untuk mencatat WNI  di luar negeri untuk mempermudah akses perlindungan. [] '''(ZA)'''
=== Dokumen Kegiatan: ===
{|
|Materi
|:
|Materi 1
|-
|
|
|Materi 2
|-
|
|
|Materi 3
|-
|
|
|Materi 4
|-
|Notulensi
|:
|Download
|-
|Rekaman Suara
|:
|Download
|-
|Galeri Foto
|:
|Download
|-
|Laporan Narasi
|:
|Download
|}


== Peran Ulama Perempuan dalam Advokasi Hak-hak Politik Perempuan ==
== Peran Ulama Perempuan dalam Advokasi Hak-hak Politik Perempuan ==
Baris 309: Baris 414:


Momen pemilu  2024 adalah salah satu langkah yang bisa digunakan KUPI untuk terlibat melakukan pendidikan politik untuk mendorong peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen dan juga memilih secara cerdas.  Selanjutnya dilanjutkan  tanya jawab narasumber dengan peserta. [] '''(ZA)'''
Momen pemilu  2024 adalah salah satu langkah yang bisa digunakan KUPI untuk terlibat melakukan pendidikan politik untuk mendorong peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen dan juga memilih secara cerdas.  Selanjutnya dilanjutkan  tanya jawab narasumber dengan peserta. [] '''(ZA)'''
=== Dokumen Kegiatan: ===
{|
|Materi
|:
|Materi 1
|-
|
|
|Materi 2
|-
|
|
|Materi 3
|-
|
|
|Materi 4
|-
|Notulensi
|:
|Download
|-
|Rekaman Suara
|:
|Download
|-
|Galeri Foto
|:
|Download
|-
|Laporan Narasi
|:
|Download
|}


== Dakwah Kekinian Jaringan Muda KUPI (Digital dan Non-digital) ==
== Dakwah Kekinian Jaringan Muda KUPI (Digital dan Non-digital) ==
Baris 320: Baris 460:


Narasumber berikutnya adalah Sarjoko yang menceritakan pengalamannya dalam melakukan dakwah di media sosial. Beberapa poin yang diangkat oleh narasumber. Pertama, dalam mengoptimalisasi media sangat penting untuk membangun pengikut organik. Melalui pengikut yang organik, maka akun juga dapat membuat engagement yang lebih kuat. Meningkatkan pengikut tersebut dipengaruhi oleh konsistensi dalam membuat konten. Kedua, dalam kampanye gerakan perempuan juga dibutuhkan perspektif laki-laki yang peduli terhadap itu tersebut, sehingga keterlibatan laki-laki menjadi penting untuk menarik minat laki-laki lainnya. Ketiga, perjuangan [[Keadilan Hakiki]] sangat penting untuk disampaikan pada perempuan maupun laki-laki. [] '''(ZA)'''
Narasumber berikutnya adalah Sarjoko yang menceritakan pengalamannya dalam melakukan dakwah di media sosial. Beberapa poin yang diangkat oleh narasumber. Pertama, dalam mengoptimalisasi media sangat penting untuk membangun pengikut organik. Melalui pengikut yang organik, maka akun juga dapat membuat engagement yang lebih kuat. Meningkatkan pengikut tersebut dipengaruhi oleh konsistensi dalam membuat konten. Kedua, dalam kampanye gerakan perempuan juga dibutuhkan perspektif laki-laki yang peduli terhadap itu tersebut, sehingga keterlibatan laki-laki menjadi penting untuk menarik minat laki-laki lainnya. Ketiga, perjuangan [[Keadilan Hakiki]] sangat penting untuk disampaikan pada perempuan maupun laki-laki. [] '''(ZA)'''
=== Dokumen Kegiatan: ===
{|
|Materi
|:
|Materi 1
|-
|
|
|Materi 2
|-
|
|
|Materi 3
|-
|
|
|Materi 4
|-
|Notulensi
|:
|Download
|-
|Rekaman Suara
|:
|Download
|-
|Galeri Foto
|:
|Download
|-
|Laporan Narasi
|:
|Download
|}


== '''Penguatan Rumusan Paradigma dan Metodologi Fatwa KUPI''' ==
== '''Penguatan Rumusan Paradigma dan Metodologi Fatwa KUPI''' ==
Baris 342: Baris 517:


KUPI dengan kekuatan otoritas keagamaannya, pendekatan kultural menembus struktur-struktur pengambilan keputusan. Jaringan KUPI baik di parlemen, pemerintah, akademisi, pesantren, majlis taklim, ormas-ormas keagamaan dan di lembaga masyarakat sipil lainnya sebagai strategi menyuarakan visi-misi KUPI dimanapun jaringan KUPI berada. [] '''(ZA)'''
KUPI dengan kekuatan otoritas keagamaannya, pendekatan kultural menembus struktur-struktur pengambilan keputusan. Jaringan KUPI baik di parlemen, pemerintah, akademisi, pesantren, majlis taklim, ormas-ormas keagamaan dan di lembaga masyarakat sipil lainnya sebagai strategi menyuarakan visi-misi KUPI dimanapun jaringan KUPI berada. [] '''(ZA)'''
=== Dokumen Kegiatan: ===
{|
|Materi
|:
|Materi 1
|-
|
|
|Materi 2
|-
|
|
|Materi 3
|-
|
|
|Materi 4
|-
|Notulensi
|:
|Download
|-
|Rekaman Suara
|:
|Download
|-
|Galeri Foto
|:
|Download
|-
|Laporan Narasi
|:
|Download
|}


== Kepemimpinan Perempuan dalam Memperkuat Pemahaman terhadap Implementasi UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual ==
== Kepemimpinan Perempuan dalam Memperkuat Pemahaman terhadap Implementasi UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual ==
Baris 363: Baris 573:


Narasumber terakhir adalah Nyai Muyassaroh Hanifah dari Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin Cilacap. Ibu Muyas menyampaikan terkait dengan pelayanan terpadu yang ia gagas di pesantren. Sebagaimana filosofi pesantren sebagai lembaga pelayan masyarakat (khadimul ummah), karena  itu pelayanan terpadu di pesantren Bu Nyai Muyas bagian dari melayani umat dalam mendengar dan merespon persoalan umat. Balai An Nisa, tempat pelayanan terpadu korban yang dikelola Bu Nyai Muyas bersama dengan ibu-ibu yang ada di sekitar pesantren. Bapalai Perempuan An-Nisa bahkan membantu menyekolahkan anak-anak korban kekerasan seksual melanjutkan pendidikan di pesantren Al Ihya Ulumaddin, dengan menyembunyikan identitasnya bahwa ia adalah korban. Muyas mengakui bahwa Layanan terpadu memang belum maksimal sesuai dengan RUU TPKS. [] '''(ZA)'''
Narasumber terakhir adalah Nyai Muyassaroh Hanifah dari Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin Cilacap. Ibu Muyas menyampaikan terkait dengan pelayanan terpadu yang ia gagas di pesantren. Sebagaimana filosofi pesantren sebagai lembaga pelayan masyarakat (khadimul ummah), karena  itu pelayanan terpadu di pesantren Bu Nyai Muyas bagian dari melayani umat dalam mendengar dan merespon persoalan umat. Balai An Nisa, tempat pelayanan terpadu korban yang dikelola Bu Nyai Muyas bersama dengan ibu-ibu yang ada di sekitar pesantren. Bapalai Perempuan An-Nisa bahkan membantu menyekolahkan anak-anak korban kekerasan seksual melanjutkan pendidikan di pesantren Al Ihya Ulumaddin, dengan menyembunyikan identitasnya bahwa ia adalah korban. Muyas mengakui bahwa Layanan terpadu memang belum maksimal sesuai dengan RUU TPKS. [] '''(ZA)'''
=== Dokumen Kegiatan: ===
{|
|Materi
|:
|Materi 1
|-
|
|
|Materi 2
|-
|
|
|Materi 3
|-
|
|
|Materi 4
|-
|Notulensi
|:
|Download
|-
|Rekaman Suara
|:
|Download
|-
|Galeri Foto
|:
|Download
|-
|Laporan Narasi
|:
|Download
|}


== '''Keluarga Muslim Indonesia dalam Perspektif KUPI''' ==
== '''Keluarga Muslim Indonesia dalam Perspektif KUPI''' ==
Baris 381: Baris 626:


Ernawati dari Pesantren Nurul Huda Garut menyampaikan materi tentang Praktik Baik Pencegahan Kekerasan Seksual di pesantren.Mba ernawati menyampaikan bahwa pesantrennya sedang menyusun SOP Pencegahan dan Penanganan KS yang sudah dalam tahap finalisasi. Penyusunan SOP penanganan KS sendiri berangkat dari adanya kasus kekerasan yang dialami oleh santrinya, untuk itu dalam rangka untuk melindungi semuanya santrinya pesantren Nurul huda membuat SOP penanganan KS ini secara komprehensif, bekerjasama juga  dengan Puskesmas dan Polsek diwilayah setempat pondok pesantren. [] '''(ZA)'''
Ernawati dari Pesantren Nurul Huda Garut menyampaikan materi tentang Praktik Baik Pencegahan Kekerasan Seksual di pesantren.Mba ernawati menyampaikan bahwa pesantrennya sedang menyusun SOP Pencegahan dan Penanganan KS yang sudah dalam tahap finalisasi. Penyusunan SOP penanganan KS sendiri berangkat dari adanya kasus kekerasan yang dialami oleh santrinya, untuk itu dalam rangka untuk melindungi semuanya santrinya pesantren Nurul huda membuat SOP penanganan KS ini secara komprehensif, bekerjasama juga  dengan Puskesmas dan Polsek diwilayah setempat pondok pesantren. [] '''(ZA)'''
=== Dokumen Kegiatan: ===
{|
|Materi
|:
|Materi 1
|-
|
|
|Materi 2
|-
|
|
|Materi 3
|-
|
|
|Materi 4
|-
|Notulensi
|:
|Download
|-
|Rekaman Suara
|:
|Download
|-
|Galeri Foto
|:
|Download
|-
|Laporan Narasi
|:
|Download
|}


== Pemeliharaan Alam dan Peran Perempuan Lintas Agama: Perspective Ecofeminisme dalam Agama-agama ==
== Pemeliharaan Alam dan Peran Perempuan Lintas Agama: Perspective Ecofeminisme dalam Agama-agama ==
Baris 416: Baris 696:


Lalu ada program pendampingan dimana edukasi yang diberikan adalah keharusan belajar tentang lingkungan, mengerti tentang permasalahan lingkungan apa yang terjadi di sekolah atau komunitasnya, serta mencari solusinya dan merancang rencana aksi-aksi strategis ke depan. Untuk kepentingan rencana aksi, pesantren dan sekolah berjejaring dengan mitra, sehingga program yang dikerjakan di sekolah dapat berkolaborasi dengan pihak lain diharapkan bisa berdampak semakin luas. [] '''(ZA)'''
Lalu ada program pendampingan dimana edukasi yang diberikan adalah keharusan belajar tentang lingkungan, mengerti tentang permasalahan lingkungan apa yang terjadi di sekolah atau komunitasnya, serta mencari solusinya dan merancang rencana aksi-aksi strategis ke depan. Untuk kepentingan rencana aksi, pesantren dan sekolah berjejaring dengan mitra, sehingga program yang dikerjakan di sekolah dapat berkolaborasi dengan pihak lain diharapkan bisa berdampak semakin luas. [] '''(ZA)'''
=== Dokumen Kegiatan: ===
{|
|Materi
|:
|Materi 1
|-
|
|
|Materi 2
|-
|
|
|Materi 3
|-
|
|
|Materi 4
|-
|Notulensi
|:
|Download
|-
|Rekaman Suara
|:
|Download
|-
|Galeri Foto
|:
|Download
|-
|Laporan Narasi
|:
|Download
|}


== Membangun Resiliensi Indonesia dari Radikalisme dan Ekstremisme Kekerasan ==
== Membangun Resiliensi Indonesia dari Radikalisme dan Ekstremisme Kekerasan ==
Baris 439: Baris 754:


Pada dasarnya teroris tidak terlalu paham konsep agama apalagi tentang khilafah. Oleh karena itu, siapapun harus bergerak dengan bil hikmah wal mauidhoh hasanah, dengan mengiringi/membangun kesadaran logika ekstremisme hingga tergugah. Setiap orang harus bertahan, sabar, dan lakukan yang bisa diupayakan baik di dunia nyata maupun di dunia maya dengan konten-konten kontra naratif yang bermanfaat. Apa yang dilakukan semua orang dengan tujuan resiliensi akan perlahan diminati follower; konsep kebaikan, kebenaran, keadilan yang kita tawarkan akan bisa diterima dengan baik. Kontra narasi dalam bentuk apapun harus dilakukan. Sebab intoleransi akan datang dari manapun termasuk dari lingkungan terdekat kita. [] '''(ZA)'''
Pada dasarnya teroris tidak terlalu paham konsep agama apalagi tentang khilafah. Oleh karena itu, siapapun harus bergerak dengan bil hikmah wal mauidhoh hasanah, dengan mengiringi/membangun kesadaran logika ekstremisme hingga tergugah. Setiap orang harus bertahan, sabar, dan lakukan yang bisa diupayakan baik di dunia nyata maupun di dunia maya dengan konten-konten kontra naratif yang bermanfaat. Apa yang dilakukan semua orang dengan tujuan resiliensi akan perlahan diminati follower; konsep kebaikan, kebenaran, keadilan yang kita tawarkan akan bisa diterima dengan baik. Kontra narasi dalam bentuk apapun harus dilakukan. Sebab intoleransi akan datang dari manapun termasuk dari lingkungan terdekat kita. [] '''(ZA)'''
=== Dokumen Kegiatan: ===
{|
|Materi
|:
|Materi 1
|-
|
|
|Materi 2
|-
|
|
|Materi 3
|-
|
|
|Materi 4
|-
|Notulensi
|:
|Download
|-
|Rekaman Suara
|:
|Download
|-
|Galeri Foto
|:
|Download
|-
|Laporan Narasi
|:
|Download
|}


== Praktik Perkawinan Anak di Indonesia: Hambatan dan Tantangan terhadap Implementasi UU. No. 16 Tahun 2019 & UU. No. 12 Tahun 2022. ==
== Praktik Perkawinan Anak di Indonesia: Hambatan dan Tantangan terhadap Implementasi UU. No. 16 Tahun 2019 & UU. No. 12 Tahun 2022. ==
Baris 454: Baris 804:


Tantangan: Adanya upaya pemaksaan dalam pernikahan, adanya faktor budaya dan agama, mindset hakim yang masih lemah dalam memahami hak anak sehingga mudah mengabulkan permohonan dispensasi pernikahan, dalam UU TPKS tantangan utk perkawinan anak siapa yang akan melapor? bagaimana pembuktiannya? Dan bagaimana kesiapan aparat hukum ini belum diatur, Konservatisme agama; narasi agama yang tidak memihak pada perempuan, Kurangnya sosialisasi terkait regulasi yang ada, Adanya budaya perkawinan anak yang masih mengakar di tengah masyarakat. [] '''(ZA)'''
Tantangan: Adanya upaya pemaksaan dalam pernikahan, adanya faktor budaya dan agama, mindset hakim yang masih lemah dalam memahami hak anak sehingga mudah mengabulkan permohonan dispensasi pernikahan, dalam UU TPKS tantangan utk perkawinan anak siapa yang akan melapor? bagaimana pembuktiannya? Dan bagaimana kesiapan aparat hukum ini belum diatur, Konservatisme agama; narasi agama yang tidak memihak pada perempuan, Kurangnya sosialisasi terkait regulasi yang ada, Adanya budaya perkawinan anak yang masih mengakar di tengah masyarakat. [] '''(ZA)'''
=== Dokumen Kegiatan: ===
{|
|Materi
|:
|Materi 1
|-
|
|
|Materi 2
|-
|
|
|Materi 3
|-
|
|
|Materi 4
|-
|Notulensi
|:
|Download
|-
|Rekaman Suara
|:
|Download
|-
|Galeri Foto
|:
|Download
|-
|Laporan Narasi
|:
|Download
|}


== Membangun Pengetahuan dan Kesadaran Kritis Soal Gender dan Radikalisme Agama. ==
== Membangun Pengetahuan dan Kesadaran Kritis Soal Gender dan Radikalisme Agama. ==
Baris 476: Baris 861:
Sebagai ideologi totalitarian, kekerasan bukan satu-satunya cara bagi islamisme untuk mencapai tujuannya. Islamisme percaya pada ketidakterpisahan antara agama, gaya hidup keseharian, dan pemerintahan. Menurut Mozaffer, islamisme adalah gerakan yang terbelah tanpa ada sumber kepemimpinan global yang tunggal dengan perwujudan yang beragam di tingkat nasional.
Sebagai ideologi totalitarian, kekerasan bukan satu-satunya cara bagi islamisme untuk mencapai tujuannya. Islamisme percaya pada ketidakterpisahan antara agama, gaya hidup keseharian, dan pemerintahan. Menurut Mozaffer, islamisme adalah gerakan yang terbelah tanpa ada sumber kepemimpinan global yang tunggal dengan perwujudan yang beragam di tingkat nasional.


Ada yang menyebut kondisi krisis kita hari ini dengan polycrisis. Krisis hari ini bukan lah krisis tunggal, tetapi krisis yang berlapis-lapis sehingga kita tidak bisa menyebutnya sebagai krisis lagi, tetapi polycrisis. Perempuan akan menanggung dampak poly crisis tersebut (krisis iklim, pangan, energi, dan otoritarianisme) .
Ada yang menyebut kondisi krisis kita hari ini dengan polycrisis. Krisis hari ini bukan lah krisis tunggal, tetapi krisis yang berlapis-lapis sehingga kita tidak bisa menyebutnya sebagai krisis lagi, tetapi polycrisis. Perempuan akan menanggung dampak poly crisis tersebut (krisis iklim, pangan, energi, dan otoritarianisme).


Kita harus membongkar cara berpikir dan pengetahuan yang sektoral. Jika yang dihadapi adalah sebuah ideologi, kita harus menjawabnya dengan ideologi tandingan yang berangkat dari pengalaman hidup perempuan. Tawaran Nyai Nur Rofi’ah ‘Keadilan Hakiki’ berangkat dari kondisi biologis perempuan. Kita perlu menempatkan paradigma dan cara berpikir yang disampaikan Nur Rofi’ah dalam konteks poly krisis dunia hari ini. Ada yang mengatakan, saling merawat (care manifesto) adalah sebuah jawaban untuk era ke depan.
Kita harus membongkar cara berpikir dan pengetahuan yang sektoral. Jika yang dihadapi adalah sebuah ideologi, kita harus menjawabnya dengan ideologi tandingan yang berangkat dari pengalaman hidup perempuan. Tawaran Nyai Nur Rofi’ah ‘Keadilan Hakiki’ berangkat dari kondisi biologis perempuan. Kita perlu menempatkan paradigma dan cara berpikir yang disampaikan Nur Rofi’ah dalam konteks poly krisis dunia hari ini. Ada yang mengatakan, saling merawat (care manifesto) adalah sebuah jawaban untuk era ke depan.
Baris 503: Baris 888:


Kelas diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi terkait narasi jihad yang terus berkembang baik di pesantren, diskriminasi terhadap kelompok Syiah yang dianggap kafir, dan variasi narasi dominan di media sosial. Menurut Lies, hal yang dominan adalah gagasan bagaimana menjadi lelaki yang akan membawa dirinya dan keluarganya ke surge. Narasi yang digunakan adalah Surat Yusuf, dimana cerita tentang Nabi Yusuf diterjemahkan dan di cocok-cocokkan dengan perjuangan seorang jihadis. Seorang jihadis berhadapan dengan thaghut. Narasi itu dimaknai sebagai narasi tunggal terkait radikalisme (single story about radicalism). Hal itu juga yang terus-terusan dinarasikan di media sosial. [] '''(ZA)'''
Kelas diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi terkait narasi jihad yang terus berkembang baik di pesantren, diskriminasi terhadap kelompok Syiah yang dianggap kafir, dan variasi narasi dominan di media sosial. Menurut Lies, hal yang dominan adalah gagasan bagaimana menjadi lelaki yang akan membawa dirinya dan keluarganya ke surge. Narasi yang digunakan adalah Surat Yusuf, dimana cerita tentang Nabi Yusuf diterjemahkan dan di cocok-cocokkan dengan perjuangan seorang jihadis. Seorang jihadis berhadapan dengan thaghut. Narasi itu dimaknai sebagai narasi tunggal terkait radikalisme (single story about radicalism). Hal itu juga yang terus-terusan dinarasikan di media sosial. [] '''(ZA)'''
=== Dokumen Kegiatan: ===
{|
|Materi
|:
|Materi 1
|-
|
|
|Materi 2
|-
|
|
|Materi 3
|-
|
|
|Materi 4
|-
|Notulensi
|:
|Download
|-
|Rekaman Suara
|:
|Download
|-
|Galeri Foto
|:
|Download
|-
|Laporan Narasi
|:
|Download
|}


== Peran PSGA Dalam Gerakan Keulamaan Perempuan Indonesia ==
== Peran PSGA Dalam Gerakan Keulamaan Perempuan Indonesia ==
Baris 524: Baris 944:


Menghubungkan kerja-kerja pendampingan sosial yang berada di kampung dengan kerja-kerja yang dilakukan oleh psga di ranah kampus. Perguruan tinggi yang diisi oleh hanya satu jenis kelamin (perempuan), bukan sebuah indikator sebagai perguruan tinggi yang sudah “gender”. [] '''(ZA)'''
Menghubungkan kerja-kerja pendampingan sosial yang berada di kampung dengan kerja-kerja yang dilakukan oleh psga di ranah kampus. Perguruan tinggi yang diisi oleh hanya satu jenis kelamin (perempuan), bukan sebuah indikator sebagai perguruan tinggi yang sudah “gender”. [] '''(ZA)'''
=== Dokumen Kegiatan: ===
{|
|Materi
|:
|Materi 1
|-
|
|
|Materi 2
|-
|
|
|Materi 3
|-
|
|
|Materi 4
|-
|Notulensi
|:
|Download
|-
|Rekaman Suara
|:
|Download
|-
|Galeri Foto
|:
|Download
|-
|Laporan Narasi
|:
|Download
|}
[[Kategori:Proses KUPI2]]
[[Kategori:Proses KUPI2]]