|
|
| Baris 1: |
Baris 1: |
| ''"Di kementerian tenaga kerjaan kita punya perlindungan PRT. Kita membutuhkan perlindungan yang lebih kuat, karena UU itu lebih mengikat. Kita tahu pekerjaan PRT di sektor informal yang sangat rentan mendapat kekerasan. Data di Indonesia mencapai 59,5% yang mendominasi".''
| | Data ini berisi dokumen kegiatan KUPI ke-2 [[Halaqah Kebangsaan tentang Merumuskan Strategi Bersama untuk Percepatan Pengesahan RUU PPRT]] yang dilaksanakan di Pondok Pesantren [[Hasyim Asy'ari Bangsri]] pada Kamis, 24 Novemer 2022 pukul 09.00 - 12.00 WIB. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, berikut dokumen-dokumen yang ada dalam kegiatan tersebut: |
| | |
| ''"Kita berdoa agar RUU ini segera disahkan. Kita yang mayoritas adalah perempuan, sungguh menjadi PR kita. Kita misalnya memiliki UU yang bekerja di luar negeri. Tapi kita belum punya UU yang melindungi PRT yang di dalam negeri. Kita butuh menyuarakan dan kita bawa ke Senayan".''
| |
| | |
| Data ini berisi dokumen kegiatan KUPI ke-2 berupa [[Halaqah Kebangsaan tentang Merumuskan Strategi Bersama untuk Percepatan Pengesahan RUU PPRT]] yang dilaksanakan di Pondok Pesantren [[Hasyim Asy'ari Bangsri]] pada Kamis, 24 Novemer 2022 pukul 09.00 - 12.00 WIB. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, berikut dokumen-dokumen yang ada dalam kegiatan tersebut: | |
|
| |
|
| {| | | {| |