Lompat ke isi

Erik Sabti Rahmawati: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 13: Baris 13:
Sementara tantangan KUPI juga besar, karena kiprah perempuan itu dianggap masih dinomerduakan. Seperti sekarang di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sedang pemilihan rektor. Dari 6 calon ada 2 perempuan. Ketika Bu Erik mendengar dari teman-teman bagaimana melihat profil calon rektor itu, ada beberapa kolega yang mengaggap bahwa perempuan menjadi rektor nanti tidak akan tegas. Padahal di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saja, rektornya perempuan. Jadi, Bu Erik menegaskan sudah saatnya menunjukkan bahwa perempuan itu punya potensi yang sama, dan kapasitasnya sudah tidak diragukan lagi. Ke depan, Bu Erik berharap bagaimana agar keberadaan KUPI ini dirasakan oleh semua lini masyarakat, benar-benar mendapatkan tempat yang sama seperti ormas yang lain, terutama yang anggotanya laki-laki, dengan cara menguatkan jaringan KUPI di manapun berada.
Sementara tantangan KUPI juga besar, karena kiprah perempuan itu dianggap masih dinomerduakan. Seperti sekarang di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sedang pemilihan rektor. Dari 6 calon ada 2 perempuan. Ketika Bu Erik mendengar dari teman-teman bagaimana melihat profil calon rektor itu, ada beberapa kolega yang mengaggap bahwa perempuan menjadi rektor nanti tidak akan tegas. Padahal di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saja, rektornya perempuan. Jadi, Bu Erik menegaskan sudah saatnya menunjukkan bahwa perempuan itu punya potensi yang sama, dan kapasitasnya sudah tidak diragukan lagi. Ke depan, Bu Erik berharap bagaimana agar keberadaan KUPI ini dirasakan oleh semua lini masyarakat, benar-benar mendapatkan tempat yang sama seperti ormas yang lain, terutama yang anggotanya laki-laki, dengan cara menguatkan jaringan KUPI di manapun berada.


Riwayat Hidup
== Riwayat Hidup ==
 
Erik Sabti Rahmawati berasal dari keluarga yang pendidikan agamanya kuat. Keluarga besar mempunyai yayasan pendidikan Ma’arif, mulai dari MI, dengan keterangan tambahan bahwa di daerah kelahiran Bu Erik, ruang kelas MI itu dipisah antara  laki-laki dan perempuan, sama seperti di lingkungan pesantren. Kemudian ada lembaga pendidikan MTS, dan juga MA. Kebetulan ayahnya seorang guru agama, tokoh masyarakat di daerah. Bu Erik melalui pendidikan formal, mulai MI dan MTs di daerahnya sendiri di Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Kemudian untuk Madrasah Aliyah di Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo, S1 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengambil Jurusan Tafsir Hadits, dan S2 di UIN Sunan kalijaga Jogjakarta Program Studi Filsafat Islam. Selain di UIN, ia juga menempuh pendidikan magister Universitas Gajah Mada Jogjakarta Program Studi Agama dan CRCS. Prodi ini merupakan kerjasama UIN, UGM juga Negara USA, dengan sejumlah mahasiswa yang merupakan perwakilan dari berbagai lintas agama, seperti Islam, Budha, Kristen Protestan, Katolik, dan Hindu. Selama lima tahun tinggal di Jogjakarta, Bu Erik mondok di Ponpes Al Munawir Krapyak. Saat ini Bu Erik tengah menyelesaikan pendidikan S3 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan konsentrasi keilmuan PAI Berbasis Studi Multi Disipliner, dan ia masih menulis disertasi.
Erik Sabti Rahmawati berasal dari keluarga yang pendidikan agamanya kuat. Keluarga besar mempunyai yayasan pendidikan Ma’arif, mulai dari MI, dengan keterangan tambahan bahwa di daerah kelahiran Bu Erik, ruang kelas MI itu dipisah antara  laki-laki dan perempuan, sama seperti di lingkungan pesantren. Kemudian ada lembaga pendidikan MTS, dan juga MA. Kebetulan ayahnya seorang guru agama, tokoh masyarakat di daerah. Bu Erik melalui pendidikan formal, mulai MI dan MTs di daerahnya sendiri di Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Kemudian untuk Madrasah Aliyah di Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo, S1 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengambil Jurusan Tafsir Hadits, dan S2 di UIN Sunan kalijaga Jogjakarta Program Studi Filsafat Islam. Selain di UIN, ia juga menempuh pendidikan magister Universitas Gajah Mada Jogjakarta Program Studi Agama dan CRCS. Prodi ini merupakan kerjasama UIN, UGM juga Negara USA, dengan sejumlah mahasiswa yang merupakan perwakilan dari berbagai lintas agama, seperti Islam, Budha, Kristen Protestan, Katolik, dan Hindu. Selama lima tahun tinggal di Jogjakarta, Bu Erik mondok di Ponpes Al Munawir Krapyak. Saat ini Bu Erik tengah menyelesaikan pendidikan S3 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan konsentrasi keilmuan PAI Berbasis Studi Multi Disipliner, dan ia masih menulis disertasi.


Karya Akademik dan Nok Akademik
== Karya Akademik dan Nok Akademik ==
 
Di antara karya akademik dan non akademik yang pernah ditulis Erik Sabti Rahmawati antara lain;
Di antara karya akademik dan non akademik yang pernah ditulis Erik Sabti Rahmawati antara lain;