Lompat ke isi

Mu’asyarah bil Ma’ruf: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '''Mu’asyarah'' berasal dari kata عَاشَرَ (''‘aasyara'') yang berarti bergaul atau berteman.<ref>Larrouse, ''Munjid fi Al-Lughoh wa Al-A’lam'', Daar El-Mac...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
''Mu’asyarah'' berasal dari kata عَاشَرَ (''‘aasyara'') yang berarti bergaul atau berteman.<ref>Larrouse, ''Munjid fi Al-Lughoh wa Al-A’lam'', Daar El-Machreq, Beirut, 2005, hal. 507</ref> ''Bil ma’ruf'' artinya dengan baik, patut, atau layak. Jika digabung kalimat ''mu’asyarah bil ma’ruf'' berarti bergaul dengan cara yang patut. Istilah ini diambil dari firman Allah swt:
''Mu’asyarah'' berasal dari kata عَاشَرَ (''‘aasyara'') yang berarti bergaul atau berteman.<ref>Larrouse, ''Munjid fi Al-Lughoh wa Al-A’lam'', Daar El-Machreq, Beirut, 2005, hal. 507</ref> ''Bil ma’ruf'' artinya dengan baik, patut, atau layak. Jika digabung kalimat ''mu’asyarah bil ma’ruf'' berarti bergaul dengan cara yang patut. Istilah ini diambil dari firman Allah swt:


<div lang="ar" dir="rtl">
<big>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا</big>  
<big>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا</big>  
</div>


''“Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa. Janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Pergaulilah mereka dengan cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak di dalamnya.”'' (HR. An-Nisa: 19)
''“Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa. Janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Pergaulilah mereka dengan cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak di dalamnya.”'' (HR. An-Nisa: 19)