Lompat ke isi

2024 Wife's Self-efficacy When her Husband is Serving a Criminal Sentence and its Relevance to Indonesian Family Law: Mubadalah Perspective

Dari Kupipedia

Abstract

2024 Wife's Self-efficacy When her Husband is Serving a Criminal Sentence and its Relevance to Indonesian Family Law: Mubadalah Perspective
JudulSMART: Journal of Sharia, Tradition, and Modernity
SeriVol 4, No 1 (2024)
Tahun terbit
Juni 30, 2024
ISBN2622-7045
Nama Jurnal : SMART: Journal of Sharia, Tradition, and Modernity
Seri : Vol 4, No 1 (2024)
Tahun : Juni 30, 2024
Judul Tulisan : Wife's Self-efficacy When her Husband is Serving a Criminal Sentence and its Relevance to Indonesian Family Law: Mubadalah Perspective
Penulis : Syarpani (Head of Correctional Institution Class II B Way Kanan, Indonesia), Sineb El Masrar (Director of Gazelle Multicultural Women's Magazine, Germany)

This article analyzes the wife's self-efficacy in maintaining the household when the husband is serving a criminal sentence in Lampung Province Penitentiary. The question to be answered is how is the wife's self-efficacy and the fulfillment of family maintenance when the husband is serving a criminal sentence in a correctional institution? And what is its relevance to the development of family law in Indonesia? This research uses qualitative methods, the type of field research conducted at the Lampung Province Penitentiary. Data sources are taken from primary and secondary data. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Interview respondents from wives who do self-efficacy and the Head of Lampung Province Penitentiary. The theory used uses mubadalah theory. The results showed that wives who faced this situation experienced significant economic, social, physical, and mental impacts, but they were able to adapt to these conditions. Wives' self-efficacy, which reflects awareness of marital partnership, is key in maintaining family integrity, with the mubadalah relationship pattern as a strategy to maintain household harmony in the face of trials such as husbands who become prisoners.

Keywords: Husband Incarceration, Mubadalah, Wife's Self-Efficacy

Abstrak

Artikel ini menganalisis tentang efikasi diri istri dalam mempertahankan rumah tangga saat suami menjalani hukuman pidana di Lembaga Pemasyarakatan Provinsi Lampung. Pertanyaan yang akan dijawab bagaimana cara efikasi diri istri serta pemenuhan nafkah keluarga ketika suami menjalani hukuman pidana di Lembaga Pemasyarakatan? Serta apa relevansinya terhadap pengembangan hukum keluarga di Indonesia? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian field research yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Provinsi Lampung. Sumber data diambil dari data primer dan sekunder. Tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Responden wawancara dari istri yang melakukan efikasi diri dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Provinsi Lampung. Teori yang digunakan menggunakan teori mubadalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri yang menghadapi situasi ini mengalami dampak ekonomi, sosial, fisik, dan mental yang signifikan, namun mereka mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut. Efikasi diri istri, yang mencerminkan kesadaran akan kemitraan dalam perkawinan, menjadi kunci dalam mempertahankan keutuhan keluarga, dengan pola relasi mubadalah sebagai strategi untuk menjaga harmoni rumah tangga dalam menghadapi ujian seperti suami yang menjadi narapidana.

Kata Kunci: Efikasi Diri Istri, Mubadalah, Suami Menjalani Pidana



Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: http://dx.doi.org/10.24042/smart.v4i1.20519