Lompat ke isi

Majalah Swara Rahima Edisi 46; Metamorfosa Jilbab

Dari Kupipedia

Informasi Majalah:

Sumber : Swara Rahima
Nama Majalah : Majalah Swara Rahima
Tema : Metamorfosa Jilbab
Seri : Nomor 46 Tahun XIV, Oktober 2014
Penerbit : Rahima
Link Download : Download

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Majalah Swara Rahima Edisi 46; Metamorfosa Jilbab
JudulMajalah Swara Rahima Edisi 46
SeriNomor 46 Tahun XIV, Oktober 2014
PenerbitRahima
Download Majalah

Pembaca Swara Rahima yang setia…

Syukur Alhamdulillah kami ucapkan karena Swara Rahima telah dapat kembali hadir untuk mengunjungi Anda semua. Spirit keikhlasan berkurban dan keinginan untuk melakukan yang terbaik bagi kemanusiaan, mudah-mudahan senantiasa menyemangati kita untuk menjadi anfa’uhum linnaas. Ghirah yang diharapkan senantiasa tumbuh saat sesama saudara muslim kita menunaikan ibadah Haji, dan berharap kembali ke tanah air sebagai Haji Mabrur, pribadi baru yang lebih baik dalam melayani sesama. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah saw. yang memotivasi kita untuk senantiasa menjadi jiwa yang tercerahkan.

Menjadi lebih baik, barangkali itulah salah satu motivasi banyak perempuan muslim untuk mengenakan jilbab, sebuah tema yang hendak kita perbicangan kali ini. Redaksi kemudian merumuskannya dalam tema “Metamorfosa Jilbab” pada Swara Rahima edisi ke-46 ini. Meskipun terminologi ini sudah akrab dalam perbincangan keseharian kita, namun barangkali kita belum memahami beragamnya alasan di balik mengenakan selembar kain yang kita sebut jilbab ini. Maka menjadi penting bagi kita untuk menelaah ekspresi identitas dan maknanya, tafsir ataupun interpretasi yang berkembang atas jilbab, beragam diskursus tak hanya teologis, tetapi juga non teologis bahkan bisnis di baliknya.

Swara Rahima bukan bermaksud ’nyinyir’ mempersoalkan fenomena yang mungkin dipandang sepele bagi sebagian orang tentang ’larangan’ maupun ’pemaksaan’ mengenai tata cara berpakaian, namun ternyata pandangan itu juga mengandung muatan diskriminatif dan prejudice terhadap perempuan. Kita perlu refleksi apakah selama ini ketika seseorang memutuskan mengenakan atau tidak mengenakan jilbab dasarnya adalah pilihan sadar karena itu adalah hak asasinya, rasa cinta kepada Tuhan atau ketakutan terhadap Penguasa, ekspresinya sebagai makhluk yang merdeka atau takut pada tekanan sosial semata. Jawaban-jawaban atas berbagai pertanyaan itu diharapkan dapat diperoleh secara komprehensif di rubrik Fokus, maupun melalui wawancara Redaksi di Rubrik Opini kepada dua narasumber: Yunianti Chudzaifah yang mengulas fenomena jilbab dari sudut pandang sosiologis, antropologis maupun pengalaman perempuan, dan Deny Hamdani yang menyampaikan pokok pemikiran dan hasil kajiannya tentang anatomi pemakaian jilbab di Indonesia.

Pembaca Swara Rahima yang tercinta…

Redaksi juga menghadirkan beragam tulisan yang bersesuaian dengan tema utama dalam berbagai rubrik seperti Akhwatuna, Tafsir Alquran, Dirasah Hadis dan Refleksi. Di samping itu seperti biasa ada beberapa rubrik non tematik seperti Fikrah, Info, Cerpen, Tanya Jawab, Jaringan, dan Kiprah.

Kisah Zulfi Zumala Dwi Andriani ulama muda perempuan pejuang pendidikan hak-hak Kesehatan Reproduksi (kespro) dan Seksualitas yang tersaji di rubrik Profil, mudah-mudahan menginspirasi kita untuk memperjuangkan Kespro di sekolah. Adapun rubrik Khazanah menampilkan timbangan buku berjudul Ketika Fikih Membela Perempuan, satu di antara lima karya terbaru Prof.Dr. Nasaruddin Umar yang me-launching-kannya di pertengahan Agustus lalu. Pembahasan tentang Birrul Walidain akan diulas di rubrik Suplemen oleh mitra Rahima yang berasal dari program Pengkaderan Ulama Laki-laki (PUL) dari Cirebon Jawa Barat.

Para pembaca yang dirahmati oleh Allah, swt…

Swara Rahima sangat mengapresiasi tulisan para mitra Rahima, terutama para ulama muda perempuan yang kami sajikan pada edisi ini sehingga dapat memperkaya referensi kita, baik terkait dengan tema jilbab dalam konteks hak-hak perempuan, maupun tema-tema aktual lainnya. Kami juga berharap bahwa Swara Rahima bisa menjadi wadah kreatif para mitra untuk menuangkan gagasan maupun berbagi pengalaman. Mudahmudahan, kita bisa menjadi lebih kritis juga arif dalam membaca fenomena sosial yang berkembang. Semoga!

Wassalam