Lompat ke isi

Warkah Al-Basyar Volume X Tahun 2020; Edisi 04 Isra' Mi'raj Sarana Harmoni Membangun Bangsa

Dari Kupipedia

Informasi Buletin:

Warkah Al-Basyar Volume X Tahun 2020; Edisi 04 Isra' Mi'raj Sarana Harmoni Membangun Bangsa
JudulWarkah Al-Basyar Volume X
Download Al-Basyar Vol.10 Tahun 2020; Edisi 4
Sumber : Yayasan Fahmina
Nama Buletin : Warkah Al-Basyar
Seri : Volume X Tahun 2020; Edisi 04
Tanggal Terbit : 20 Maret 2020 M
(25 Rajab 1441H)
Penerbit : Fahmina Institute
Penulis : Rosidin
Link Download : Download Warkah Al-Basyar

Di Indonesia, peristiwa Isra Mi’raj diperingati dengan pelbagai kegiatan mulai dari pengajian, perlombaan bernuansa islami, penampilan kesenian dan ragam kegiatan lainnya. Lalu, apa makna peringatan ini untuk bangsa? Sebagaimana telah dimafhumi bersama bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan satu istilah untuk menggambarkan dua kejadian penting. Peristiwa ini menggambarkan perjalanan Nabi dalam satu malam yang melakukan perjalanan dari Makkah ke Baitul Maqdis (Palestina) atau dikenal Isra’ yang disambung ke “Sidratul Muntaha” (satu tempat di atas langit ketujuh) yang dikenal dengan Mi’raj. Pada peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW mendapat perintah menunaikan salat lima waktu sehari.

Peristiwa ini merupakan pengalaman spiritual seorang hamba yang susah untuk bisa diterima secara rasional-materialistik. Peristiwa Isra Mi’raj merupakan salah satu mukjizat Nabi sebagaimana mukjizat lainnya yang susah diterima akal biasa. Mukjizat merupakan penegasan kebenaran seorang Nabi sebagai kejadian di luar kebiasaan manusia biasa. Penerimaan mukjizat tidak murni akal, tetapi membutuhkan keimanan untuk mempercayainya.

Sesungguhnya bangsa ini juga membutuhkan keimanan dan kepercayaan diri yang kuat untuk bangkit dan setara dengan bangsa lain sebagai negara yang berdaulat, mandiri dan sejahtera. Butuh kepercayaan seluruh komponen bangsa yang memiliki keimanan yang kuat untuk memperbaiki bangsa ini. Apa modal yang harus kita miliki?

Isra Mi’raj merupakan momentum penting Nabi diberikan mandat shalat. Ibadah shalat merupakan media untuk mencapai kesalehan spiritual individual, hubungannya dengan Allah. Tetapi shalat juga menjadi sarana menguatkan hubungan sosial. Hal ini sebagaimana Firman Allah dalam ayat sebagai berikut, “Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar” (QS al-Ankabut: 45).

Isra Mi’raj mengajarkan bangsa ini untuk selalu naik tingkat memperbaiki diri. Menjadi bangsa yang kuat dan mandiri dalam berbagai aspek membutuhkan kepercayaan sebagaimana umat Islam mengimani peristiwa mukjizat. Kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya, kepercayaan pemerintah terhadap warga negaranya dan kepercayaan masyarakat dengan masyarakat perlu ditumbuhkan untuk menjaga persatuan bangsa ini.

Indonesia beruntung telah memiliki falsafah bhinneka tunggal ika sejak dahulu ketika negara Barat masih mulai memperhatikan tentang konsep keberagaman. Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan keberagaman. Warisan kebudayaan yang berasal dari masa-masa kerajaan hindu, budha dan Islam tetap lestari dan berakar di masyarakat. Atas dasar ini, para pendiri negara sepakat untuk menggunakan bhinneka tunggal ika yang berarti "berbeda-beda tapi tetap satu jua" sebagai semboyan negara. Bangsa Indonesia sudah berabad-abad hidup dalam kebersamaan dengan keberagaman dan perbedaan. Perbedaan warna kulit, bahasa, adat istiadat, agama, dan berbagai perbedaan lainya. Perbedaan tersebut dijadikan para leluhur sebagai modal untuk membangun bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang besar.  

Sejarah mencatat bahwa seluruh anak bangsa yang berasal dari berbagai suku dan agama semua terlibat dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Semua ikut berjuang dengan mengambil peran masing-masing. Keselarasan atau harmoni Negara Republik Indonesia yang telah tercipta selama beberapa dasawarsa oleh instrumen bernama Pancasila tetap saja mendapat rongrongan dari beberapa kelompok. Untuk melegitimasi gerakannya, mereka bahkan menenteng panji agama Islam sehingga seolah mampu mengobarkan militansi semua dari diri seseorang.

Memaknai Momentum

Indonesia sebagai negara, menjadikan peristiwa Isra Mi’raj Nabi sebagai hari libur nasional. Tentu saja ini merupakan sebuah penghargaan negara ini terhadap salah momentum penting dalam sejarah Islam. Namun, hal paling pokok dari momentum tersebut bagaimana bangsa ini memaknai momentum Isra Mi’raj untuk kepentingan bangsa ini. momentum untuk menselaraskan nilai spiritual kedalam kehidupan bersama yaitu harmoni membangun bangsa.

Cara bangsa ini meningkatkan diri adalah dengan memperkuat relasi spritual seorang hamba dengan Tuhan dan memperkuat relasi sosial antara manusia dengan sesamanya. Shalat mengajarkan bagaimana cara mendekatkan diri dengan Tuhan, tetapi mempunyai dimensi sosial menjaga kerukunan dan harmoni sosial. Karena itulah, Isra Mi’raj bagi bangsa ini harus dimaknai sebagai momentum meningkat derajat bangsa ini lebih tinggi melalui penguatan relasi spiritual dan relasi sosial kemanusiaan. Isra Mi’raj berarti penguatan relasi Islam dan kebangsaan sebagai pondasi memperkokoh keutuhan bangsa ini.

Harmoninya sebuah tata hubungan antar anggota masyarakat. Saluran komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya intensitas komunikasi antar anggota masyarakat, dimana anggota masyarakat dapat menyuarakan dan menyalurkan ide-ide atau gagasan sebagai bagian dari anggota masyarakat. Saluran komunikasi yang efektif akan memebrikan peluang bagi anggota masyarakat untuk berkontribusi secara langsung terhadap perkembangan masyarakat, sekalipun hanya sebatas ide atau gagasan. Dengan adanya komunikasi yang efektif, maka permasalahan-permasahan yang dihadapi masyarakat akan dapat didiskusikan dan diselesaikan secara seksama. Tanpa adanya saluran komunikasi yang efektif, maka masalah-masalah yang dihadapi menjadi potensi yang dapat menimbulkan perpecahan antar anggota masyarakat terutama pada masyarakat yang heterogin, baik dari aspek sosial, budaya ataupun keyakinan. Dengan demikian saluran komunikasi yang efektif merupakan prasarat utama dalam penciptakan sebuah perdamaian masayarakat menuju kehidupan yang harmoni.

Bagian dari sebuah kontruksi perdamaian adalah effective system of arbitration. Pada bagian ini sitem peradilan baik yang bersifat formal maupun non-formal dan informal memiliki peran yang sangat besar bagi terciptanya sebuah perdamaian masayarakat. Melaui sistem peradilan telah melembaga dalam masyarakat akan membatu terciptanya stabilitas keamanan dalam masyarakat. Melalui ssitem peradilan yang efektif pula hak-hak individu sebagai anggota masyarakat akan terjamin, tanpa harus khawatir terhadap kekuatan-kekuatan yang ingin menindas atau menguasainya. Dengan adanya effective system of arbitration berimplikasi pada sebuah tatanan kehidupan yang berdasar pada kepastian hukum, sehingga batas-batas antara kebenaran dan kebatilan dalam sistem sosial menjadi lebih transparan.

Dalam masyarakat biasanya ditandai dengan adanya institusi-institusi non-formal yang menjelma dalam sebuah tradisi masyarakat. Munculnya lembaga-lembaga atau kelompok-kelompok sosial yang biasanya berafiliasi terhadap kepentingan sosial (civic assocviation) menjadi salah satu ciri dari integrative climate yang ada dalam masyarakat. Adanya civic association dalam masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam menciptakan sebuah perdamian. Biasanya civic association keanggotanya bersifat heterogen baik dari aspek buadaya, ekonomi, pendidikan maupun agama. Civic assocition dalam masyarakat pedesaan biasanya menjelma dalam bentuk perkumpulan-perkumpulan, seperti perkumpulan pertanian, peternakan, PKK, Arisan dan organisasi kepemudaan sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat. Pengertian social capital/civic associations, adalah network/relasi antara kelompok/individu dalam masyarakat yang beragam. Bentuk civic association dapat didasarkan pada bidang bisnis atau hobi, misalnya: kelompok tani, asosiasi buruh.

Selain unsur masyarakat di atas, tidak kalah penting yaitu adanya tokoh-tokoh inisiatif atau kepemimpinan yang dapat mencegah terjadinya konflik. Atau adanya sejumlah tokoh yang cukup jumlahnya dan memiliki pengaruh yang kuat untuk mencegah terjadinya konflik. Keberadaan sejumlah tokoh dalam kehidupan terutama dalam mengatasi konflik yang diperlukan, hal ini disebabkan kedudukan tokoh dalam masyarakat memiliki fungsi sebagai mediator dalam setiap konflik yang terjadi.

Tokoh atau pemimpin yang dimaksud dalam hal ini adalah pemimpin formal maupun pemimpin informal. Pemimpin formal biasanya terkait dengan jabatan pemerintahan atau jabatan politis, mislanya lurah, camat, bupati, DPR. Sedangkan pemimpin non-formal biasanya adalah tokoh agama (ulama, kyai, Pastur, Pendeta, Biksu), dan tokoh masyarakat (ketua adat, ketua paguyuban atau persatuan). Elemen-elemen konstruksi perdamaian tersebut dalam kehidupan sosial biasanya menjelma dalam bentuk dialog anatar umat beragama yang dilandaskan pada sikap pluralitas kewargaan.

Karena itu, membangun kesadaran harmoni sangat penting bagi semua warga Indonesia untuk mewujudkan perdamaian. Dan harmoni bisa tercapai jika ada keadilan ekonomi, politik, dan sosial. Tokoh-tokoh agama bersama elemen masyarakat harus mengupayakan pencapaian keadilan di tengah-tengah masyarakat. Wujud komitmen dan kepedulian masyarakat dunia dalam mempromosikan nilai-nilai saling percaya dan saling pengertian di antara berbagai masyarakat dan agama. Tujuannya, menciptakan tata dunia yang damai dan harmonis. Dunia tanpa kekerasan, dunia tanpa terorisme, dunia tanpa konflik antar agama, dan dunia tanpa perang.

Diperlukan usaha bersama antara pemuka agama dan pimpinan lembaga negara (eksekutif, legislatif, yudikatif), masyarakat madani, media massa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), aktivis atau penggiat demokrasi. “Kita semua merajut kebersamaan, menghormati perbedaan sebagai suatu karunia, menghilangkan rasa curiga, dan saling pengertian di antara sesama.