Ar-Ra'iyyah Edisi 06; Islam Bela Kaum Lemah

Informasi Buletin:
| Sumber | : | Yayasan Fahmina |
| Nama Buletin | : | Buletin Mashalih Ar-Ra'iyyah |
| Seri | : | Edisi 06 Mei 2004 |
| Tanggal Terbit | : | Tahun 2004 |
| Penerbit | : | Fahmina Institute |
| Link Download | : | Download Ar-Ra'iyyah Edisi 06 |
Assalamu'alaikum....
Pada era Orde Baru, orang-orang pesantren, warga NU (Nahdliyin) adalah silent majority (mayoritas yang bisu dan tertindas). Meski jumlahnya sangat banyak dan menyebar di seluruh pelosok tanah air, saat itu warga NY tidak memiliki akses politik, rkonomi dan sosial yang memadai. Bahkan dalam beberapa hal, ia disingkirkan, dipinggirkan (dimarjinalkan) dan dimusuhi. Untuk mendaftar PNS atau pejabat negara saja, akan dipersulit bila diketahui dari NU.
Marjinalisasi dan diskriminasi terhadap warga NU, nyatanya masih berlangsung hingga era reformasi dan demokratisasi sekarang ini. Buktinya calon presiden yang diunggulkan para kyai, yaitu Gus Dur dijegal di jalan dengan alasan yang cukup diskriminatif, yaitu cacat secara fisik.
Kare itu Ar-Rai'yyah edisi Mei ini mengangkat tema seputar Marjinalitas dan Minoritas yang mesti dibela, dengan didahului liputan kegiatan dawrah fiqh demokrasi putaran keempat. Untuk basis teori, dimuat tulisan Nuruzzaman, dengan tema "Islam Membela Kaum Lemah", dalam rubrik bahts. Dan karena diantara komponen masyarakat yang banyak ditindas (didzalimi) adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, maka dalam rubrik hiwar dimuat wawancara dengan Castra, ketua Forum Warga Buruh Migran Indonesia (FWBMI. Untuk menguatkan dalam bahtsul kutub dimuat resensi buku Farid Essack tentang Al-Qur'an dan pembebasan. Adapun rubrik-rubrik lain, dimuat untuk memperkaya wacana dan isu yang diusung.
Selamat membaca!