Lompat ke isi

2025 Pola dan Wacana Pemahaman Hadis Penciptaan Perempuan dalam Situs Islam Online: Studi atas almanhaj.or.id, nu.or.id, dan mubadalah.id

Dari Kupipedia
Revisi sejak 9 April 2026 10.38 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
JudulPola dan Wacana Pemahaman Hadis Penciptaan Perempuan dalam Situs Islam Online: Studi atas almanhaj.or.id, nu.or.id, dan mubadalah.id
PenulisKholila Mukaromah (Institut Agama Islam Negeri Kediri, Indonesia)
SeriVol. 2 No. 2 (2025)
Tahun terbit
2025-02-28
ISBN3021-8578
Download PDF

Informasi Artikel Jurnal:

Sumber : Canocia Religia: Jurnal Studi Teks Agama dan Sosial
Seri : Vol. 2 No. 2 (2025)
Penulis : Kholila Mukaromah
DOI : https://doi.org/10.30762/cr.v2i2.2964
PDF : Download PDF

Abstrak

Narasi hadis yang menyebut perempuan diciptakan dari tulang rusuk kerap dijadikan legitimasi terhadap konstruksi sosial yang menempatkan perempuan secara subordinatif dalam relasi gender. Dalam konteks era digital, narasi ini tidak hanya berkembang dalam tradisi lisan dan teks cetak, tetapi juga direproduksi dan dikontestasikan melalui media baru (new media). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pola pemahaman dan wacana yang berkembang dalam tiga situs Islam online di Indonesia-almanhaj.or.id, nu.or.id, dan mubadalah.id-terhadap hadis penciptaan perempuan dari tulang rusuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis wacana serta integrasi studi hadis, gender, dan media.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing situs mengonstruksi makna hadis sesuai dengan ideologi keagamaan yang dianut: almanhaj.or.id merepresentasikan pendekatan tekstual-konservatif dengan penguatan peran domestik dan inferioritas perempuan; nu.or.id menggabungkan pendekatan literal dan kontekstual yangbersifat moderat; sementara mubadalah.id mengusung tafsir progresif dengan perspektif mubadalah yang menekankan kesetaraan relasi gender. Ketiganya memperlihatkan bagaimana media digital menjadi arena penting dalam kontestasi pemaknaan teks keagamaan dan pembentukan opini publik.Penelitian ini menyimpulkan bahwa interpretasi terhadap hadis dalam media online tidak netral secara teologis maupun ideologis, melainkan turut menentukan narasi dominan yang berkembang tentang perempuan dalam Islam. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan studi hadis kontemporer, khususnya dalam ranah media digital dan diskursus gender.

Kata Kunci: Hadis di mediavirtual, hadis penciptaan perempuan,situs Islam online, stigmatisasi perempuan