2025 Implementation of Hadanah by Single Parents as A Result of Divorce in Indonesia Perspective of Maqashid Syariah and Qira'ah Mubadalah
| Judul | Implementation of Hadanah by Single Parents as A Result of Divorce in Indonesia Perspective of Maqashid Syariah and Qira'ah Mubadalah |
|---|---|
| Penulis |
|
| Seri | Vol. 2 No. 1 June (2025) |
Tahun terbit | 2025-05-28 |
| ISSN | 3063-587x |
| DOI | https://doi.org/10.70992/njf6bt59 |
| Sumber Original | Journal of Islamic Mubadalah |
| (Download Original) | |
Abstrak: Meningkatnya angka perceraian di Indonesia telah membawa dampak signifikan terhadap dinamika keluarga, khususnya dalam pelaksanaan hak asuh anak (hadanah) oleh ibu tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pelaksanaan hadanaholeh ibu tunggal pasca perceraian dengan menggunakan pendekatan teori Maqashid Syariahdan Qira’ah Mubadalah(sebagaimana dirumuskan oleh Faqihuddin Abul Kodir). Dengan metode kualitatif melalui pendekatan studi pustaka, penelitian ini dirancang untuk mengungkap pemahaman yang mendalam, normatif, dan kontekstual terkait praktik hadanahdi Indonesia. Penelitian ini didasarkan pada data yang bersumber dari artikel jurnal, buku, dan laporan statistik yang relevan (termasuk data BPS tentang perceraian). Temuan menunjukkan bahwa pelaksanaan hak asuh seringkali menghadapi persoalan sistemik seperti tidak adanya tanggung jawab finansial yang adil dari pihak ayah, yang pada akhirnya menimbulkan beban yang tidak proporsional pada ibu. Kondisi ini belum sepenuhnya memenuhi lima dimensi Maqashid Syariah(hifz ad-din, hifz an-nafs, hifz al-‘aql, hifz an-nasl, hifz al-mal), serta belum mencerminkan prinsip etis Qira’ah Mubadalahseperti taradhin, tashawur, dan mu’asyarah bil ma’ruf. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap wacana praktik hak asuh yang berkeadilan gender dalam pemikiran hukum Islam dan hukum keluarga di Indonesia.
Kata Kunci: Hadanah, Ibu Tunggal, Perceraian, Maqashid Syariah, Qira’ah Mubadalah
Abstract: The rising divorce rate in Indonesia has had a significant impact on family dynamics, particularly in the implementation of child custody (hadanah) by single mothers. Thisstudy aims to explore and analyze the implementation of hadanahby single mothers after divorce using the theoretical approaches of Maqashid Syariahand Qira’ah Mubadalah(as formulated by Faqihuddin Abul Kodir). Employing a qualitative method through a literature review approach, this research is designed to uncover a deep, normative, and contextual understanding of hadanahpractices in Indonesia. The study is based on data sourced from journal articles, books, and relevant statistical reports (including BPS data on divorce). The findings indicate that the implementation of child custody often faces systemic issues, such as the lack of equitable financial responsibility from fathers, ultimately placing a disproportionate burden on mothers. These conditions do not fully meet the five dimensions of Maqashid Syariah(hifz ad-din, hifz an-nafs, hifzal-‘aql, hifz an-nasl, hifz al-mal), nor do they reflect the ethical principles of Qira’ah Mubadalahsuch as taradhin, tashawur, andmu’asyarah bil ma’ruf. Therefore, this research contributes to the discourse on gender-just custody practices within Islamic legal thought and Indonesian family law.
Keywords: Hadanah, Single-Parent Mothers, Divorce, Maqashid Syariah, Qira’ah Mubadalah.